
Tiba-tiba kakek itu dihujani peluru dari arah yang cukup jauh di atas gunung es.
"Oooohh..!!"Kakek itu terkapar tak berdaya dihujani tembakan sinar biru dari jarak cukup jauh diatas gunung es.
"Oh..! Aku dengar suara kakek tua itu disana setelah aku tinggalkan tempat itu.." super ratman segera berpaling dan melesat terbang tinggi menuju sumber suara atau dimana kakek tua itu berada tadi.
"Oh..! Siapa yang telah melakukan ini semua?? Begitu gila !!"super ratman sudah ada di dekat Kakek itu yang sudah tak berdaya terkapar ditanah rerumputan hijau.
"Nah aku dengar ada sesuatu diatas gunung es itu.. pasti ada disana." Super ratman melesat kearah gunung es namun sebelum sampai di atas gunung es super ratman sudah di incar dengan tembakan sinar biru.
"Mereka telah mengarahkan tembakan sinar biru kearah bagian tubuhku yang sangat penting." Super ratman menghindari setiap tembakan sinar biru
mengarah ke dirinya.
Super ratman melompat kesana-kemari menghindari tembakan sinar biru.
Super ratman mengerahkan kemampuan untuk berlari secepat mungkin hingga para penembak jitu itu kehilangan sasarannya.
"kemana bocah aneh itu? tak terlihat lagi pada teropong jarak jauhku ini." penembak jitu itu mencari posisi dimana keberadaan buruannya, hingga beberapa waktu kemudian, super ratman sudah ada di belakang mereka,tanpa banyak basa-basi lagi super ratman menyerang para penembak jitu itu dengan pukulan cakar kedua jari-jari tangan super ratman.
"Hiat!!!" super ratman menghabisi satu persatu penembak jitu itu hanya sekali cakaran kedua tangannya mampu merobohkan mereka, mereka bahkan tak sempat melawan ataupun menghindari serangan yang dilancarkan super ratman.
Hanya hitungan detik super ratman merobohkan tiga penembak jitu diatas gunung es itu, kecepatan yang dilancarkan oleh super ratman bisa dihindari begitu cepatnya pukulan itu.
"Kalian tak berarti apa-apa!"Super ratman melesat pergi setelah merusak senjata sinar biru itu jadi beberapa bagian terpotong hingga sudah tak bisa digunakan lagi.
Super ratman melompat lompat dari satu bukit kebukit lainnya melesat terbang begitu cepat hingga tak terlihat gerakan tubuhnya.
"Gila!! Siapa dia? Manusia setengah tikus atau apalah namun dia punya kemampuan super yang tidak dimiliki manusia biasa...
... jika bisa menangkapnya bisa berguna untuk kita,bisa digunakan untuk melakukan rencana yang kita inginkan..!" Salah satu penembak jitu itu berbicara dengan kawannya yang lain.
"Betul ! Kita bisa manfaatkan kemampuan dirinya untuk rencana kita semula.." penembak kedua menambahi percakapan mereka.
"Ayo lekas kita kejar dia !!" Pakai ini kendaraan bermotor yang mampu melaju di atas es dengan cepat..!" Seorang penembak jitu membersihkan tumpukan es disampingnya dan terlihat ada kendaraan yang dapat melaju di atas es maupun salju.
Mereka segera mencoba mengejar super ratman dengan kendaraan yang dimodifikasi untuk melaju diatas es atau salju.meskipun sudah terlalu jauh pergi mereka bergerak cepat mengejar super ratman.
Beberapa menit kemudian para penembak jitu sudah mampu membuntuti super ratman dari belakang dan hampir mendekati super ratman.
"Aku mendengar suara mesin kendaraan motor es, kendaraan bermotor yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi diatas es.
"Kemana dia ? Padahal barusan aku lihat dar jarak yang tidak begitu jauh dia berhenti disini... namun sudah tak terlihat hilang tepat di tanah rerumputan hijau ini." Penembak jitu pertama menunjuk ke bawah tanah rerumputan hijau ini.
