Strange Love

Strange Love
Cinta pertamaku 3



Aku melangkah pergi keluar dari kelas ternyata luciver juga ikut dihukum keluar kelas. Aku bertanya dalam hati, kenapa hanya aku dan dia yang kena hukuman hari ini?, apakah ini karena mimpiku tadi malam tetapi teman-temanku tidak menanyakan handsaplas ini dipipiku mungkin dia pikir ini hanya untuk keren, gaul, update gitu.


" Heh, jangan melamun disini banyak setan tahu, nanti masuk ke tubuhmu lho" . Dia mencoba bangunkan lamunanku.


" Eyyo, Kau kali setannya yang setiap hariku kau merusaknya". Jawabku.


" Kenapa kau salahkan aku aku?". Tanyanya.


" Iya, kalau bukan kau siapa lagi yang bisa usill....terus menjahiliku" . Jawabku.


" Kau ini..". Kesalnya.


" Hey, jangan ribut disini. Ribut di hutan sana, temanmu ingin belajar bukan ingin mendengarkan keributan kalian disini, kalian ini..". Gertak bu fatimah." Seperti jodoh saja". Lanjutnya.


" Apa? Ih-iihhh, nggak mungkin". Pekikku. Aku membayangkan jika itu terjadi, apa yang akan terjadi padaku, aku memandang luciver.


" Apa lihat-lihat!". Gertaknya.


" Ge er banget sih kamu, heh..". Aku memalingkan wajahku. Detik itu juga debar jantung didadaku terasa menyakitkan, wajahku merah padam. Seperti ada kembang api di dalam kepalaku. Hampir saja jantungku mau copot rasanya. Tanda apakah ini, pikirku. Apa aku sakit keras?, apakah aku sedang bermimpi?. Aku terus menanyakan dalam hati ini pun tak ada jawabanya, Haruskah aku menayakan pada yang lain?, aku terus bertanya dalam hatiku ini.


Tiba-tiba kepala sekolah menghampiri kami dan menanyakan sesuatu.


" Cinta dan Luciver, bapak punya kejutan untuk kalian, kalian bisa ikut bapak ke kantor?". Tanyanya.


" Emangnya kami mau diberi apa pak?". Tanyaku dengan bodohnya.


" Ayo ikut ajah". Jawab kepala sekolah.


Hari itu juga aku dimarahin sama mamah dan papahku habis-habisan. Aku tidak tahu kenapa padahal aku sudah menyiapkan buku itu dari awal tetapi entah kenapa buku itu hilang.


Waktu terus berlanjut. Entah hari itu hari sial atau ketidakberuntunganku. Walau aneh tapi nyata. Mengapa buku itu tiba-tiba menghilang seperti ditelan bumi.


" Cin, kamu kemarin kemana?, kok, nggak berangkat?". Tanya angel dengan wajah ingin tahu.


" Iya kenapa?, atau kamu sakit?". Sahut anggun.


" Nanyanya satu-satu dong, iya aku jawab, sabar ya. Kemarin aku discor sama kepsek tapi aku masih ragu deh siapa yang mengambil bukuku ya?, atau jangan-jangan luciver?". Jawabku dengan pertanyaan-pertanyaan rumit yang ada dikepalaku ini.


" Kamu jangan asal menuduh, kalau bukan dia gimana?". Usul angel.


Aku masih ragu dalam benakku hanya anak itu yang lewat dipikiranku. Kenapa aku harus memikirkanya. Dia bukan siapa-siapa aku. Aku masih melamun. Dan lagipula siapa lagi anak jahil sedunia kecuali dia. Aku sangat kesal dan marah kali ini.


" Kamu mau kemana?". Teriak angel. Aku berlari meninggalkan teman-temanku.


Aku pun tidak menjawabnya. Aku langsung mencari anak itu ternyata ada di lapangan basket. Aku dipinggir lapangan basket ingin menghampiri dan akan menanyakan sesuatu yang penting dan melambaikan tangan padanya. Dia adalah ketua tim basket dan jagonya main basket dan juga banyak penggemarnya terutama anak perempuan. Tiba-tiba bola melayang melayang ke kepalaku. Burung-burung mengelilingi kepalaku. Semua ini sangat gelap dan sangat gelap. Mataku tak bisa membuka. Tubuhku lemas dan pusing. Tubuhku terhempas di tanah. Semua orang mencoba membangunkanku. Dalam samar-samar mataku, seseorang mengangkat tubuhku ke UKS ternyata luciver aku mengenali suara dari deru nafas dan langkah larinya sambil membawaku.


Luciver tidak tahu sesuatu apakah yang menarik hatinya untuk menolong seseorang yang dibencinya yaitu Cinta. Hidungku mencium bau wangi. CPR buatan alias nafas buatan telah diluncurkan dari luciver dengan lembut. Memasukan oksigennya kepadaku berkali-kali. Luciver berkali-kali ******* bibirku dan mengatakan kepadaku untuk bangun. Luciver membisikan sesuatu ke telingaku. Aku merasakannya nafas yang hangat masuk ke gendang telingaku. Dia membisikanku kalau aku tidak bangun maka dia akan mencium tengkukku ini alias leherku. Dia geram karena aku tak bergerak sekali pun. Lalu dia mengecup leherku. Dia sambil meremas tanganku. Dia seperti vampir yang memaksa mangsanya karena haus darah. Lalu dia enggan untuk pergi tetapi dia harus pulang untuk memenuhi janji.


Aku terbangun dan kepalaku sedikit pusing. Aku mencoba bangun dari tempat ini dan berhasil. Tak ada orang satu pun di UKS berarti aku seorang diri disini. Aku mencari temanku tetapi mereka sudah pulang. Melihat jam di tanganku aku sudah berdiam diri di sini hampir 1 jam.


Aku berjalan seorang diri di jalab raya. Orang memandangku dengan aneh. Mereka pikir aku anak jalanan yang ditinggalkan orang tuanya. Padahal kan tidak. Aku hanya pulang terlambat dan hanya itu.


Hari mulai petang, matahari terlihat turun dari langit dan kabut senja di penghujung dunia barat. Aku bergegas juga berlari. Melangkah dengan cepat untuk pulang ke istana tercinta. Aku bergegas mengetuk pintu setelah ku buka tak ada yang menjawab salamku. Hatiku cemas memikirkan, kemana mereka?, dan juga ruangan yang gelap seperti gelapnya hari ini. Setiba detik itu juga.