Solo Leveling In The Tower

Solo Leveling In The Tower
Kemunculan Anggota Black Spider



Kemudian saat Yukio melihat mereka berdua, dia memasang muka jahat karena memiliki rencana yang brilian daripada melepaskan mereka begitu saja.


"Kalian ingin aku menyelamatkan kalian?" Tanya Yukio.


"Benar, apapun akan aku lakukan"


"Tapi ada syaratnya" Ucap Yukio.


"Apapun itu jika syaratnya hanya satu orang selamatkan aku saja" Ucap Hanami.


"Heh?! Apaan kau ini!" Kata Ryuichi.


"Aku akan menyelamatkan kalian berdua tetapi aku akan memasangkan tanda ini kepada kalian berdua" Kata Yukio.


Setelah mereka diselamatkan oleh Yukio dari tanah hisap, lalu Yukio memasang tanda budak kepada mereka berdua karena Yukio ingin memanfaatkan mereka untuk dirinya sendiri.


Setelah mereka berdua mendapatkan tanda itu, setiap perkataan buruk kepada Yukio tubuh mereka berdua akan terkena aliran listrik yang sangat besar sehingga mereka tidak akan berani terhadap Yukio dan pergerakan mereka akan dibatasi oleh Yukio sendiri.


"Tanda apa ini?! Aaaa.." suara mereka terkena serangan listrik.


"Itu adalah tanda budak yang aku berikan kepada kalian, jadi kalian harus mematuhi ku apapun itu!"


"Pertama-tama aku akan menanyakan kepada kalian dan kalian harus menjawabnya dengan jujur jika tidak mau terkena sengatan listrik!" Kata Yukio.


"Pertanyaan? Memangnya kami salah apa padamu! Aaaa..."


"Belum di mulai saja sudah seenaknnya saja dasar kalian ini apakah bisa di andalkan! Pertanyaannya dari mana kalian berasal dan siapa yang menyuruh kalian kenapa kalian tahu misi tersembunyi ini?!" Tanya Yukio kepada mereka berdua.


"Kami.."


"Kami dari Guild Black Spider, dan kami di suruh ke tempat ini untuk bisa menjadi kuat" jawab Mereka berdua.


"Bagaimana ini jika aku kembali ke Guild Black Spider aku dan Hanami pasti akan di hukum gawat!" Ucap di dalam hati Ryuichi.


"Hm.. Guild Black Spider? Sejak kapan itu di buat dan siapa pemimpinnya, aku jadi penasaran" Ucap Yukio dalam hatinya.


"Apa kalian tahu nama pendiri atau pemimpin Guild Black Spider?" Tanya Yukio.


"Kami tidak tahu, yang kami tahu mereka memiliki petinggi yang di beri julukan Number" Jawab Ryuichi.


"Hmm.. Mereka tidak berbohong apa yang dia katakan adalah kebenaran!" Ucap dalam hati Yukio.


"Number? lalu mereka berjumlah berapa orang?" Tanya Yukio.


"Petinggi berjumlah 10 orang dan yang kami tahu hanya Number 9 itu adalah petinggi kami yang menyuruh kami ke sini untuk menjadi kuat, katanya di sini ada kekuatan yang begitu hebat" Jawab Hanami.


"Oho.. Jadi begitu! Kalian kembalilah ke Guild Black Spider dan tugas kalian mengamati semua pergerakan mereka yang nencurigakan lalu laporkan kepadaku jika kalian ingin hidup!" Kata Yukio mengancam mereka berdua.


"Ba-baiklah, tapi jika aku kembali aku akan di hukum atas apa yang terjadi hari ini" Ucap Ryuichi.


"Hem.. Aku ada ide yang bagus Bilang saja ada Player yang begitu kuat telah menyelesaikan misi tersembunyi ini, dan kalian secepatnya kembali untuk melaporkan kepada petinggi, kemungkinan kalian akan di maafkan dan akan ditugaskan untuk mencari tahu aku, tapi ingat jangan beritahu ciri-ciriku sama yang kalian sebut petinggi itu" Kata Yukio.


"Lalu bagaimana jika dia menanyakan seperti itu?" Tanya Ryuichi.


"Kalian usahakan sendiri kalau itu pasti kalian bisa mengakalinya, lakukan tugas kalian jika kalian ingin hidup nyawa kalian berdua ada di tanganku ingat itu!" Jawab Yukio.


Lalu Yukio pergi meninggalkan mereka berdua untuk kembali menemui Erik dan Airi karena di saat melakukan mjsi tersembunyi, Yukio mandapat panggilan dari Erik.


"Bagaimana ini kak? Apakah kita menurutinya?!" Tanya Hanami.


"Kalau tidak begitu kita akan mati, lebih baik kita melakukan apa yang dia mu terlebih dahulu jika nanti ada kesempatan kita bisa menghilangkan tanda ini terlebih dahulu" Jawab Ryuichi kebingungan sambil berjalan menuju Guild Black Spider.


Ryuichi yang tadinya merasa lebih kuat daripada Yukio kini terdiam tunduk kepada Yukio dan meredam amarahnya karena dia tidak akan bisa menang melawan Yukio.


