Sugar B [BL]

Sugar B [BL]
SUGAR B 04



Sorot mata tajam itu terlihat sangat serius. Saat tangannya perlahan menyentuh ikan mas dengan berat satu kilogram itu di atas meja kitchen set. Tubuh ikan ini terlihat kusam, dan berlendir; dari bau juga sudah agak busuk, menyengat, dan asam; dari mata terlihat cekung, dan masuk ke dalam rongga mata; bagian sisik mudah rontok; bagian mulut terbuka, dan insang berwarna merah gelap. Sudah dipastikan bahwa ikan ini tidak segar. Sejurus kemudian, ia pun menghadap kamera. “Kalian semua bisa lihat, perbedaan jauh antara ikan segar, dan ikan tidak segar. Sederhananya kita bisa melihat bagian insang secara langsung, yaitu apabila berwarna merah cerah, maka bisa dipastikan ikan tersebut segar, dan aman untuk dikonsumsi. Sedangkan ikan dengan insang berwarna merah gelap atau kecoklatan itu tidak segar, dan beresiko membawa penyakit, dan keracunan makanan—juga mengandung banyak bakteri,“ ucap Dana.


Dana adalah seorang chef perempuan berambut pendek seperti seorang pria. Dia terlihat sangat maskulin. Dia baru berusia 20 tahun, dan sedang kuliah semester enam jurusan pariwisata di BTP. Dia bercita-cita ingin menjadi seorang chef, dan mendirikan hotel serta restoran ternama. Dia juga seorang youtuber terkenal dengan jumlah 2,5jt subscriber. Pendapatan dia di dunia youtube pun terbilang sangat fantastis, yaitu sekitar 500jt per bulan.


Setelah ia mengganti ikan mas—yang tidak segar tadi dengan ikan mas yang segar, ia pun mulai memasak sebuah menu, yaitu Ikan Mas Bakar Sambal Kecombrang. Pertama-tama goreng dulu ikan masnya sebentar secara deep fried hingga menguning dan kecoklatan. Kedua lelehkan margarin, masukkan bumbu halus, lalu tumis hingga harum. “Nah, setelah bumbu yang ditumis udah mulai k e c i u m aroma wanginya, baru kita masukkan air secukupnya, kecap manis, dan garam. Lalu, kita biarkan hingga mengental,“ ucap Dana menjelaskan dalam video hari ini.


Belum selesai di situ saja, Dana harus mengunjungi SMP Negeri 37 Batam. Di sana ia akan berbagi resep, mengenai cara membuat cemilan sederhana, sehingga bisa menjadi peluang usaha bagi anak muda, terutama remaja. Dana juga sering diundang sana sini untuk berbagi sedikit ilmu—pun memiliki tempat kursus tata boga di Baloi, Batam. Sebagian besar peserta kursus adalah ibu rumah tangga dan pelajar sekolah menengah atas. Satu hal lagi. Di sekolah itu juga ada sepupu laki-laki dari pihak ibu. Dia lah Bisma Hertanto.


Satu unit mobil Toyota FT86 itu pun tiba di depan pintu gerbang masuk sekolah. Dana datang sendiri tanpa di dampingi oleh siapa pun. Dia memakai kemeja tipis oversize berwarna coklat, dan celana hitam kain. Perempuan dengan tinggi 176cm itu pun memasuki area halaman sekolah. Seluruh pasang mata tertuju kepada dirinya. “Gila! Ganteng banget!“ ucap salah satu murid perempuan. Ia datang kemari tepat saat jam istirahat. Hal ini bertujuan supaya para murid tidak ketinggalan pelajaran.


Seluruh murid dari kelas satu sampai Kelas tiga pun diminta untuk segera berkumpul di aula. Semua murid begitu bersemangat mengambil tempat duduk masing-masing secara lesehan di lantai aula. “Nora, kita di sini aja,“ seru Sarah. “Selamat siang? Hari ini kita kedatangan seorang chef terkenal asli Batam, yaitu Dana Santoso. Silahkan dimulai Mba Dana,“ ucap Bu Esti mempersilahkan. Dana pun menerima mic tersebut dengan badan sedikit membungkuk, sebagai tanda sopan dan santun kepada yang lebih tua. “Selamat siang semua,“ ucap Dana sembari tersenyum.


Semua orang terkejut setelah mendengar suara Dana. Dia perempuan, tapi dia memiliki suara yang agak sedikit berat seperti laki-laki. Nora tertegun melihat Dana di depan sana. Dana adalah salah satu youtuber favorit Nora. Hampir setiap hari Nora menonton channel youtube Dana. Setelah acara selesai; orang-orang juga ramai berfoto bersama Dana. Jujur Nora juga ingin. Tapi, di sisi lain ia juga takut ketahuan oleh Fajar, jikalau ia telah memiliki satu unit hp. Huft, Nora pun menghela nafas berat. “Lu mau foto bareng dia? Foto aja cepetan,“ ucap Sarah.


