
" Hahahaha...., kamu itu yah ada-ada ajah". Kataku.
" Iya mba Cinta, suwer deh". Jawab adikku. Banting pembicaraan lagi. " Tahu enggak mba, di sekolahan aku dikejar-kejar oleh semua gadis perempuan sampai aku bersembunyi di kamar mandi". Katanya.
" Hahaha..., lucu itu. Mungkin kamu kegantengan kali, terus kamu genit ya?". Ku coba meledeknya.
" Enggak kok, aku ya biasa-biasa ajah". Jawab adikku. Adikku cemberut dan sangat kesal padaku.
Adikku bernama andhit riano seorang anak SD yang sudah rupawan dimata kalangan orang dewasa maupun anak seumurannya. Aku bahkan sempat iri, seandainya aku laki-laki ya pasti akan dikejar seperti itu juga, batinku.
Lalu suara hp berdering dari bilik kamarku, aku terhenyak dan kaget dan memutuskan bincangan kami, kali ini adikku lolos dari ledekanku. Ku cari-cari dimana semula aku meletakannya ternyata ada di bawah bantal dan bonekaku. Kamarku yang berantakan seperti hal yang sudah terbiasa. Gadis remaja sepertiku yang malas membersihkannya.
Aku menjawab telepon itu tapi aku tidak tahu nomer siapa yang masuk ke hpku dan suaranya aku tidak kenal.
" Halo dengan siapa ini?". Suaranya terdengar seorang lelaki.
" Oh, ini siapa ya?". Aku balik bertanya.
" Ini dari sumber Telkomsel Jakarta". Jawabnya.
" Mau apa anda menelepon hp saya?". Aku tanyakan dengan gentak.
Suara itu menjawab, " Oh, anda mendapatkan hadiah berupa uang 200 juta dan satu buah mobil".
Aku menjawab, " Oh ya?, apakah itu benar?".
Ia menjawab," Iya betul ibu".
" Kartu ATMnya ada bu?". Tanyanya.
" Hah, ATM?, panggil aku ibu lagi?". kata hatiku. emm, kerjain ajah nih hehehe.
" Oh ATM ya, aku lupa nomornya, gimana?, datang ke rumahku ajah ya?". Tanyaku sedikit tawa di belakang layar.
" Bu, kira-kira sudah menikah belum?, kalau belum...". Tanyanya dengan hati-hati.
" Iya saya sudah menikah punya anak empat, suami saya ganteng buaaangett". Celoteh bohongku. " Kalau ga percaya nih ada suamiku".
Aku berkata kepada adikku untuk berpura-pura menjadi suamiku. Aku memikirkannya saja sudah terpingkal-pingkal ketawa saking gegetnya aku.
" Halo siapa ya?". Dengan nada suara yang besar dibuat-buat adikku seperti suami sungguhan.
Lalu aku mengambil hpku kembali.
" Oh, berarti itu uangnya dan mobilnya buat kepentingan keluarga anda saja ya bu?". Terdengar suara penipu itu dengan nada ramah dan memaksa. " ATMnya ada bu, biar saya tuliskan nomornya?".
marsyalloh orang ini membuatku mulas. " Oh, saya ini orangnya pelupa". Bohongku.
" Kenapa tidak langsung kesini saja hadiahnya langsung antar kan beres?". Tanyaku dengan kesal alias marah.
Dia mencoba berulang-ulang mengatakan hal yang sama ATM ATM mencoba membujuk dan merayuku tapi akhirnya dia mengalah dan memutuskan sambungannya kepadaku. Akhirnya, kata hatiku. Mungkin dia lelah berdebat denganku. Kepalaku pusing memikirkan kata-kata yang akan kulontarkan padanya. Membuatku geleng-geleng kepala. Kalo aku ganas akan aku hujat habis-habisan dia bahwa dia seorang penipu.
Aku menyiapkan untuk besok tentang sekolah baruku dari mulai peralatan sekolah sampai khayalan-khayalan memiliki teman yang baik hati. Terutama mengenai hal cinta pertamaku, aku bahkan menyeringai lebar saking tak sabarnya diriku. Namun belum menyiapkan segala hal untuk besok, aku tertidur pulas.