Sorry Sir

Sorry Sir
BAB 8



Tampang seorang pria di sebrang meja sudah asem tak tertolong. ia merasa kesal di perintah perintah saat di rumah nya sendiri. apalagi melihat sosok wanita muda yang lagi tersenyum malu malu itu. ia tau niat terselubung mahasiswa itu.


"Ambilkan piring sama sendok sekalian mas. masa ia makan paket tangan di bungkusnya? peka dikit dong mas. gimana mau dapet pasangan kalo gak peka "


Dengan terpaksa ia menuruti kemauan ibu nya gak tega rasa nya mengabaikan beliau. meski kesel lebih mendominasi.


Di letakan piring dan sendok di meja terus di tuangkan lotek nya pada piring dan di sodorkan ke ibu ratu.


"Silahkan dinikmati loteknya maaf ya seadanya. kamu tau sendiri pemilik rumah ini masih bujang. jadi belum ada sentuhan wanita selain art sama mama "


Ok siap siap di kuliti sama ibu ratu. aib yang tak seorang pun tau (selain keluarga) bakalan terbuka perlahan.


Lotek yang biasa menu favorit sekarang terasa hambar di lidah saat menerima tatapan dari sang ibu


" kamu masih kuliah ya? di jurusan apa kalo boleh tau "


" di jurusan pertanian masih mahasiswa pak mik juga "


niat hati ini memperjelas bahwa ia dan pak mik hanya sebatas dosen dan mahasiswa.


"semester berapa? sudah ambil skripsi "


" dia mahasiswa baru buka " sela pak mik


" oh mahasiswa baru. ko mau sama bujang lapuk ibu? kamu gak di paksa kan sama dia "


Tatapan sengit tertuju pada anak bujang nya yang serba salah.


" maksudnya ibu apa ya "


Halah sok laga polos padahal udah mancak mancak dalam hati sana.


"sudah jangan malu malu kaya ibu gk pernah muda aja. gak apa apa jalani aja dulu kalo jodoh semoga sampai ke pelaminan "


Waduh! pix udah makin dalam ni salah paham nya.


"Kami gak terlibat dalam hubungan seperti itu bu "


pak min yang sudah jengah mencoba melawan balik. gak ada yang bicara suasana menjadi canggung sampai acara makan lotek berakhir.


"sudah ibu pulang dulu yah. Vita kamu jangan sungkan untuk mampir ke rumah ibu. minta antar masmu. atau mampir sekian kali ibu sedang ada di sini. ibu tunggu ya cah ayu "


si dosmud semakin frustasi. dan masih terdiam di meja nya.


"Maafkan ibu saya Vita "


" gak papa pak " jawab Vita pelan


"saya tau kamu kurang nyaman tadi. tapi saya gak bisa bantu banyak. karena posisi kita sama sama tertekan "


Vita tersenyum kaku. namun yang terlihat sangat lah aneh. senyum di lihat tak sampai mata..


"maaf pak kapan kita akan memulai diskusi nya "


"Ah iya saya ada penawaran buat kamu " ia berhenti sejenak melihat respon vita yang sedang berbalas pesan entah dengan siapa.


Merasa tak mendengar Desan nya. Vita sadar diri dan mematikan ponsel memasukkan kedalam tas.


"di semester depan. saya mendapat jadwal di kelas kamu. melihat performa kamu selama ini. saya ingin menjadikan kamu kordinator kelas lagi "


.


Vita speechless


Yang tidak di utarakan dia juga sering ngata ngatain dosen muda itu di dalam hati. suka merutuki sikap beliau yang suka seenaknya pada maha siswa. ya walau itu udah jadi tuntutan pekerjaan sih.


"Gak salah pak "


"kenapa. kamu gak mau "


"bukan begitu pak tapi-"


"jarang jarang saya berlaku demikian. cuma sama kamu saya berlaku demikian. jadi "


"saya pikir pikir dulu pak "


Beliau tampak tak puas dengan jawaban Vita. ia menawarkan sesuatu pada seseorang. tentu lah bukan hanya menawarkan tapi itu pilihan cermat. siapa yang yang mempunyai bakat dan kompeten di bidang nya. dalam hal ini Vita termasuk kriteria nya.


" jangan terlalu banyak berpikir. saya melihat potensi yang besar dalam diri kamu. dan itu masih bisa di kembangkan dan di gali " biarlah terkesan memaksa itu demi kebaikan Vita


" saya akan gaji kamu "


buset enteng banget. emang ada kordinator kelas dapet gajih. kalo asisten praktikum baru vita percaya.


tapi buat pak dosen apapun akan di lakukan walau harus mengikhlaskan sedikit gajinya untuk Vita


" tapi saya gak kerjasama sama bapak "


" anggap saja reward dari saya. bener kata mu kita gak kerjasama. kamu Bekerja buat teman teman kamu "


Bisa bisa saya di demo sama temen temen saya. di suruh ngerjain tugas mereka dari awal sampai akhir kuliah.


"kok malah melamun " tanya dosen muda itu merasa di abaikan dia paling tak sukadan benci kalo di abaykan


"eh maaf pak "


" ok saya kasih kamu waktu sampai pengumuman KHS nanti. saya harap kamu menerima tawaran saya Vita "


Duh kalo gini gimana cara nya saya terbebas dari dosen killer ini. ? padahal saya udah berniat pensiun dari jabatan ini. jadi kalo dia pindah nanti udah ada kandidat yang menggantikan tapi emang Vita punya nyali untuk nolak dosmud killer itu.