
Setelah Iris Cannary membunuh Jendral Goblin tersebut. Dia begitu percaya diri dia bisa menyelesaikan lantai pertama dengan mudah.
Tetapi setelah Iris Cannary mengalahkan Jendral Goblin suara getaran yang muncul dari dalam mengakibatkan para pasukan Raid itu sangat ketakutan seolah-olah ada monster yang sangat menakutkan yang akan menghabisi mereka.
Yukio yang mengetahui jika ini bukan dari game yang dia mainkan merasa curiga terhadap apa yang terjadi kemudian dia memutuskan untuk pergi melihat sendiri apa yang sebenenarnya terjadi.
"Hei, Yukio kau mau kemana anggota pembawa barang tidak diperbolehkan untuk pergi seekannya" Kata Iris Cannary.
"Aha.. Kau pasti mengincar sesuatu jadi kau pergi begitu saja! Jawab aku apa yang sedang kau cari?" Tanya Iris Cannary.
"Aku tidak mengicar apa-apa memang benar aku ke sini sebagai anggota pembawa barang tetapi ada yang ingin aku pastikan, firasatku menandakan ini berbahaya jadi kau jangan ikut" Jawab Yukio tegas.
"Eh? Bahaya kenapa kau menganggapnya seperti itu bukankan firasatmu hanya sekedar dugaan?" Tanya Iris Cannary kebingungan.
"Ya memang benar ini hanya dugaanku belum pasti benar tetapi aku bisa merasakannya jika ini akan berbahaya, kemungkinan sesuatu seperti Monster lain berada di lantai ini yang sedang mengawasi kalian!" Jawab Yukio sembari menjelaskan apa yang dia rasakan.
"Monster lain? Bukankah lantai ini hanya berisi Goblin dan King Goblin? Aku mengetahuinya saat aku dulu bermain game Tower of God tetapi ini sudah berbeda dari yang aku mainkan dahulu" Ucap Iris Cannary.
"Ya, akupun merasa begitu ini sangat berbeda kemungkinan Tower of God hanyalah game dan ini versi jika kenyataan, kita bahas lagi nanti jika aku sudah bertemu dengan mereka" Kata Yukio.
"Mereka? Tu-tunggu.. Aku juga ikut bersamamu" Ucap Iris Cannary.
Mereka berdua pergi meninggalkan pasukan yang sedang beristirahat karena kelelahan telah melawan ribuan goblin.
Iris mengikuti Yukio karena kemaunya sendiri, dia penasaran apa yang di katakan Yukio adalah kebenaran atau hanya kebohongan agar dia bisa mencapai tujuan yang dia rencanakan.
Setelah beberapa saat Yukio masuk lebih dalam lantai pertama, dia dihentikan oleh sosok yang sangat kuat dan misterius.
"Berhenti di sana, Manusia Rendahan!" Ucap sosok tersebut dengan nada mengancam.
Kemudian Yukio pun berhenti karena dirinya dikejutkan oleh Ras Vampir yang seharusnya Vampir itu berada di lantai 20 ke atas.
"Apa?! Siapa kau,kenapa kau menghentikan kami!" Tanya Iris kepada Vampire itu.
"Khehe.. Dasar manusia yang tidak sadar diri dan posisinya sebagai sampah, apa yang membuatmu berani sekali mengucapkan kata yang tidak sopan itu kepadaku!" Ucap Vampir itu.
Di saat vampir itu selesai berbicara dia melancarkan satu serangan dadakan yang mengarah kepada Iris Cannary.
Tetapi serangan dadakan yang dihasilkan oleh vampir tersebut berhasil dihentikan oleh Yukio dengan mudahnya.
"Ooh.. Kau berhasil meblok seranganku dengan sangat efisien, kau lumayan juga untuk seukuran sampah!" Ucap Vampir itu merendahkan Yukio.
"Kau, kenapa kau bisa tahu jika dia akan menyerangku?" Tanya Iris Cannary.
"Dia itu Ras Vampir yang menganggap remeh manusia jadi kemungkinan besar dia akan menyerang orang tidak sopan dengannya" Jawab Yukio.
"Yah, bukan waktunya untuk memikirkan ini bagaimana kita bisa bernegosiasi dengannya itu permasalahannya" Ucap Yukio lirih.
"Bernegosiasi? Jadi itu tujuanmu datang sendirian ke sini hanya untuk bernegosiasi dengan monster sepertinya, apa kau sedang bercanda!" Kata Iris Cannary.
"Keadannya tidak akan lebih buruk jika kau tidak mengikutiku tadi, jadi sekarang kau akan menyalahkanku karena aku berusah menolong pasukan yang berada dibelakang?! Ya memang aku tidak peduli apa yang terjadi dengan mereka tetapi setidaknya aku tidak membuatnya mati di sini" Kata Yukio.
"..."
"Seseorang yang tidak boleh mati siapa? Kenapa dia berusah melindungi orang yang belum dia kenal, apakah dia sudah punya pacar? Apakah dia punya teman di pasukan itu?" Ucap Iris dalam hatinya.
Vampir yang merasa dari tadi di abaikan merasa marah dengan mereka berdua.
"Oh.. Kalian berani sekali berbicara berdua tanpa memikirkanku di sini, apa kalian ingin cari mati?! Dasar sampah sialan" Ucap Vampir itu.
Tiba-tiba serangan beruntun di luncurkan oleh Vampir Yukio dan Iris berusaha menghindari serangan-serangan tersebut.
"Apa kau tidak tau aku adalah pelayan setia dari Ratu vampir Alice yang bernama Lestat de Lioncourt, anggap kalian terhomat mati di tanganku! Rasakan ini!" Ucap lestat.
