
San Fransisco,
"maafkan aku, mommy..."
Seorang wanita berpakaian mewah, yang ketat membungkus tubuh rampingnya, dengan riasan make up yang tebal, melirik tajam ke arah anak lelaki kecil yang sedang memainkan jari2 mungilnya dengan kepala menunduk.
"kau tahu bukan apa kesalahanmu??" desis wanita itu.
"aku tidak akan mengulanginya lagi,mommy..." lirih bocah kecil berambut pirang dengan mata biru itu.
"sudah sana pergi!" usir wanita yang tak lain adalah ibu anak itu.
Bocah kecil bernama Daniel itu tampak mengangkat wajahnya kaget.
"apa? kamu tak mendengar kata2ku?!"
"Nyonya Pamela, biar Tuan muda kecil saya ajak ke kamar..." Susi, wanita paruh baya yang mengasuh Daniel sejak bayi pun langsung mendekat.
"kenapa tidak dari tadi? menyusahkan!"
Susi pun bergegas mengajak Daniel keluar dari ruang keluarga menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai 2.
"nanny, apa mommy tidak sayang aku?" tanya Daniel menatap Susi dengan mata yang berkaca2.
"Mommy sayang sekali padamu, Tuan muda..." hibur Susi merasa iba dengan Tuan Muda kecil yang sudah di asuhnya sejak masih bayi merah itu.
"hanya Daddy yang sayang padaku..." lirih Daniel
"Mommy dan Daddy sayang semua padamu, Tuan Muda..." hibur Susi lagi.
Lift yang membawa mereka pun berhenti di lantai 2 , dimana kamar Daniel berada.
Meski masih 3 tahun, Daniel sudah tidur dikamar tersendiri.
Pamela Mendosa, ibu dari Daniel seperti tak menginginkan anaknya.
Wanita yang dulu berprofesi sebagai model itu pun terpaksa pensiun dini dari karir internasionalnya karena hamil anak seorang milyarder, Constantine Mendosa.
Pasangan yang begitu serasi dan sempurna, yang selalu mengundang decak kagum orang2 yang memandang mereka.
Kebahagiaan yang sempurna ditambah dengan kehadiran putra tunggal mereka, Daniel Mendosa.
Meski baru berusia 3 tahun, tetapi ia anak yang mandiri dan pintar.
Seolah ia tahu, kehadirannya masih belum diterima oleh ibunya sendiri.
"apa Daddy pulang malam?"
"mungkin, karena beliau orang sibuk..."
Daniel terdiam, dan perlahan memejamkan mata birunya.
Susi menghembuskan napas berat.
Sungguh, kekayaan tidak bisa membeli apa itu kebahagiaan...batin Susi sambil mengelus rambut pirang Daniel.
Sementara itu, dilantai bawah, sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan pintu utama mansion.
Seorang pria berpostur tegap dengan setelan jas mahal yang membuatnya terlihat gagah tampak menuruni mobil setelah asistennya membukakan pintu.
"pulanglah, Frank..." titah pria yang bernama Constantine itu.
"baik, Tuan, selamat malam dan beristirahat.." Frank sang asisten pun mengundurkan diri begitu sosok Tuannya masuk ke dalam mansion.
"sayang? kau sudah pulang?" Pamela beranjak berdiri melihat sosok suaminya memasuki mansion.
"Ya...dimana Daniel?"
"anak kita sudah tidur sayang....aku menunggumu..." ucap Pamela sambil mengecup lembut bibir suaminya mesra.
"kenapa? tidak biasanya menungguku pulang? apa uangmu sudah habis?" sindir Constantine.
"sayang...kamu kejam sekali..." rengek Pamela membuat Constantine memandangnya jijik.
Ya, Constantine, seorang pria baik hati dan lembut, kini berubah dingin dan kejam sejak ia mengetahui perselingkuhan istrinya dari pengawal yang diam2 mengikuti atas perintahnya.
"sayang....kenapa kamu berubah padaku?" Pamela semakin merapatkan tubuhnya.
cih, dasar wanita ular! batin Constantine murka.
"aku mau melihat Daniel," Constantine pun mendorong tubuh molek istrinya itu menjauh.
Pamela mencebik kesal mendapat perlakuan seperti itu.
"awas kau!" desis Pamela sambil menghentakkan kakinya marah.
*******