
"maaf Nona, apa baju saya tidak terlalu minim??"
Remi menarik2 gaun mini nya dengan gelisah.
"bajumu itu sudah terlalu sopan disini!!" sentak Rosa sambil melihat cat kuku nya yang belum kering.
aiisshhh, apa wanita ini buta?? bahkan baju ini hampir memamerkan pan*tatku!! keluh Remi dalam hati.
"ayo, pakai lipstik ini! wajahmu pucat seperti zombie!!" Rosa pun melemparkan lipstik berwarna merah menyala ke arah Remi yang gelagapan menangkapnya.
Gaun berwarna merah dengan lipstik merah menyala semakin membuat Remi terlihat cantik dengan kulit putihnya.
Rosa berdecak iri melihat gadis dihadapannya ini.
Rosa dan Remi menoleh ke arah pintu saat mendengar suara siulan.
"waooww...kamu cantik juga ja*lang kecil..." seru Pablo sambil bertepuk tangan.
"apaan sih!!" seru Rosa menarik lengan Pablo yang hendak mendekati Remi.
"kenapa? memang dia sangat cantik!" ucap Pablo tak berhenti menatap Remi dari atas ke bawah dan sebaliknya.
"apa maksudmu? cuma aku yang paling cantik disini!" bentak Rosa
"itu cuma dalam pikiranmu sendiri sayang, ckck.."
Rosa menggeram marah, menatap nyalang ke arah Remi yang masih saja sibuk menarik2 ujung gaunnya, berharap bisa menjadi lebih panjang.
"dengar, ja*lang kecil...tugasmu disini hanya menyajikan minuman, kau tidak boleh menerima ajakan lelaki hidung belang untuk one night stand, paham??" jelas Pablo
"paham Tuan..." angguk Remi
"bagus, kau bisa mulai bekerja tepat jam 10 nanti,..." kata Pablo tersenyum menyeringai
Remi hanya mengangguk2kan kepalanya.
"ayo,, kamu ada pekerjaan Rosa.." kata Pablo menarik Rosa
"apaan sih!!" sentak Rosa marah
"puaskan aku malam ini...." bisik Pablo, membuat Rosa tersenyum sumringah.
"tentu...." desah Rosa saat Pablo menggigit cuping telinganya.
Remi bergidik ngeri melihat kelakuan sepasang pria dan wanita yang bercumbu di depannya tanpa tahu malu itu.
******
"kemana ini?" tanya Duval melihat keluar melalui jendela mobil mewahnya.
"Tuan Juan meminta untuk menemaninya ke rumah bord*l, Tuan..."
"apa??" Duval berteriak marah
"Tuan Juan ingin anda melihat tempat strategis untuk bisnisnya itu..." jelas Mike
"memang siapa dia?? berani2 nya menyuruhku?!"
Mike menghela napas.
"baiklah, saya akan putar arah saja, Tuan..." kata Mike mengalah tidak ingin jadi sasaran amarah Tuannya itu.
Duval terdiam.
"tak perlu, Mike....aku akan menemui Juan.."
Mike menghembuskan napasnya.
lalu untuk apa tadi anda marah, Tuan..batin Mike.
Mobil berhenti di depan bangunan kuno dengan hiasan lampu kelap kelip.
"silahkan, Tuan..." sila Mike membuka pintu mobil untuk Duval.
"mana Juan?" Duval memandang sekitar.
"beliau ada di dalam, menunggu anda..."
Duval melangkah ke dalam diikuti Mike.
Suasana temaram, dengan asap rokok dimana2, juga bau minuman keras yang menyengat menyambut kedatangan Duval.
Duval memicingkan matanya, mencari keberadaan Juan.
"dimana sialan itu??" bentak Duval marah tak menemukan sosok Juan dimana pun.
Mike berjalan ke arah pelayan pria yang membawa gelas2 kosong.
"hai bro, apa kau melihat seorang pria berambut coklat dan bermata hijau yang memasuki tempat ini sekitar setengah jam yang lalu?" tanya Mike
"Ooo...pria itu masuk ke ruang VIP Tuan.."
"apa kau bisa menunjukkan tempatnya?" tanya Mike sambil menyelipkan beberapa lembar dollar ke saku si pelayan.
"Tentu saja, Tuan...mari ikuti saya!!" angguk pelayan bersemangat.
Duval menatap Mike yang tampak menggerakkan tangannya untuk mengikutinya berjalan mengikuti pelayan.
Mereka tiba di depan ruang bertulis VIP di papan kecil yang tergantung pada pintu.
