Sorry Sir

Sorry Sir
bab 6



PUSING


itu gambaran yang sedang dirasakan oleh Vita. gimana gak pusing tugas makalah yang di buat baru dapet 50% padahal hari ini harus sudah di kumpulkan.


Kemarin iya baru menemukan jurnal pendukung. untuk makalah iya baru selesai membuat cover nya aja. setelah sarapan baru ia akan memulai membuat isi nya.


Bersyukur sekarang sudah ada internet yang mau menerjemahkan. asal jangan menerjemahkan isyarat kalbu aja. ok abaikan.


Udah selesai di terjemahkan dan harus di baca ulang di pahami isi nya. di situlah ujian terberat nya.


"Ampunilah dosa hamba. kedua orang tua hamba dan dosen hamba ya Allah. kenapa cobaan gini amat ya "


Ia belum sempat mandi gays. baru gosok gigi dan cuci muka aja. sarapan saja sambil ngerjain makalah.


Melihat jam waktunya harus berangkat ke kampus. Vita buru buru mandi dan saking buru buru nya Tika berdiri di atas kasur menginjak mause.


"aaaaaa tikuuus guee " pekik Vita




"Kenapa sih "



Melihat muka kusut cewek di Depan nya Rev gak bisa untuk gak nanya aja penyebab nya. apa penyebab tugas belum kelar atau gak punya duit buat print out tugas?



Vita menghela nafas " mause-ku rusak "



" kok bisa "



"ya bisa lah tadi keinjek"



"Sudah nanti beli lagi? mau di antrin kebetulan hari ini free "



"Aku belum ada uang kak. baru awal bulan depan dapat transfer antar "



" laptop masih normal kan "



*ini perasaan saja atau senior nya lagi ngasih perhatian? untuk ukuran baru kenal ini perhatian udal level Tinggi menurut Vita*.



Sampai lah mereka di fakultas tercinta dengan selamat.



" permisi "



Vita dan Rev melangkah ke depan ruang dosen. pak mik sedang berkemas memasukan barang barang ke ransel berhenti sejenak.



ia merasa heran melihat dua mahasiswa beda angkatan yang berdiri di depan ruangannya. dan di tangan ada makalah.



"Tugas di kumpulkan jadi satu tiap angkatan. saya tidak menerima tugas terpisah. ada pertanyaan?"



" nanti di kumpulkan di meja bapak apa gimana ya "



" nanti di antar ke rumah saya. titip di satpam kompleks. ada lagi "



Kedua mahasiswa itu menggeleng. udah paham apa yAng harus mereka lakukan.



"ok saya duluan "



gitu doang. udah mandi. dandan. ngebut nyelesaikan tugas. ternyata dosen nya malah pergi. jadi tambah badmood aja.




"sekarang mau kemana " tanya Rev yang kurang nyaman dengan wajah mendung Vita.



" balik " singkat



" ikut aku mau gak "



Vita menimbang nyaa kalo balik ke kost pasti tambah suntuk.



" kemana emang nya "



" jalan dong. kebetulan aku mau beli sepatu buat putsal. gimana "



Vita menerima ajakan nya. jadilah disini mereka sekarang. di toko sepatu kawasan Pecinan tadi.



" menurut kamu bagus yang mana "



" kalo menurut aku yang ijo. sih pertanian banget "



"bagus dong " terkekeh saat mendengar alasan absur Vita



mereka melanjutkan perjalanan. tujuan mereka sekarang ke pasar tradisional. karena di sana banyak juaalan kue tradisional.



" ngomong ngomong sejauh ini gimana rasanya kuliah di fakultas pertanian " .



" jujur atau gak nih "



" jujur dong biar tau rasa nya gimana pendapat kamu yang mahasiswa baru "



" jenuh banget udh gitu tugas banyak. true Mash hari ada praktekum. capek banget baru kerasa kalo udah mau tidur . rasa nya pengen keluar aja pindah jurusan. ini bukan biang aku kak " menyeruakan kekesalan nya.



" jangan nyerah dulu Sampai mana kekuatan mu. dulu aku juga gitu. tapi bisa bertahan sampai sekarang. bertahan sampai sementara tujuh "



" tapi ini beda kak. dari jurusan aku sebelum nya. jadi aku susah beradaptasi nya. "



" bukti nya kau bertahan sampai sekarang. masa gak ada yang nyantol "



Vi menggeleng lesu



" yaudah terserah kamu. lalu apa rencana mu selanjutnya "



" aku mau ikut ujian lagi. ambil jurusan linier sama jurusan ku sebelum nya. atau masuk bahasa asing biar bisa kerja keluar negri hehehehe "



" yauda gak papa. yang penting kamu Jangan lupain aku gitu aja "



perasaan hangat menjalar di hatinya kala mendengar perkataan tersebut. rona merah di wajah vita tak dapat di tutupi lagi



"*kata kata nya biasa aja. tapi kok bikin baper sih* "