“Errr itu Sa.. Gu-gue takut ketauan ama kakak gue kalo gue punya hp,“ ucap Nora. “Udah~ Pake hp gue aja,“ ucap Sarah sembari mendorong Nora ke depan. “Eh? Ng-nggak jadi, deh. Gue malu Sa,“ ucap Nora kemudian. Sarah jadi sebal. Fans mana yang tidak ingin foto-foto bersama idola sendiri? Tadi alasannya gara-gara takut ketahuan? Lalu, sekarang apa? Gara-gara malu? Huh, dasar Nora, batin Sarah. Nora benar-benar sangat terkejut. Saat ia bisa berhadapan dengan Dana secara langsung sedekat ini.


Sorot mata Dana pun tiba-tiba tertuju pada seorang murid perempuan berbadan pendek—yang ada di hadapannya. Dia terlihat sangat terkejut dan gugup. “Kak, temen aku mau foto bareng kakak juga. Boleh, ya?“ ucap Sarah. Dana pun tersenyum lebar. “Boleh,“ sahut Dana. Dana berpikir bahwa murid perempuan dengan tag name Nora itu sedang malu-malu. Jadi, ia pun menarik tangan Nora pelan. Dana melingkarkan tangannya di p i n g g u l Nora. Sedangkan jari-jemari pada tangan kirinya membentuk piece. “Satu dua tiga,“ ucap Nora memberi aba-aba saat ingin membidik gambar.


Bisma menatap uang tersebut sambil tersenyum remeh. “Berani juga lu bayar lunas ke gue? Heh,“ ucap Bisma sarkasme. “Cepetan lu ambil. Gue nggak mau, ya? Dicap nggak nepatin janji?“ ucap Fajar malas. Bisma benar-benar sangat keterlaluan. Pasti dia sedang berencana ingin mempermalukan Fajar di depan umum. “Lu simpen lagi ntu duit, karna gue nggak sudi nerima duit dari lu. Gue nggak mau ketularan kampungan dan miskin kek lu,“ ucap Bisma. Bagi Fajar harga diri itu paling utama. Biarlah semua orang membenci. Toh, Fajar juga tidak meminta makan kepada mereka.


Fajar pun melempar uang tersebut tepat di depan wajah Bisma. Sorot mata Bisma menajam—pun dua bola mata itu serasa ingin meloncat-loncat dari sana. “Berani lu, hah?!“ ucap Bisma geram. Ia mencengkeram kerah leher seragam Fajar. Fajar sama sekali tidak takut. Cuih! Fajar tidak akan membuat dirinya terus-terusan diperlakukan seenaknya oleh Bisma. Tiba-tiba Bisma merasa seperti ada seseorang—memukul tengkuk lehernya dari belakang. “Bangsat!“ ucap Bisma emosi—pun memutar badan ke belakang.


“Kenapa? Oh? Jadi gini kerjaan lu di sekolahan, hah? Kerjaannya ngebuli orang doang? Lu liat aja ntar, gue bakalan laporin kelakuan lu ke Tante Hilma sama Om Toidin,“ ucap Dana mengancam. “Gue nggak takut,“ ucap Bisma dengan mata melotot. Dia bahkan berani menatap orang yang lebih tua darinya dengan tatapan seperti itu. Bisma melengos. Lalu, ia pun pergi meninggalkan Dana dan Fajar begitu saja. Dana menghela nafas sambil geleng-geleng kepala, melihat kelakuan adik sepupunya yang nakal itu. “Lu sering diginiin sama dia?“ tanya Dana. Fajar menutup mulut rapat-rapat. Di sini masih ada teman satu geng Bisma. Kalo gue ngaku gitu aja, bisa-bisa mereka ngelaporin gue ke Bisma, batin Fajar.


Fajar tidak ingin masalah jadi semakin rumit. “Lu pasti diancem sama tuh anak. Lu tenang aja. Lu serahin ke gue. Biar gue yang ngasih pelajar ke tuh anak,“ ucap Dana. Fajar pun tersenyum simpul. Fajar tidak tau menau; apa hubungan antara Bisma dan Dana. Kalau dilihat dari interaksi antara keduanya, sepertinya mereka adalah keluarga dekat. Hm, entahlah, bukan urusan gue juga, batin Fajar.


.


.


IG @soominid


W A T T P A D: thewinofspring77