
Mereka berdua sampai di tempat Gedung kantor Guild World Hero dan bertemu dengan Nona Iris Cannary untuk menyampaikan perkataan Yukio Rin kemarin malam jika Yukio Rin telah mengundurkan diri dari anggota pembawa barang.
Iris Cannary pun tidak membantah ataupun heran dan malah sebaliknya dia ingin Yukio Rin menjadi anggota penyerang di medan perang paling depan.
"Aku tidak terkejut dengan apa yang kalian katakan dan kurasa aku akan memasukkannya untuk menjadi anggota penyerangan yang paling utama karena ku lihat dia memiliki potensi yang begitu hebat di masa depan" Kata Iris Cannary.
"Ah.. Soal itu kita belum tahu apa yang kak Yukio inginkan jadi kami akan menyampaikan pesan ini kepadanya jika kami bertemu lagi dengan kak Yukio" Ucap Amamiya Airi.
"Baiklah, itu tidak apa-apa aku bisa mempertimbangkannya dan untuk kalian hari ini mulai latihan, langsung ke arena latihan!" Ucap Iris Cannary.
"Baik, kami akan mengikuti latihan dengan bersungguh-sungguh Nona Iris"
Tok..Tok..tok..
Suara ketokan pintu kantor milik Iris Cannary.
"Silahkan masuk pintu itu tidak terkunci" Kata Iris Cannary.
Ternyata seorang pria yang begitu tampan masuk ke ruangan Iris Cannary, pria itu membuat Erik dan Airi terkejut dengan kedatangannya yang begitu misterius sejak mereka masuk ke dalam anggota Raid dia tidak pernah satu kali pun melihat pria misterius itu.
"Ahh.. Apa kau sibuk? Kukira kau tidak memiliki tamu selain aku" ucap Pria misterius itu.
"Kalau begitu, kami izin untuk pergi latihan Nona Iris"
" Ya, aku berharap lebih pada kalian, sampai jumpa lagi"
"Hm.. Mereka siapa?" Tanya Pria misterius itu.
"Leo kenapa kau itu selalu mengangguku di saat aku sedang sibuk sih, pergi sana jangan ganggu aku!" Ucap Iris Cannary.
"Kau dingin sekali Iris, pacarmu ini menemuimu kenapa kau selalu marah begitu" Ucap Leonardo Smith.
"Sejak kapan aku berpacaran denganmu hah! dasar seorang yang tidak tahu malu enyahlah!" Kata Iris Cannary.
"Lagi-lagi kau begitu, oh ya nanti malam kita dinner di cafe aku sudah memesan tempat ada yang ingin ku bicarakan berdua denganmu, jadi datanglah nanti malam Iris Cannary" Ucap Leonardo Smith.
"Apa yang ingin kau bicarakan hei..tunggu jawab dulu pertanyaanku!" Kata Iris Cannary.
"Nanti kau akan mengetahuinya, sampai jumpa di cafe nanti malam" Ucap Leonardo Smith sambil berjalan keluar ruangan Iris Cannary.
Iris yang tidak sempat mengetahui apa yang di rencanakan oleh Leonardo Smith itu tidak punya pilihan lain selain datang ke cafe.
Kesibukan terus-terusan berdatangan tetapi satu per satu Iris selesaikan dan tibanya dia akan pergi ke cafe untuk menemui Leonardo Smith.
Sementara itu Yukio Rin yang berada di kamarnya dia mencoba mengeluarkan Alice Ratu Vampire lantai pertama untuk menepati janjinya yang berada di tower itu.
"Akhirnya aku bisa mengeluarkanmu! Alice" Ucap Yukio Rin tersenyum.
"Apa! Kenapa wujudku lebih kecil daripada saat aku berada di dalam tower, kau apakan tubuhku ini!" Tanya Alice marah-marah.
"Aku membagi jiwamu menjadi dua bagian jadi kekuatanmu yang saat ini hanyalan butiran debu dihadapanku khahaha.." Kata Yukio Rin tertawa terbahak-bahak.
"Kauu..! Awas saja jika kekuatanku semua kembali pasti aku akan membunuhmu manusia!" Ucap Alice marah mengancam Yukio Rin.
"Tapi sesuai janjiku kau bebas sekarang bukankah begitu? Ratu Vampire Alice"
"Ah.. Kau benar hum.. Untuk kali ini aku akan memaafkan perbuatanmu ini tetapi tidak untuk yang kedua kalinya manusia" Kata Alice.
Setelah mereka berbicang-bincang, Yukio Rin memiliki rencana agar Ratu vampire alice mudah dikendalikan, dia mengajak Alice ke Cafe untuk makan ayam yang super lezat.
