Solo Leveling In The Tower

Solo Leveling In The Tower
Yukio Rin melawan Amamiya Airi



[Ding]


[Dikarenakan peningkatan Anda terlalu pesat, Anda Berhasil memperoleh Bonus Hadiah 500+ poin]


"Mungkin menang berbeda dengan game Tower of God, mungkin ini adalah update terbarunya haha.." Gumam Yukio.


"Masih ada waktu 15 menit lagi untuk berduel dengan Airi mari kita lihat status terlebih dahulu"


[Jendela Status]


Name : Yukio Rin Level : 10


Title : Player


Age : 21 Fatigue : 0%


Gender : Man


Ketahanan fisik 40%


HP : 100


MP : 40


Strength : 49+ Intelligence : 27+


Agility : 44+ Vitality : 21+


Sense : 26+


Remaining Poin : 850+ Poin


Skills:


- The Eye of Truth


- Pencuri Iv.1


- Cakar Serigala lv.7


- Tanah Hisap


Active skills :


- The Eye of Truth


Class Skills:


- The Eye of Truth (SS)


- Pencuri Iv.1 (E)


- Cakar Serigala (A)


- Tanah Hisap (A)


Ketuk untuk Selengkapnya..


Terlihat dari status milik Yukio telah meningkat dengan pesat hanya beberapa jam yang lalu sejak Tower of God menjadi kenyataan.


Dia pun kini sudah bersiap untuk berduel dengan Airi yang menantang dirinya untuk duel agar dia mendapatkan informasi tentang isi peta Tower of God.


Yukio pun berjalan menuju tempat yang Airi tentukan waktu di Museum Kota.


"Dimana dia? Apakah dia takut dengaku padahal jamnya sudah lebih dari yang aku perintahkan!" Airi beebicara dalam hati.


"Hei, dia dimana si pria yang memukul Tiger sampai pingsan itu apakah dia takut dengan Kak Airi, hahahaha..." sorak orang-orang yang hadir untuk menonton duel antara Yukio dengan Airi.


"Apakah dia takut sampai-sampai dia tidak mau datang ke sini hahaha.."


"Yukio dimana kau? apakah yang dikatakan orang-orang di sini benar jika kau takut dengan Airi, bukannya kau itu kuat kenapa kau takut!" Erik beebicara dalam hati sambil mengigit kuku jarinya.


Tiba-tiba di depan Airi muncul orang berjubah yang datangnya tidak satupun orang tahu dia datang dari mana seakan-akan dia sudah berada di lapangan itu dari tadi.


Pria berjubah itu lalu membuka jubahnya dan ternyata pria itu adalah Yukio Rin yang hawa keberadaannya berbeda jauh ketika dia sedang berada di Museum kota.


"Hei, Hei kenapa kalian dari tadi berisik sekali? Apakah kalian tidak menyadariku dari tadi aku di sini saat kalian menghinaku dengan seenaknya!" Kata Yukio.


"Eh..? Sejak kapan dia berada di sana dan kenapa dia kelihatan sangat kuat dibanding di Musem kota lalu?" Gumam orang-orang yang menghina Yukio itu.


"Wahh.. Itu dia akhirnya dia datang, aku tidak tahu bagaimana dia melakukan itu tetapi itu sangat keren sekali, aku akan memintanya untuk mengajariku nanti, SEMANGAT YUKIO SENPAI!!" Ucap Erik.


"Untuk kali ini karena aku tidak memiliki urusan terhadap kalian, aku maafkan tetapi jika kalian lakukan yang kedua kalinya dengan menghinaku aku akan memotong leher kalian!" Kata Yukio dengan serius.


"Gleg.." suara cegukan orang yang menghina Yukio.


"Terserah kau apakan dengan mereka aku tidak peduli yang aku inginkan hanya kau Yukio Rin, Jangan ingkari janjimu kemarin! Jika kau pria sejati" Ucap Airi.


"Ya, aku adalah pria yang selalu menepati janjiku jangan khawatir! Sementara itu jika aku menang kau akan menuruti apa saja mauku kan?!" tanya Yukio sedikit mengoda Airi.


"The Eye of Truth Active"


[Jendela Status]


Title : Player


Age : 19


Gender : Woman


HP : 100%


MP : 25


Skil : Prajurit Golem lv.2


Class Skill : Prajurit Golem (A)


Strength : 25+ Intelligence : 15+


Agility : 20+ Vitality : 14+


Sense : 12+


Remaining Poin : 1 Poin


Syarat menyalin skill : karena dia sangat percaya diri untuk menang kalahkan dia hingga dia menyerah.


