SUPER RATMAN

SUPER RATMAN
LINGKARAN LUMPUR PEKAT



Super ratman dilempar oleh manusia setengah tikus raksasa jauh sekali.


"Dia sudah ku lempar jauh dan membentur apa disana... suaranya begitu keras hingga sampai disini.." super ratman melompat terbang menembus awan.


"Aduhhh!!! Kepala ku terbentur benda apa tadi.. terasa begitu sakit.." manusia setengah tikus raksasa meraba pada di ubun-ubun kepalanya, ternyata ada cairan kental mengalir begitu deras kebawah ke wajahnya manusia setengah tikus raksasa itu.


"Ternyata ada yang keluar dari atas kepalaku ini.." manusia setengah tikus raksasa berdiri tapi tidak bisa berdiri begitu mudah karena seluruh tubuhnya sudah tenggelam di dalam lumpur yang pekat, separuh tubuhnya perlahan sudah mulai masuk kedalam lumpur yang pekat.


"Aku harus bisa keluar dari dalam lumpur ini..!!" Manusia setengah tikus raksasa itu berkali-kali mencoba keluar dari dalam lumpur namun tidak pernah bisa bahkan semakin banyak bergerak semakin kuat lumpur menarik tubuhnya, apalagi beban tubuhnya mengakibatkan begitu cepat tarikan lumpur kedalamnya.


"Ternyata semakin banyak bergerak semakin cepat lumpur menarik tubuhku kedalam..tapi jika diam juga lambat Laun ketarik juga tubuhku ini.." manusia setengah tikus raksasa itu masih bingung bagaimana caranya untuk keluar dari dalam lumpur yang pekat.


Tiba-tiba terdengar suara keras dari kejauhan, sekitar sepuluh meter ada tali dilemparkan kearah manusia setengah tikus raksasa yang ada ditengah lumpur itu.


"Cepat tangkap tali itu sebelum semua jadi terlambat!! Kamu akan selamat jika mampu menangkap ujung tali itu..!" Suara keras itu terdengar jarak sepuluh meter dari manusia setengah tikus raksasa berada ditengah dalam lumpur.


"Oke..aku tangkap ujung tali ini." Manusia setengah tikus raksasa itu menangkap ujung tali yang dilemparkan oleh seseorang dari jarak sepuluh meter.


Akhirnya perlahan-lahan manusia setengah tikus raksasa itu berhasil menangkap tali itu dan di tarik perlahan lahan hingga sampai di tepi lumpur yang pekat berbahaya itu.


"Hah !! Ternyata kamu yang sudah menolong aku yang hampir mati tenggelam di dalam lumpur itu..!" Manusia setengah tikus raksasa itu melihat super ratman berdiri lima meter dari tempat manusia setengah tikus raksasa itu berada setelah keluar dari dalam lumpur yang pekat berbahaya.


"Terimakasih kawan!! Kemari mendekat.." manusia setengah tikus raksasa itu ternyata punya niat jahat ingin menangkap super ratman.


Saat super ratman mendekati manusia setengah tikus raksasa itu, tangan kanannya manusia setengah tikus raksasa menyambar tubuhnya super ratman hingga tubuh super ratman berada dalam genggaman tangan manusia setengah tikus raksasa dan langsung dilemparkan tubuh super ratman yang arah pusaran lumpur pekat yang mampu menarik apapun yang ada di dekatnya.


Super ratman dilempar oleh manusia setengah tikus raksasa tepat ketengah pusaran lumpur pekat.


"Hahaha..kini matilah kau !! Super ratman!!" Manusia setengah tikus raksasa bergegas pergi tinggalkan super ratman tenggelam dalam lumpur yang menyedot tubuh super ratman hingga sudah setengah badan tubuhnya super ratman berada dalam lumpur yang menyedotnya.


"Kurang ajar kamu!! Manusia setengah tikus raksasa!! Sudah aku tolong kini kamu menjatuhkan aku dalam lumpur ini!!" Super ratman berusaha keluar dari tarikan lumpur pekat itu.


"Aku belum mati...!!" Super ratman perlahan sudah ketarik pusaran lumpur pekat hingga batas leher super ratman.