"Apa kamu yakin apa yang kamu lihat tadi?" Penembak jitu kedua datang sesaat kemudian.
"Benar ! Aku lihat jelas dia berhenti dan menghilang tepat disini di atas tanah rerumputan hijau ini..!" Penembak jitu pertama meyakinkan penembak jitu kedua apa yang dia lihat tadi.
"Apa mungkin dia masuk kedalam tanah rerumputan hijau ini?" Penembak jitu ketiga datang tidak lama kemudian menimpali pembicaraan mereka berdua.
"Apa bisa bisa? Dia masuk kedalam tanah begitu cepat padahal tak terlihat bekas kerukan tanah yang dilubangi seperti seekor tikus saja !" Penembak jitu pertama membungkuk memperhatikan tanah rerumputan hijau itu sembari membuka rerumputan hijau itu.
"Coba kita buka rerumputan hijau ini..atau ada pintu rahasia bawah tanah?" Penembak jitu kedua bersama dengan yang lainnya membuka rerumputan hijau itu namun tidak ada bekas lubang apapun disitu.
"Sst.. aku dengar ada gemuruh di dalam tanah itu..!" Penembak jitu pertama mundur beberapa langkah dan diikuti penembak jitu kedua dan ketiga.
"Ada sesuatu akan keluar dari dalam tanah itu...
.. mari kita menyingkir dan sembunyi di pohon atau rumput ilalang tinggi.." penembak jitu kedua memberikan aba-aba untuk segera tinggalkan tempat itu dan sembunyi yang tak terlihat.
Tidak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari dalam tanah tepat diatas rerumputan hijau itu keluar makhluk aneh seperti setengah manusia setengah tikus dengan giginya lebih tajam dari tikus pada umumnya dan bahkan lebih tajam dari pisau, tubuhnya banyak ditumbuhi bulu-bulu halus seperti bulu tikus tanah.
Makhluk setengah manusia setengah tikus itu berkulit juga sama dengan kulit tikus, namun kedua matanya seperti mata manusia biasa punya bulu mata dan juga a terdapat alis mata yang tebal panjang hidungnya cukup besar, kupingnya seperti kuping tikus, tubuhnya tinggi besar, tinggi tubuhnya kira-kira empat meter lebih, tapi manusia setengah tikus itu memakai kaos hitam dan celana pendek hitam pula, kedua tangannya kuat dengan jari berkuku panjang putih mengkilap seperti pisau.begitu pula dengan jari-jari kakinya berkuku panjang dan tebal.
Tapi dia ternyata bukanlah super ratman yang mereka kejar tadi, karena manusia setengah tikus itu lebih besar tubuhnya juga lebih tinggi dan nampak lebih seram dan ganas.
"Ada makhluk aneh..dia seperti seekor tikus raksasa bertubuh manusia." penembak jitu pertama berbisik kepada penembak jika kedua.
"iya..beda dengan yang telah menyerang kita tadi di gunung es.." penembak jitu kedua menyahut ucapan penembak jitu pertama.
"Hati-hati nampaknya dia manusia setengah tikus itu bisa mendengarkan suara dari jarak jauh..coba lihat dia berpaling kearah kita.." penembak jitu ketiga mengingat hal itu pada mereka.
"Kerr!!! siapa tadi yang telah berbicara?!" manusia setengah tikus melihat sekeliling tempat itu sembari berjalan mencari sumber suara itu.
"Manusia setengah tikus itu mendekati tempat kita... kita harus hati-hati.." penembak jitu mengeluarkan tali dari balik bajunya.
Disusul dengan penembak jitu kedua juga mengeluarkan tali dari dalam tas pinggang yang dipakainya.
"Kita sudah siap jika manusia setengah tikus raksasa itu mendekati kita.. kita bisa langsung sergap dengan tali ini kuat..!" penembak jitu ketiga juga mengeluarkan tali dari dalam tas pinggang juga sama dengan penembak jitu kedua.