SUPER RATMAN

SUPER RATMAN
SUPER RATMAN SEPERTI TERBAKAR



"Tapi aku tidak bisa bergerak dengan kecepatan tinggi karena kondisi kaki kananku terluka ditembak sinar biru dari seseorang yang tidak diketahui posisinya..


"Super ratman berjalan dengan kaki tidak begitu cepat, mencari tempat bersembunyi.


"Aku harus kembali tapi kondisi seperti ini.." super ratman melompat cukup jauh ke arah pohon namun terjatuh diantara pohon itu.


Beberapa waktu berlalu super ratman pingsan dan tak sadarkan diri.


Super ratman bermimpi dibawa seseorang yang berpakaian serba hitam disuatu ruang dipenuhi lampu terang benderang menyoroti tubuh super ratman.


"Apa yang telah terjadi pada diriku ini??


... tubuh ku terasa kaku pada sekujur tubuhku ini.." super ratman melihat ada alat pemotong rumput tepat didepan kepalanya hingga dia terkejut.


"Hei..!! Apa yang kalian lakukan ?? Jangan diam saja!!" Super ratman menatap kearah orang -orang disekitarnya, nampak seperti manusia robot bergerak perlahan tanpa ada tanda-tanda seperti manusia pada umumnya.


Tanpa banyak bicara orang -orang itu memegangi kedua tangannya super ratman dan langsung mengikat nya di atas kasur begitu juga kedua kakinya diikat.


Setelah kedua tangan dan kedua kakinya diikat beberapa waktu kemudian datanglah seorang agak setengah tua namun tetap sama persis dengan yang lainnya.orang itu juga tanpa ada kata-kata menyuntikkan cairan kedalam tubuh super ratman.


"Ooooohhh....!!! Apa yang kalian lakukan padaku?! Seluruh tubuhku terasa panas dan kaku.." super ratman mau melawan tidak bisa karena tubuhnya diikat dengan tali besi baja, kedua tangannya, kedua kakinya dan bahkan badannya juga diikat dengan bahan yang sama.


Sesaat kemudian super ratman seperti seluruh dalam tubuhnya terbakar hebat, detak jantung berdetak kencang kedua matanya seperti mau keluar dari tempatnya, kedua matanya memerah menyala bagai bara api, hanya sekejap tanpa diduga super ratman menjadi kuat mampu melepaskan tali rantai besi yang mengikat seluruh tubuhnya itu.


Usai mampu melepaskan atau merusak seluruh tali rantai besi baja yang mengikatnya lalu dia super ratman bangkit dari tempat tidurnya,dan melompat menghancurkan apa saja yang ada didalam ruangan itu.


Super ratman mengamuk bagai hewan buas yang siap menerkam mangsanya yang ada didepannya.


Super ratman dihujani tembakan namun super ratman tak menghiraukannya karena semua peluru itu tak satupun mampu melukai dirinya.


"Kalian tak bisa melukai aku hanya dengan senjata api itu..!!" Super ratman melompat ke arah jendela kaca namun tak mampu keluar dan memecahkan kaca jendela itu.


Tiba-tiba ada tembakan air membasahi wajahnya dengan begitu deras hingga super ratman tak bisa untuk bernafas.


"Sudah!! Sudah!! Hentikan aku tidak bisa bernafas..!!" Super ratman terbangun dari mimpinya setelah ada air yang disiram ke wajahnya hingga terbangun dari tidurnya.


"Apa yang terjadi?" Super ratman nampak sadar dari tidurnya dan melihat sekeliling tempat itu sudah banyak orang berkumpul di tempat super ratman berada.


Salah satu orang yang berdiri mengitari super ratman mendekati.


"Tadi kami lihat kamu seperti terbakar dan berlari kearah sini entah darimana munculnya, hingga kami mencoba memadamkan api yang telah membakar tubuhmu sebagian."orang itu menceritakan kejadian yang dia lihat.


"Tapi aneh!! Tubuhmu nampak terbakar tapi tidak ada sedikitpun yang nampak dari luka bakar itu... semua hilang lenyap dalam sekejap setelah terkena air untuk memadamkan api pada tubuhmu.." orang yang lain juga ikut bicara tentang keadaan dan kejadian aneh menimpa dirinya, super ratman.


"Sudah..! Terimakasih semuanya..aku harus pergi!" Super ratman melompat lari cepat dan menghilang entah kemana.


Orang yang ada di sekitar lokasi kejadian itu heran apa yang telah terjadi pada super ratman.


"Siapa dia? manusia atau bukan? kok terbakar tapi tidak ada luka bakar... aneh bener dia... manusia super!!" orang lainnya berkata dalam hatinya.


hampir sama apa yang dikatakan orang itu.