Tinggal kepala super ratman yang terlihat di tengah lumpur pekat yang kuat terus menerus menarik tubuh super ratman hingga tak terlihat tubuhnya super ratman tersedot lumpur pekat itu.


Hanya tersisa, terlihat kedua tangannya melambai lambai diatas lumpur pekat itu.


Beberapa menit kemudian super ratman sudah tenggelam di dalam lumpur dan tak terlihat sedikitpun bagian tubuhnya di lumpur itu.


Sesaat kemudian ada tangan muncul keluar dari dalam lumpur sembari memegang tombak yang dilemparkan kearahnya.


Tombak itu pada ujung belakang terdapat tali panjang yang telah diikat di sebuah pohon ditepi dekat lingkaran lumpur pekat itu.


"Terus tarik terus tarik ..! Jangan putus asa! Kamu bisa selamat!" Teriakan itu ada diatas pohon.


Akhirnya super ratman muncul dari dalam lumpur dan melesat ke atas melompati pepohonan lalu mendarat kebawah tanah.


"Akhirnya aku selamat..! Siapa tadi yang telah menyelamatkan diriku? Kok sekarang sudah tak terlihat lagi ..


..sumber suaranya ada diatas pohon itu..tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi.. kemana perginya..sang penolong itu.??" Super ratman bertengger di tangkai pohon besar sembari melihat kondisi sekeliling tempat itu namun tidak melihat sang penolong itu.


Namun disaat super ratman terdiam mengamati sekeliling tepi lingkaran lumpur itu, pohon bergerak begitu cepat goncangannya membuat super ratman menoleh kebelakang dan ternyata manusia setengah tikus raksasa itu datang dan menarik pohon hingga ke akar-akarnya.


Super ratman melompat keluar dari atas pohon itu.


"Beruntung kamu masih hidup!! Karena sang penolongmu telah pergi ketakutan melihat diriku!?" Manusia setengah tikus raksasa melempar pohon yang telah dicabutnya dan langsung dilempar kearah super ratman yang telah keluar dari atas pohon itu.


"Ternyata tidak kena pohon itu!! " Manusia setengah tikus raksasa berlari mengejar super ratman yang melompat dari pohon ke pohon yang lainnya.


"Jangan harap bisa menangkap diriku!!" Super ratman melompat turun ke bawah tanah dan menangkap kaki kanannya manusia setengah tikus raksasa itu dan diangkatnya lagi hingga tinggi.


Dilempar manusia setengah tikus raksasa itu kearah lingkaran lumpur pekat tadi dan tepat jatuh di lingkaran lumpur pekat yang menarik seluruh tubuhnya begitu cepat hingga tak terlihat sedikitpun bagian tubuhnya manusia setengah tikus raksasa itu.


"Kali ini kamu sudah berakhir manusia setengah tikus raksasa!!!" Super ratman melompat pergi jauh tinggalkan tempat itu menuju ke barat.


"Dimana ya..sang penolong itu pergi? Aku masih belum melihat dengan jelas siapa dia?" Super ratman melesat pergi jauh melompati pohon-pohon, melompati rumah-rumah, melewati gedung tinggi pencakar langit.


Hingga sampai di sebuah kota unik dengan berbagai macam bentuk bangunan yang tinggi seperti menembus langit.


Super ratman berdiri diatas salah satu gedung pencakar langit yang berbentuk seperti kerucut, tepat ditengahnya terdapat seperti besi padat panjang lima meter, super ratman berdiri disitu melihat jauh kedepan pemandangan kota modern dengan berbagai keunikannya.


"Tapi aku masih ingat suara sang penolong ku itu... seperti suara yang kecil nyaring... nampaknya ada yang aku ingin jenis suara keras seperti itu saat sang penolong berteriak keras dan ku rekam dalam pikiran ku ini.." super ratman masih mencoba merekam suara sang penolong itu dan mencoba mengingat sesuatu yang pernah super ratman dengar sebelumnya.


Langit memerah sekilas ada sinar putih melintasi langit diatas kota modern itu, membuat super ratman terkejut dan mengamati bekas garis putih dilangit yang mulai gelap karena matahari mulai tenggelam di barat.