Beberapa saat kemudian Yukio tiba di tempat yang diberitahukan Erik yaitu cafe, Erik dan Airi sudah ada di tempat itu menunggunya.


Saat Yukio datang semua orang yang berada di Cafe itu ketakutan dan terkejut melihat Yukio yang mengeluarkan Aura hitam yang begitu mencekam, secara cepat Yukio menekan Aura itu agar tidak ada yang panik.


"Hei, apa kau merasakan hawa yang mengerikan?"


"Ah.. Iya ini apakah ada Monster di dekat kita?"


"Ah.. Aku lupa menekan aura ku" gumam Yukio.


"Eh tiba-tiba aura itu hilang, apa benar orang itu yang mempunyai aura mengerikan itu?"


"Ah.. Semuanya tolong tenang, aura tadi kemungkinan dari menara jadi tolong tetap tenang, bukankah menara adalah tempat aura mengerikan?" Ucap Erik menolong Yukio agar tidak dicurigai.


"Mungkin itu ada benarnya, karena kemunculan menara itu juga aneh tiba-tiba membuat bumi menjadi seperti ini"


Semuanya menjadi tenang kembali dan pandangan terhadap Yukio sudah teralihkan oleh perkataan Erik.


Tetapi ada satu orang yang mengetahui jika aura yang tadi itu bukan dari arah menara melainkan dari Orang itu (Yukio), Orang yang nengetahui itu kemudian menuju ke arah Yukio dan memberikan secarik kertas.


Yukio yang tiba-tiba menerimanya begitu saja dan dia membaca tulisan yang berada di secarik kertas itu.


Setelah selesai membaca Yukio mencari orang yang memeberikan kertas itu menolah ke belakang tetapi dia tidak menemukan orang tersebut.


"Kak Yukio ada apa?" Tanya Airi.


"Yukio senpai?" Tanya Erik.


"Tidak, bukan apa-apa" Jawab Yukio.


Terlihat seorang wanita yang memberikan kertas itu tersenyum sambil mengintip Yukio dari arah jendela Cafe.


"Ohya kenapa auramu tadi begitu menyeramkan begitu sampai-sampai aku dan Airi hampir ketakutan melihatmu yang berbeda dari kemarin" Tanya Erik.


"Itu benar kak Yukio, apakah kau bertambah kuat?" Tanya Airi.


"Maafkan aku ya memang benar aku sedikit bertambah kuat tetapi ini belum seberapa" Jawab Yukio yang masih penasaran siapa orang yang memberinya kertas itu.


"Wow hebat sekali Yukio senpai dimana kamu mendapatkan sumber kakuatan itu beritahu aku, aku juga ingin bertambah kuat juga aku menyesal tidak benar-benar bermain Tower of God waktu dulu ahh sialnya" Kata Erik yang heboh itu.


"Wahh.. Hebat sekali kak Yukio, Oh ya soal Raid Bos lantai satu yang di katakan oleh Presiden kemarin akan di adakan satu dua hari lagi kak dan aku bersama Erik sudah mendaftar Raid itu serta kak Yukio juga aku daftarkan sebagai pembawa barang" Kata Airi.


"Yosh, kerja bagus kalian berdua" Ucap Yukio.


"Terima kasih kak" Ucap mereka.


"Dan satu hal lagi, besok kami akan ikut latihan bersama dengan anggota Raid dan aku di beri tahu jika kak Yukio di suruh untuk datang ke kantor pemimpin anggota pembawa barang besok, katanya dia ingin melihatmu sendiri agar lebih meyakinkan" Kata Airi.


"Jadi kami tidak bisa bersama kak Yukio nanti, maafkan kami kak" Kata Airi.


"Tidak apa-apa kalian fokus latihan saja aku bisa sendiri, lakukan dengan baik" Kata Yukio.


"Baik" Ucap mereka Erik dan Airi.


Setelah itu mereka pesan makanan bersama-sama dan makan bersama.


Di saat itu juga, Wanita yang memberikan kertas kepada Yukio sedang mengobrol dengan Presiden Yunji.


"Apa yang ingin kau beritahukan malam-malam begini Iris?" Tanya Presiden.


"Mungkin aku telah menemukan orang yang menarik Presiden Yunji" Jawab Iris.


" Apa kau benar, siapa dia? Dimana kau bertemu dengannya?" Tanya Presiden Yunji dengan sangat bersemangat.


"Aku tidak tahu siapa dia aku bertemu sekilas dengannya di Cafe saat aku pesan kopi tadi" Jawab Iris.


"Kenapa kau mengatakan jika dia adalah orang yang menarik? Apa alasan yang kuat untuk perkataanmu itu barusan?" Tanya Presiden Yunji.


"Dia tiba-tiba memiliki aura yang berbeda dari para player lainnya aura yang begitu kuat pekat dan hitam " Jawab Iris.


"Dan juga dia memiliki wangi yang sangat harum" Kata Iris.


Iris Cannary adalah petinggi sekaligus wakil pemimpin di Guild World Hero yang diakui oleh Presiden karena kekuatannya tidak masuk akal.


Bersambung...