Solo Leveling In The Tower

Solo Leveling In The Tower
Kekalahan petinggi Guild Black Spider



Mereka saling berhadapan satu sama lain untuk memulai bertarung.


Jagan yang merasa dirinya lebih kuat dari Yukio dia menyuruh bawahannya untuk tidak mengacau atau ikut campur ke dalam pertarungan mereka berdua.


"Hei, kalian semua jangan ada yang ikut campur pertarunganku antara cecunguk ini, kurasa dia bisa menghiburku" Kata Jagan kepada semua bawahannya.


"Baiklah Bos, hancurkan dia berkeping-keping kasih tau siapa kita ini Bos!" Ucap bawahanya itu.


"Hancurkan..Hancurkan!"


"Dia tidak tahu siapa yang berani dia hadapi itu khehe.."


"Aku mengerti sekarang" Ucap Yukio Rin tersenyum.


"Heh?! Kenapa kau malah tersenyum di situasi yang saat ini! Apa kau menghinaku seakan aku akan kalah denganmu! Dasar pecundang sialan!" Kata Jagan yang mulai marah.


"Habislah dia, dia membuat marah si Bos"


"Rasakan Pukulanku ini!" Ucap Jagan sambil mengepalkan tangan untuk memukul Yukio Rin yang sedang tersenyum lebar.


Yukio Rin yang tersenyum itu menghindari serangan pukulan dari Jagan, yang pukulan tersebut membuat tembok belakang Yukio retak karena pukulan milik Jagan itu.


"Yah..yah ternyata kau memang si Jagan penghancur kurasa aku mengakuinya, apa yang ku lihat ini" Kata Yukio Rin.


"Apa! kenapa kau tahu tentangku, siap sebenarnya dirimu ini?!" Ucap Jagan yang kaget mendengar identitasnya diketahui oleh Yukio Rin.


"Hei, si pecundang itu dia berhasil menghindari serangan Bos loh, kenapa kok bisa?"


"Cih.. Aku tadi belum serius kenapa kalian malah memuji pecundang itu daripada Bosmu sendiri dasar bawahan tidak berguna!" Ucap Jagan marah.


"Eh.. Matilah aku"


"Kenapa kau memalingkan pandanganmu di saay sedang bertarung dengan musuhmu! Terima ini" Kata Yukio Rin sambil melesatkan tendangan yang begitu kuat.


"Boss.. Awas di sampingmu itu..!" Ucap salah satu bawahan tersebut.


"Ap-"


Sesaat Jagan belum selesai mengucapkan kata-katanya Jagan pun terhempas dengan jauh oleh tendangan dari Yukio Rin itu, Jagan di juluki sebagai petinggi number 9 yang terkena tendangan dari Yukio dia tidak terluka sangat parah itu adalah kebenaran dari petinggi.


Lalu orang yang bernama Isao Hitoshi dia melirik Yukio dengan tatapan yang begitu dingin.


"Kurasa akan menjadi sangat menarik" Gumam Isao Hitoshi sambil tersenyum.


"Hahaha..apakah itu tendangan lemahmu, aku sama sekali tidak merasakan apa-apa!" Kata Jagan.


"Lihat itu pecundang itulah baru Bos kita!"


"Ya memang sesaui dugaan kau tidak akan terluka atau kalah hanya dengan sedikit tendangan, kurasa aku akan serius kali ini!" Ucap Yukio Rin.


"Jangan meremehkanku dasar bocah sialan!" Jagan.


Lalu Jagan pun berlari dengan sangat cepat dan menggunakan pukulannya untuk menyerang Yukio Rin, pukulan itu bukan hanya satu serangan melainkan berkali-kali si Jagan memukul Yukio Rin.


Serangan beruntun yang di arahkan kepada Yukio dan Yukio yang selalu menghindar dia terkena satu serangan dari Jagan yang membuatnya terlempar jauh hingga temboknya hancur.


"Bagaimana pecundangan apa kau merasa kesakitan sampai-sampai ingin menangis Hah!" Ucap Jagan sambil tertawa-tawa.


"Tidak, itu masih belum jangan lengah Bos!" Ucap Isao Hitoshi yang melihat serangan tak terlihat milik Yukio.


