
Seharian jalan bareng gebetan itu rezeki nomplok. ya emang gak di sengaja sih. semua itu berkat tugas yang di berikan pak mik.
Berkat pak mik. yang biasa nya Vita cuma melihat doi dari jauh kini malah berboncengan motor berdua *masa iya bertiga
Ya haruskah iya berterima kasih padanya*?
"Permisi pak. kami mau nitip tugas untuk pak min boleh. " tanya Rev sebelum turun dari motor
Security berjaga di pos menampakan diri nya di Depan pos.
"Kalian mahasiswa pak mik "
" Iya pak "
" Sudah menghubungi beliau. soal nya saya belum Nerima perintah dari beliau "
"Terus gimana baik nya pak. soal nya tugas nya harus hari ini di kumpulin. besok udah gak bisa "
"Sebentar saya konfirmasi ke pak mik dulu "
Security kedalam ngambil hp dan keluar lagi buat menghubungi pak mik bertepatan dengan suara mobil berjalan ke depan pos security-nya
Vita dan Rev mengamati mobil yang berhenti di depan mereka. rasanya tidak asing dengan mobil tersebut dan rasa penasaran terjawab dengan Pintu kemudi terbuka dan terlihat jelas siapa orang nya.
"Kalian ngapain. " tanya beliau tapi gak mematikan mesin mobil nya.
Hah! gak liat ya tumpukan makalah yang Vita bawa. mana berat lagi.
" Mau ngumpulin tugas pak. " pelan Vita
"Baru kumpulin " Antara nanya sama nyindir beda tipis ya gay
"Iya pak "
" kenapa gak dari tadi sih? " gerutu pelan
beliau melihat jam tangan nya lalu menatap kedua mahasiswa nya. rasa tak tega menghampiri nya melihat penampilan lusuh kedua nya.
"sudah antar saja keruamah saya. saya masih ada urusan " ucap nya sambil melajukan mobil di hadapan mereka. Sepasang mahasiswa seakan tak percaya dengan kelakuan dosen nya itu.
"kenapa gak sekalian di terima sih? udah ketemu juga "kesel Vita setelah melihat mobil hilang di tikungan depan
"mungkin beliau buru bura mbak? gimana mau sekalian di Anterin kerumahnya "
" gak usah pak. saya udah ada alamat rumah pak mik. kalo gitu kami permisi. terima kasih sudah membantu kami "
Saat ini mereka sudah sampai di rumah mewah minimalis berlantai 2. di penuhi dengan tanaman hias.
Bahkan Vita di buat takjub sama pandangan di depan nya.
" buset ini rumah pak mik "
rasa kagum memenuhi jiwa yang tak biasa melihat tanaman hias berlimpah. maklum di lingkungan kos GK ada tanaman hias kaya gini.
" dosen emang beda. apalagi dosen pakultas pertanian di pekarangan berasa di taman bunga "
Rev tertawa pelan saat melihat tampang kagum yang Vita tunjukkan. tak berselang lama mobil pak dosmud terparkir di samping motor Rev.
" kalian mau mampir dulu " tawar dosmud setelah tumpukan tugas berpindah tangan
" lain Kali aja pak kebetulan saya akan bekerja setelah ini " tolak rev
Vita melihat senior dengan tatapan takjub. ia baru tau kalo rev bekerja sambil kuliah. 'emang siapa dia yang harus tau semua hal tentang Rev. biar lah. yang penting informasi itu menambahkan kekaguman pada sosok Rev bertambah.
" baik tapi kamu harus tetap dulu di sini " ucap dosmud. yang membuat Vita membeku ini maksud nya gimana?
" ada yang saya mau diskusi kan sama kamu "
Vita tampak gelisah saat mendengar beliau itu. di pandang nya Rev yang masih berdiri di samping nya.
" yaudah kamu disini dulu nanti kabari saja kalo udah selesai nanti sekalian aku jemput " ucap rev yang membuat tenang Vita
" baik karena hati hati di jalan "
Vita terdiam di sofa ruang tamu sendiri an. pengen protes tapi dia sadar hanya mahasiswa. di depan ada minuman dingin dan kripik gurih kesukaan nya masih nganggur. ia merasa sungkan untuk mencicipi makanan didepan nya itu.
"Gak usah sungkan mumpung saya punya. kebetulan baru pulang dari rumah orang tua saya. dikasih banyak makanan "
Vita kaget saat mendengar suara di bapak yang duduk di sebrang sofa dengan penampilan lebih segar dan wangi eh
Vita segera menggeleng geleng kepala nya hingga mengundang tanya dosmud.
"Kamu kenapa geleng geleng "
"Eng-enggak pak. saya minum ya pak "
Setengah gelas minuman dingin mendinginkan terngkrokan yang kering hingga setengah gelas tandas.
"Ada yang ingin saya bicara kan sama kamu. " dosmud tersebut terus menatap mahasiswa yang ada di hadapannya
"say- "
ucapan terpotong karena kedatangan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan elegan.
" Oalah ada tamu disini pantesan pulang buru buru "
Tau sopan santun. Vita langsung berdiri dan menyalami wanita paruh baya itu.
" sore buk " setelah mencium tangannya
" sore cah ayu. udah dari tadi kamu di sini "
" baru kok bu " jawab Vita pelan
masa iya harus jujur udah nunggu dari tadi? gimana kalo di gorok sama pak dosmud
" loh kok cuma di kasih minum sama kripik sih. beli lotek ke atau apa lah buat tamu nya mas. masa iya anak orang di buat kelaparan " tegur beliau saat melihat hidangan di atas meja
"gak usah bu. ini udah lebih dari cukup "
padahal ni perut udah sangat lapar
" gak papa kamu mau lotek yang pedes apa yang biasa aja biar di belikan sama mas mu ini " ucap setengah maksa
" Tapi bu-"
" jangan tapi tapi an mas. beliin aja yang buat ibu pesen nya yang biasa aja pedes nya. kalo kamu cah ayu "
Sebenarnya gak enak apa lagi ngeliat muka pak mik yang butek itu tapi gak bisa nolak permintaan sang ibu.
"samain aja Bu "
" nah segera berangkat penjual nya ada di depan komplek. "
Dengan ogah ogahan pak mik berangkat. menuruti perintah ibu ratu.
dalam hati Vita merasa puas karena bisa memanfaatkan dan menyuruh nyuruh pak dosmud itu. kapan lagi bisa kaya gitu meski lewat ibu beliau.