
"akhirnya ada temen juga " ucap Vita sambil memasukan tangan ke saku
" kamu juga di panggil sama pak Miko ?" tanya Iyan anak kelas sebelah
"Iya "
"Padahal temen sekelas aku ada yang lebih bobrok dari aku. tapi dia gk di panggil nilai nya aman kali ya? "
" aku juga heran. ada temen aku yang nilai kuis nya sama kaya aku. tugas dia jarang ngumpulin. mana sering telat lagi. tapi dia malah cengengesan pas liat gue di panggil " menggebu mengekpresikan kekecewaan
ko bisa? jelas dong. dari sembilan puluh anak angkatan nya hanya sepuluh yang di panggil yang akan dapat tugas tambahan.
" emang nilai kita sebobrok itu apa" gumam Dev lagi
tak lama kemudian keluar teman nya dari ruang dosen kita.
"Gimana " burunya penasaran
"di suruh buat soal uraian dan buat makalah " jawab nya dengan intonasi pelan. kaya udah kehabisan tenaga gitu
" cuma itu? "
" etdahh. dikumpulin besok. dodol mana banyak teguran nya lagi padahal cuma bilang apa tugas nya apa susah nya " mahasiswa btersebut langsung mengucapkan istighfar berkali kali
" kalian langsung kedalam saja. sudah di tunggu sama beliau " lanjut nya lagi
" ok thanks infonya " serempak keduanya
Mereka mengatur nafasnya sejenak. sebelum memasuki ruangan terkutuk itu. aksi dorong mendorong pun terjadi di depan ruang dosen itu. udah seperti aksi demo yang sering berselancar di televisi.
" ok gue yang ketuk pintu dan Lo yang masuk duluan " suruh dew
"kok-"
ucapan Vita terpotong dengan pintu terbuka oleh Bu kajur yang kecantikan nya tumpeh tumpeh itu.
" kalian ngapain berdiri di depan pintu. kalu mau ribut jangan di tengah jalan minggir "
" hehehe... maaf Bu " serempak kikuk
kontras banget penampilan mereka. kaya majikan sama pembokat. kaya Langit dan bumi. kaya ,Snow white dan para kurcaci.
" kalian mau kemana? " tanya beliau dengan nada kalem nya
" mau ketemu pak Miko Bu " jawab dew yang sudah memiliki kesadaran nya
" oh mau minta perbaikan nilai. silahkan masuk. sudah di tunggu dari tadi " ucapan sambil berlalu menuju parkiran khusus dosen.
" Wah kita di sapa Bu kajur. mimpi apa kita semalan "
Tiba tiba alaram peringatan bahaya datang.
" buset kita harus segera ke pak Miko "
di dalam ruangan dosen
" nilai kalian masih banyak yang bolong " ucap killer setelah sepuluh menit mahasiswa menunggu
Sebuah lembar kertas di sodorkan pada mereka berdua. Vita mendongak pada dosen siap mengeluarkan argumen soal nilai yang kosong itu.
" Pak saya sudah mengumpulkan nilai nya. bahkan saya sendiri yang simpan tugas di meja bapak. ya kali udah ngumpulin tugas kok dikira belum ngumpulin sama sekali "
" tapi saya belum Nerima tugas kamu " ucap nya tenang sambil membaca berkas yang entah itu apa
;
" tapi saya sudah mengumpulkan " Vita masih alot dengan perdebatan nya
Duh kalo udah bawa bawa nilai itu udah masuk ke ranah sensitif ? soal nilai C itu udah mencoreng KHS. Sekarang masih semester awal belum nanti semester selanjutnya. apakah makin buruk atau makin bagus. gak ada yang tau jalan kedepannya bagai mana.
" kalian buat lah makalah. Sember nya minimal satu jurnal internasional. cari sumber yang jelas jangan plagiat. paham "
" Tap-i "
" ini semua saya lakukan demi mendongkrak nilai kalian. tidak mungkin saya menaikan nilai kalian cuma cuma. karena perbuatan saya harus bisa di pertanggung jawabkan "
" tugasnya harus di kumpulan kapan pak " tanya dew
Ia terlihat tenang. padahal kenyataannya grogi bukan main. aura kekilleran pak Miko bukan kaleng kaleng.
" besok bisa kali ya? kalo di kasih sehari dua hari sama aja kalo waktu udah mepet " sindiran pedas membuat bungkam kedua mahasiswa itu. bukan omong kosong belakang. tapi emang bener beliau udah berpengalaman menghadapi mahasiswa yang demikian.
Vita dan dew terduduk di depan ruang dosen. meratapi nasibnya yang mengerjakan tugas tambahan.
kedua nya beranjak ke parkiran di tengah jalan ketemu sama Kaka senior tampan. idola penghuni kampus mereka jalan beriringan.
di parkiran....~~~~
" kamu parkir di belah mana. " pungkas kak idola kampus
" GK bawa motor kak. tadi masuk bengkel. " jawab Vita. semoga Kaka tampan baik hati mau nganterin aku ckckck
" mau bareng gak "
" emang rumah Kaka dimana "
" gak di bawa " jawab nya rese
" ih serius aku.. "
" aku ngontrak di deketin mesjid. ayo buruan ah bareng. kos kamu Deket situ juga kan "
" kok tau ? " tanya pita heran pasal nya belum ngasih tau alamat nya
" gak usah mikir aneh aneh. aku sering liat kamu. malahan aku sering liat kamu laundry "
Oh ya lupa. kos tempat Vita kan emang punya usaha laundry. kan biasanya mahasiswa males nyuci dan di bawa kesana.
" mau nyari makan dulu gak " tawar nya setelah motor melaju
" boleh " singkat Vita yang merasa kalo masak udah malem gini suka males
Motor pun berhenti di sebuah warung soto tak jauh dari kampus. kak Revan memesan soto dan aku bagian mencari tempat duduk. ada sih di pojok yang kosong tapi udah ada yang nempatin.
dilihat dari penampilannya. seperti peekerja kantoran atau bisa jadi pengajar. kurang jelas wajah nya karena dia lagi nunduk pokus sama ponsel nya.
"udah dapet tempat nya "
" udah "
Setelah jarak udah dekat dengan meja tersebut. baru lah mereka tersadar siapa pria itu. tatapan tajam membuat mereka berdua merasa keder canggung mau gabung disanA.
"permisi pak makan malam disini juga "
basa basi dikit biar enggak dikira gak sopan.
"Hemmm "
udah gitu aja? cuma Hemm sambil ngangguk doang terus pokus lagi sama ponsel nya.
hufffft.. sabar untung dosen.