Saat beberapa orang tertawa-tawa dengan Jagan, Isao Hitoshi yang memahami gerakan dari tembok yang hancur itu dia melihat suatu keanehan yang terjadi di saat Yukio terdiam saat di hempaskan oleh pukulan milik Jagan itu.


Isao Hitoshi melihat jika Yukio mengucapkan sesuatu yang orang lain tidak menyadari apa yang dikatakan itu, lalu Hitoshi melihat serangan yang sangat berbahay bagi Jagan dan juga seluruh orang yang berada di ruangan tersebut.


"Awass.. Menghindarlah semuanya!" Ucap Isao Hitoshi dengan sangat keras.


Tetapi apa yang di katakan oleh Isao Hitoshi adalah sebuah keterlambatan, Yukio Rin sudah melesatkan serangan yang berbahaya itu kepada semua orang yang berada di ruangan tersebut hingga membuat semuanya terkapar di lantai dengan benyak luka yang fatal.


"Er..Apa-apaan ini?! Semuanya kenapa terluka!" Gumam Isao Hitoshi.


"Bos apa yang terjadi dengannya!"


Semua orang di ruangan itu tidak ada yang selamat kecuali Isao Hitoshi seorang, Isao Hitoshi yang melihat Bosnya sudah mati itu kaget sejadi-jadinya dia berpikir jika yang mereka hadapi itu bukanlah manusia melainkan Monster.


Isao Hitoshi sangat-sangat ketakutan hingga dia tidak bisa lagi bergerak karena tekanan aura yang di hasilkan oleh Yukio Rin itu.


"Hei, kau aku menyisakanmu tetap sadar karena aku ingin memberi pertanyaan kepadamu, kemungkinan kau lebih banyak mempunyai informasi yang berguna bagiku!" Kata Yukio Rin.


"Eh.. Kenapa, Kenapa harus aku?" Ucap Isao Hitoshi.


"Jangan berpura-pura lemah kau memiliki kekuatan yang tinggi dari yang lainnya begitu juga dengan Jagan itu! Jawab pertanyaanku lalu akan ku bunuh tanpa rasa sakit" Ucap Yukio Rin serius.


"Heh.. kau seorang monster aku tidak akan mengkhianati guild Black Spider hanya karena takut denganmu aku akan mengigit lidahku maka kau tidak akan bisa mengambil informasi sedikit pun dariku!" Ucap Isao Hitoshi.


Dia pun benar-benar mengigit lidahnya dan kemudian mati. Yukio Rin yang melihat itu dia merasa kecewa karena tidak mendapatkan informasi apapun darinya.


Setelah kejadian mengerikan itu beberapa penjaga datang ke dalam ruangan, mereka dikagetkan dengan semua mayat yang terkapar di lantai, tetapi saat mereka melihat Yukio, Yukio pun langsung membunuh mereka semua dalam sekejap.


Setelah tidak ada orang yang berada di markas tersebut dia mendengar suara perempuan dari arah suatu ruangan di dalam markas tersebut.


Dan benar yang Yukio dengar itu adalah suara dari adiknya Ryuichi yang dikurung kemudian Yukio menyelamatkannya lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Cih.. Apa-apaan orang itu dia sudah membuat tubuh kloningku mati sia-sia, lalu apa-apan dengan jurus yang tadi itu aku saja tidak bisa melihat dengan jelas apa itu, jurus yang orang sangat berbahaya aku harus berhati-hati jika bertemu dengannya lagi" Gumam seseorang di balik layar.


Seteleh beberapa saat Yukio pun tiba di tempat awal semua berkumpul.


"Kak Yukio kau kembali dengan selamat, aku sangat khawatir kepadamu" Ucap Airi dan Erik.


"Hanami apa kau baik-baik saja? Dan Tuan Yukio terima kasih telah menyelamatkan adikku satu-satunya yang aku punya aku berhutang budi padamu tuan" Kata Ryuichi sambil menangis terharu.


"Kak Yukio? Apa kakak baik-baik saj-" Ucap Airi belum selesai.


Saat Airi belum selesai dengan pertanyaannya Yukio Rin pun terjatuh ke lantai dan pingsan tidak sadarkan diri.


Erik dan Ryuichi pun menggendong Yukio Rin ke dalam kamar agar Yukio dapat beristirahat, mereka mengira jika Yukio Rin tidak sadarkan diri karena kelelahan saat pergi ke markas anggota black Spider.


Bersambung...