"Jadi begitu Lantai pertama bukan di kuasai oleh King Goblin tetapi Ratu Vampir Alice tetapi kenapa dia, apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Yukio dalam hati.
"Tunggu sebentar, kau adalah pelayan dari ratu Alice? Aku ingin bertemu dengannya apa kau bisa mengantarku?" Tanya Yukio.
"Apa yang kau rencanakan Yukio? Dia itu ratu Vampir loh apa kau sanggup melawannya" Iris bisik-bisik.
"Tidak apa-apa Lestat bawa dia di hadapanku aku merasakan sesuatu yang aneh dari dirinya!" Perintah ratu vampir Alice telepati.
"Baik, laksanakan Ratu" Telepati.
"Heh. Suatu kehormatan Ratu kami ingin bertemu denganmu, akan aku antar kalian jadi persiapan kata-kata terkahir kalian khehe.." Ucap Vampir Lestat.
Kemudian Lestat pun mengantar Yukio Rin dan Iris Cannary ke hadapan sang ratu vampir Alice.
Saat dalam perjalanan Yukio merencakan sesuatu dengan Iris Cannary, dia menyuruh Iris untuk tetap percaya kepada Yukio apapun yang Yukio katakan nanti di hadapan Ratu Vampir Alice.
"Saya mengantarkan mereka berdua ke hadapan anda sesuai perintah ratuku" Lestat mebungkukkan diri saat mengucapkannya.
Saat Yukio dan Iris berada di ruangan Bos lantai pertama dia di kejutkan dengan banyakknya Vampir dan Aura Ratu Vampir yang sangat mengerikan.
Serta dikagetkan seluruh pasukan yang telah pingsan di ruangan tersebut. Yukio dan Iris juga kaget dengan pasukan mereka berada disana.
"Apa-apaan ini, kenapa mereka semua berada di sini dan apa yang terjadi sebenarnya kenapa mereka tidak sadarkan diri!" Ucap Iris Cannary dalam hatinya.
"Ahh.. Soal mereka kalian tidak perlu khawatir dengan mereka, aku hanya membuat mereka tidak sadarkan diri agar kalian tidak banyak tingkah!" Ucap Ratu Vampir Alice.
"Apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Yukio.
"Kau, manusia apakah kau ingin menjadi kekasihku?!" Tanya Ratu Vampir Alice.
"Eh? Apa!" Yukio yang kaget mendengarnya sambil memasang muka seperti terjadi sesuatu yang sangat mengagetkan.
"Ehh..?" Lestat dan semua vampir yang berada di ruangan tersebut.
"Ratu, apakah yang anda katakan itu memang benar?" Tanya Lestat sopan.
"Apakah aku mengizinkanmu berbicara? Lestat" Ucap Ratu Vampir Alice tegas.
Seketika Lestat dan Vampir lainnya pun terdiam tidak ada yang berani bergerak apalagi berbicara.
"Bagaimana? Manusia, aku tidak akan mengatakannya yang kedua kalinya, kau manusia yang belum pernah ada selama aku hidup sekitar 1000 tahun lamanya, kau berbau wangi dan darahmu sangat wangi dan segar sangat cocok sekali untukku jika kau menerima penawaran tadi kau akan ku beri hidup selama 60 tahun" Kata Ratu Vampir Alice.
"Jadi, bisa dianggap aku hanya kantong darahnya begitu?! Heh jangan bercanda" ucap Yukio dalam hati.
"Setelah ku pikir-pikir itu tidak masuk akal, kenapa kau sangat menginginkanku bukan kau hanya menginginkan darahku, bisa disebut kau menjadiku kantong persediaan darahmu?" Tanya Yukio.
"Ho.. Kau berani sekali berbicara seeperti itu di hadapanku!"
(Slasss..) suara serangan tipis dari ratu vampir Alice mengenai pipi Yukio.
"Yah memang aku tidak bisa menang jika melawanmu tetapi aku juga punya penawaran yang sangat menarik, apa kau ingin mendengarnya" Ucap Yukio.
"Penawaran?!" Ratu Vampire Alice.
"Kau dasar mahluk rendahan yang tidak tahu posisi berani sekali memberikan penawaran dengan ratuku!" Ucap Lestat dengan sangat marah.
"Apa kau bisa diam lestat?! Jika kau mengangguku lagi kau akan ku bunuh!" Ucap Ratu Vampir Alice.
"Haha.. bagaimana jika kebebasanmu aku akan membebaskanmu dari sini apa kau setuju?"
"Kebebasan? Apa kau nengerti apa itu kebebasan?! Dasar manusia yang bodoh, apa yang bisa menbuatku percaya dengan kata-katamu itu hah!" Jawab Ratu Vampir Alice.
"Ya aku bisa membuktikanmu jika kau bisa bebas hanya dengan masuk ke dalam cincin ini" Ucap Yukio.
"Cincin? Kenapa aku harus masuk ke dalam situ, bisa saja itu adalah jebakan! Aku tidak akan tertipu dengan trik murahanmu manusia" Ucap Ratu Vampir Alice.
"Jika kau masuk ke dalam cincin ini dan aku membawa cincin ini keluar, bukankah itu bisa membebaskan dirimu? Aku akan berjanji mengeluarkanmu jadi apakah kau mempercayaiku? Ratu?" Kata Yukio.
"Dia tidak berbohong, aku tahu itu tapi apakah memang benar dengan begitu aku bebas?" Ucap Ratu Vampir dalam hati.
Vampire Alice sejak dia kecil dia selalu di kurung oleh keluarganya sendiri karena dirinya terus menerus menjadi kuat dan di ras Vampir dia di kucilkan karena kekuatannya dan di kurung karena dapat menimbulkan masalah besar jika dia di bebaskan.
Bersambung...