Sorry Sir

Sorry Sir
BAB 3



Suara riuh memenuhi koridor depan ruang laboratorium. para mahasiswa terlihat sibuk dengan urusan masing-masing. tak lupa modul yang ada melekat pada diri masing-masing.


Ada yang menunduk membaca dengan serius. ada yang merem membaca sambil komat-kamit dan ada juga yang menyalin modul itu. dan yang lebih gila ada juga yang tiduran sambil menjahili teman yang sedang sibuk menghapal


"jaringan yang mengangkut hasil fotosintesis untuk di edarkan keseluruhan bag_"


"Xylem" potong sebuah suara yang membuyarkan konsentrasi belajar teman nya


"diem deh gak tau ini lagi belajar " tegur teman yang lain yang di ganggu


apa tanggapan si pelaku? dia malah ngakak guling guling mengapresiasi keberhasilan dalam berbuat jahil.


"Woy! gawat gawat " pekik nya nafas ngos-ngosan udah kaya di kejar rentenir


" kenapa " tanya yang lain mulai heboh


"Gawat pokok nya kalian harus belajar bener bener. nanti di dalem jangan ada yang nyontek. kerjain dengan usaha sendiri "


" buruan udah kaya nasehati bocah aja " gerutu si jahil tukang contek


" nanti bakal ada dosen pengawas yang mengawasi jalannya responsi sore ini "


"What!! " pekik tak percaya hingga mengubah atmosfer di koridor tersebut


Suasana semakin kacau dan runyam mereka langsung membuka modul masing-masing.


Berbanding dengan seorang mahasiswa yang dipojok sambil ngangguk ngangguk dengan mata terpejam ia sama sekali tak menghiraukan keributan di hadapan nya karena telinga ditutup hedset.


Ia tak sadar bahwa semua temen udah pada masuk ruangan. hingga ada tepukan bahu yang menyadarkan nya.


"Cepat masuk atau kamu akan ngulang tahun depan "


Tak ada perkataan marah atau emosi dalam perkataan tersebut . namun rasa nya terdengar menakutkan kalo yang mengucapkan nya dosen tampan nan killer.


"Baik pak " ucapnya terbata. sebelum berdiri dari lesehan nya.


" apakah sudah mendapatkan lembaran jawaban semuanya. baik jangan lupa tulis identitas kalian di pojok kanan " instruksi asisten praktikum perempuan sambil ngawasin



"kerjakan dengan sungguh sungguh. jangan ada yang tengok kiri kanan "



semua peserta langsung menegang. bahkan asisten praktikum pun ikut menegang.



Padahal dosen itu nunduk dari tadi? apakah bener dosen itu punya Indra keenam ?




Tak ada lagi yang bersuara. semua fokes pada lembar masing masing sambil mengumpat sumpah serapah pada dosen tampan dan killer.



"aseeemm mana tadi gak belajar lagi? nyontek siapa kalo gini " umpat si jahil



" kalian bisa mengerjakan sekarang. waktu kalian cuma lima puluh menit. "



"Astaga lima puluh menit dapet apa ? mana banyak soal nya. udah gitu masih ada soal uraian teoritis banget. duh modyar ueee."



Seorang mahasiswa yang duduk di pojokan terlihat sedang mengawasi. mencoba mencari celah buat minta bantuan.



"Sssst" ia berusaha memanggil temen sebelah nya



" yang di pojok kanan belakang. sekali lagi berulah saya ambil lembar jawaban nya " ancam nya



Belum juga di jawab udah ketahuan sama dosen killer.



"Aseeemm " umpatan dalam hati



"Dasar aseeemm semuanya. kan gue jadi gak bisa ngerjain " teriak nya setelah ujian selesai


"takut banget sumpah. mau nafas aja rasanya gimana gitu "


"Sama aku malah gak sempet baca materi karena sibuk rapat organisasi " ucap yang lain heboh


"apa lagi gua gak punya persiapan apa apa pasti ngulang tahun depan " si jahil


" vita.....