"buka!" titah Duval
Mike mengangguk dan membukanya.
Duval melotot marah melihat pemandangan di depannya.
Juan tampak duduk di sofa kumal dengan wanita yang berlutut di hadapannya.
"dasar baj*ngan!! apa yang kau lakukan brengs*k?!" maki Duval
Juan tampak terkejut mendengar suara Duval.
Bergegas ia berdiri sambil menarik resleting celananya cepat2.
"kau mengganggu kesenanganku kawan..."
Tatapannya beralih ke arah Duval, membuatnya terpesona dengan ketampanan Duval.
Tubuh gagah,berbalut pakaian mahal, rambut hitam tebal dengan mata biru yang tajam, membuat kadar ketampanannya memuncak.
"pergilah!" usir Juan melihat tatapan memuja wanita yang di sewanya.
"tapi servis saya belum selesai, Tuan..."
"Ooh pergilah, sebelum kesabaranku habis!!" teriak Juan merasa ngeri dengan tatapan Duval.
Si wanita pun bergegas merapikan pakaian minimnya, dan beranjak pergi.
"ayo Mike kita pergi dari tempat menjijikkan ini!"
"tunggu, bro...." seru Juan berjalan cepat mengejar Duval yang berlalu diikuti Mike.
BRUKK!
"aiishhh!! dimana matamu??!" bentak Juan saat bertabrakab dengan seorang gadis yang membawa minuman.
Pakaian Juan basah oleh minuman keras yang tumpah.
"maaf...." tunduk gadis itu.
"siapa namamu??"
"Re-Remi, Tuan..."
"baik, Remi, aku pastikan kau dipecat!!" sentak Juan jengkel.
Duval menghentikan langkahnya dan berbalik, menatap keributan dibelakangnya.
Pandangan Duval menelisik gadis yang tampak menunduk ketakutan karena Juan yang berteriak2 marah.
Mike pun berjalan kembali ke arah Juan yang masih saja mengomel seperti wanita tua.
"Tuan, berhentilah memaki, gadis ini ketakutan," keluh Mike.
"biar saja, Mike!" sentak Juan
"Nona, silahkan anda pergi..." kata Mike pelan
Remi mengangkat wajahnya.
Sesaat terpesona dengan Mike yang tampak tampan dengan setelan jas nya yang rapi.
"maafkan saya, Tuan...." lirih Remi.
Mike kembali menyelipkan beberapa lembar dollar.
"ini ganti minuman yang tumpah itu...dan ini kartu namaku, jika anda dipecat karena menjatuhkan minuman itu..."
Remi membola.
Ternyata masih ada orang baik di dunia yang jahat ini, batin Remi.
"mari, Tuan Juan...sebelum anda mempermalukan diri anda disini..."
"cih, dasar gadis sial!" maki Juan
Mike menggelengkan kepalanya dan berlalu mengikuti Juan pergi.
Remi menatap dua punggung pria tampan yang berjalan menjauhinya.
Dan tanpa sengaja, tatapannya bertemu dengan mata biru yang tajam di sana.
Mata biru milik seseorang berambut hitam yang berdiri angkuh di samping pintu keluar.
Remi menelan saliva nya takut saat mata biru itu tak berhenti menatapnya.
"astaga!! ada apa ini???"
mati aku! teriak Remi dalam hati mendengar suara lengkingan wanita yang dikenalnya.
******
"kita sudah sampai Tuan..."
Duval tersadar dari lamunannya.
Ia pun melangkahkan kaki nya keluar dari mobil.
"saya akan menjemput anda besok pagi sebelum bertolak ke bandara.."
"bandara?"
"iya, Tuan...besok kita akan pergi ke negara J untuk menghadiri peresmian pabrik otomotif kita disana..." jelas Mike tampak bingung dengan ekspresi Duval.
"Ooh.."
"apa anda lupa, Tuan?"
"tidak, pergilah..."
"baik, Tuan..."
Mike pun mengundurkan diri dan kembali masuk mobil, menjalankannya keluar dari halaman mansion Duval.
Duval memasuki mansion di sambut Carlos yang berdiri di depan pintu dengan beberapa pelayan.
"selamat malam,Tuan...?" sambut Carlos
"Hmm,"
"apakah hari ini melelahkan, Tuan..."
"Ya, Juan membuatku lelah," angguk Duval
"saya akan menyiapkan air hangat untuk anda berendam.."
Duval hanya mengangguk dan pergi meninggalkan kepala pelayannya itu.
******