Super ratman terus melesat ke arah pegunungan es.


"Cukup sudah perjalanan yang ku tempuh..!!" Super ratman berhenti dibawah pohon besar yang sudah berusia lama berdiri pohon besar itu, pohon besar yang rindang cocok untuk berteduh dengan udara cukup segar di lereng gunung es itu.


"Ternyata tadi aku bermimpi diberikan suntikan cairan yang tak terlihat apa fungsinya..dan terbangun aku disiram air oleh orang lain karena dianggap aku terbakar...


... padahal aku hanya luka tembak sinar biru dari penembak misterius.." super ratman duduk dibawah pohon besar yang berusia sudah tua, super ratman mengamati kaki kanannya yang telah ditembak dengan sinar biru dari jarak jauh oleh penembak misterius.


"Nampaknya sudah tidak terlihat lagi luka tembakan sinar biru tadi .. padahal belum lama barusan sudah hilang luka hasil tembakan sinar biru itu...


... begitu aneh yang terjadi pada diriku.." super ratman mencoba membuka lembaran cerita lalu yang telah lama dilewatinya.


"Aku masih ingat pertama kali aku mempunyai kekuatan super dari kejadian gigitan tikus besar dirumah dan sejak itu aku ..tubuhku mengalami perubahan perilaku dan juga kekuatan super yang tak pernah kusangka sebelumnya...


... hingga aku ditangkap dan dijadikan kelinci percobaan oleh mereka ditempat rahasia.." super ratman mengingat sesuatu yang telah terjadi pada dirinya diwaktu lalu .


"Kini aku juga semakin kuat energi yang ada dalam diriku..! Mudah menyembuhkan berbagai macam jenis luka juga luka bakar dan tembakan sinar biru seketika hanya beberapa waktu sudah hilang luka tembakan ini.." super ratman menyadari akan perubahan kemampuan yang dimiliki dalam dirinya. Kekuatan SUPER.


"Tapi dibalik kekuatan super yang aku miliki ada yang mengincar diriku untuk dijadikan bahan senjata mencapai keinginan mereka.." super ratman mengingat sesuatu yang telah terjadi sebelumnya.


Tiba-tiba ada beberapa senjata sudah ada di belakang super ratman, menodongkan senjata, senjata berupa senapan panjang.


"Berdiri perlahan ! Angkat kedua tangannya.. jangan coba untuk melawan !" Seorang bertubuh tinggi besar berpakaian tebal memakai topi jerami.


"Ya..apa salahku ? Aku hanya istirahat dibawah pohon besar ini.." super ratman berdiri dengan tenang sambil mengangkat kedua tangannya.


"Kamu darimana?! Apa kamu salah satu penjahat yang telah menghancurkan daerah kami diwaktu lalu..?!" Orang tua itu terus mendorong dirinya untuk berjalan kedepan menuju ketempat yang ditunjuk pak tua itu.


"Menyerang ?? Bukan aku ! bukan bagian komplotan mereka yang telah menghancurkan daerah ini.." super ratman berdiri sambil mengangkat kedua tangannya dan berjalan didepan orang yang sudah tua itu menodongkan senjata api di punggungnya super ratman.


"Lalu.. sedang apa kamu ada disini..? "Orang tua itu terus menodong senjata api ke punggung super ratman.


"Aku hanya beristirahat sebentar di bawah pohon itu..." Super ratman berjalan perlahan sembari masih mengangkat kedua tangannya berjalan kedepan.


"Aku akan berputar dan balik menyerang kakek ini.." super ratman berbisik dalam hati.


Secepat kilat super ratman berputar kearah kakek itu dengan cepat meraih senjata api yang sedang dipegangnya.


"Kini apa yang akan kamu lakukan ? Senjata api ini sudah ada di tanganku..?!" Super ratman menodongkan senjata api kearah kakek lalu tersenyum dan mengembalikan kepada kakek itu.


"Aku bukan seperti yang kakek kira! Aku buka dari sini..aku pengembara yang kebetulan istirahat dibawah pohon besar itu.." super ratman segera melompat jauh berlari begitu cepat hingga lenyap tak terlihat oleh kakek tua itu.


"Hem.. siapa dia? Datang dan pergi begitu misteri...secara bentuk seperti manusia biasa namun seluruh tubuhnya dipenuhi bulu seperti hewan tikus,dia punya kemampuan bergerak begitu cepat hingga tak bisa dilihat dengan mata karena kecepatan yang dimilikinya.."kakek itu terus bertanya tanya dalam hati tentang orang itu.


Kakek itu kembali ketempat dia tinggal di daerah lereng gunung es.