"Alice aku akan ke cafe jadi ikutlah denganku, yang pasti kau tidak akan menyesal mengikutiku"
"Hah?! Cafe tempat macam apa itu, tetapi karena aku sudah bebas mungkin berkeliling bukan ide yang buruk jadi aku akan ikut denganmu" Ucap Alice sedikit malu-malu.
"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang saja!" Kata Yukio Rin.
Sesaat Yukio Rin dan Alice keluar dari kamar Ryuichi dan Hanami sedang duduk santai mereka berpikiran yang tidak-tidak terhadap Yukio Rin.
"Oh Tuan Yukio, apakah tuan sudah sembuh?" Tanya Ryucihi dan Hanami.
"Ya, aku sudah sembuh total, kurasa aku akan oergi ke cafe untuk makan" Jawab Yukio Rin.
"Ah.. Begitu kalau begitu silahkan Tuan Yukio tolong berhati-hati di jalan"
"Kak, siapa gadis kecil tadi? Apa dia teman Tuan Yukio?" Tanya Hanami.
"Kurasa iya, aku juga kurang tahu haha.." Jawab Ryuichi kebingungan.
Di saat Yukio dan Alice datang ke cafe bertepatan dengan Iris Cannary dan Leo sedang dinner, tidak sengaja Iris melihat Yukio yang datang itu menyapa Yukio dengan penuh kesenangan.
"Ah Hei, bukanya kau Yukio Rin?" Tanya Iris Cannary.
"Benar, Iris Cannary kah?"
"Ya, itu aku kebetulan sekali kita bertemu di sini apa yang membuatmu datang kesini? Ohya silahkan duduk, di sini masih ada kursi yang belum terpakai" Ucap Iris Cannary.
"Siapa, wanita tua itu Yukio?" tanya Alice.
".." Iris Cannary.
".." Leonardo Smith.
"Siapa kau gadis kecil yang sok tahu ini?!" leonardo Smith.
"Hei, Leo biarkan itu tidak mengangguku" Ucap Iris Cannary.
"Tapi dia sudah mengatakan dirimu.." Leonardo Smith.
"Sudahlah! Diam saja kau di situ!"
"Siapa anak kecil ini Yukio?" Tanya Iris Cannary.
"Ah ini adalah Alice" Jawab Yukio.
"Hei, Manusia aku bukan anak kecil aku sudah berusia lebih dari 1000 tahun tahu!" Kata Alice marah.
"Begitu kah?" Jawab Iris Cannary.
"Hei, Alice kau tidak boleh bilang begitu itu tidak sopan!" Kata Yukio Rin.
"Huem...!" Alice.
"Kalau begitu, saya akan pesan makanan terlebih dahulu Iris" Ucap Yukio Rin.
"Oke" Iris Cannary.
"Siapa laki-laki itu? aku merasa dia orang yang berbeda dari yang lainnya" Tanya Leonardo Smith.
"Dia dulu anggota pembawa barang di Guildku tetapi entah kenapa dia keluar begitu saja aku masih belum tahu alasan dia keluar waktu itu!" Jawab Iris Cannary.
"Heh.. Anggota pembawa barang kah?" Leonardo Smith.
"Apakah ada yang salah Leo?" Tanya Iris Cannary.
"Tidak, kurasa dia sedikit menarik" Ucap Leonardo Smith.
"Benar bukan, ahh aku lupa untuk merekrutnya ke dalam anggota penyerangan" Ucap Iris Cannary.
Mereka pun melanjutkan makan, dan Yukio Rin yang menatap kembali ke arah Leonardo Smith.
"Apa?! siapa yang berani menatapku dari belakang!" Ucap dalam hati Leonardo Smith.
Leonardo Smith yang merasa ada yang menatap dirinya dari belakang itu lanngsung mengarahkan padangannya ke arah belakang untuk mencari orang tersebut namun itu sia-sia leo tidak menemukan siapa yang menatapnya itu.
Lalu Iris Cannary bertanya kepada Leo.
"Ada apa leo, kenapa kau langsung menolah ke belakang?" Tanya Iris Cannary.
"Tidak bukan apa-apa kurasa ada yang menatapku dari arah belakang, itu mungkin cuma perasanku saja, ayo makan lagi" Jawab Leonardo Smith.
"Hampir saja ketahuan olehnya, kurasa tebakanku benar dia benar-benae kuat hanya ku tatap dengan aura sedikit saja dia mengetahuinya, siapa sebenarnya orang yang bernama Leo itu?" Ucap Yukio Rin di dalam Hatinya.
Bersambung...