" Dia pasti menggunakan beberapa poinnya untuk meningkatkan statnya dan levelnya untuk persiapan melawan denganku, tetapi sayang sekali jika hanya itu tidak akan cukup untuk mengalahkanku Airi Amamiya" Yukio berbicara dalam hatinya.


Duel pun di mulai orang-orang yang menonton bersorak demi kemenengan Airi dengan begitu mereka tidak akan takut lagi dengan ancaman Yukio karena Airi memenangkan duel tersebut.


Saat Airi menyerang Yukio dengan mengaktifkan Golem-golem miliknya itu sebagai tentara untuk menyerang Yukio, Yukio pun hanya tinggal menunggu agar golem-golem itu masuk ke dalam tanah hisap yang Yukio pasang itu.


"Kau akan kalah Yukio Rin karena telah menerima duelku! Lihat saja golem-golem yang kuat milikku ini!" Ucap Airi dengan percaya diri dia akan memenangkan duel tersebut.


"Tetapi kenapa dia dari tadi hanya diam saja saat aku menggunakan skill golemku? Apakah dia sudah merencakan ini bagaimana jika dia menang melawanku?! Tidak, tidak itu tidak mung-kin" ucap Airi dalam hati.


"Whaahaha.. Tamat riwayatmu Yukio dasar pecundang tidak tahu diri" ucap salah satu orang yang menonton.


"Benar, Benar !"


Yukio di saat itu juga dia tersenyum di hadapan Airi, Airi yang awalnya sangat percaya diri dia tegoyah akan senyuman Yukio tetapi Airi sangat pantang menyerah, dia melihat ke arah Golem-golem miliknya Airi melihat jika Golem itu kesulitan bergerak.


Kemudian setelah Airi menyadari itu dia memperkuat Golemnya hingga batas Magic poinnya tetapi golemnya hanya bisa bergerak sedikit dan semakin terserap ke dalam tanah.


Airi dan orang-orang yang melihat itu terdiam bingung apa yang sedang terjadi pada golem milik Airi.


Erik yang menyadarinya tetap diam dan memperhatikan jika tanah itu berbeda dadi tanah sebelumnya tanah itu seakan-akan menghisap Golem-golem milik Airi dan membawanya ke dalam tanah.


"Eh? Kenapa? Golemku terhisap ke tanah!" Ucap Airi kebingungan.


"Lihat itu kenapa golem-golem milik Kak Airi terhisap ke dalam tanah apakah itu juga skil yang di miliki oleh Yukio? Jika begitu bukannya itu gawat?" orang-orang yang melihat duel tersebut.


"Apakah kau menyadarinya?" tanya Yukio kepada Airi.


"Mungkinkan itu Skilmu yang menghisap Golem-golem milikku?" balik nanya.


"Benar, dan kau tidak memiliki kesempatan untuk menang dariku!" jawab Yukio dengan sangat percaya diri.


"Jadi kau sudah merencanakan ini semua sebelum kita duel, ah.. Jadi begitu aku kalah darimu dengan sangat mudahnya" Ucap Airi putus asa dengan kekalahan telak itu.


Seketika Airi pun jatuh ke tanah karena dia sudah kalah melawan Yukio, Air mata yang jatuh dari mata Airi karena kekalahannya itu membuat Yukio sedikit kasihan terhadapnya.


[Selamat Anda berhasil menyalin skill milik Amamiya Airi Golem lv3 di dapatkan! Skil akan langsung di simpan]


"Amamiya yang kuat itu kalah dihadapan Yukio waa.. Keren sekali Senpai, Aku mencintaimu!" Ucap Erik sangat keras menbuat Yukio tidak enak mendengarnya.


"Diam kau! Dasar penguntit sialan!" Yukio.


"Huaaa..aaa kenapa aku kalah darimu, itu curang sekali"


"Karena kau sangat lemah daripada aku haha.." jawab Yukio.


"Aaaa... Curang itu curang tadi"


"Sudahlah jangan menangis lagi, kenapa kau yang tadinya terlihat seram sekarang menjadi sangat cengeng begini?" tanya Yukio.


Amamiya Airi pun langsung mengusap air matanya yang berada di pipi dan langsung berdiri seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


"Aku akan memberikan informasi isi peta itu untukmu" Kata Yukio.


"Eh? Kenapa, padahal aku kalah darimu" Airi kebingungan.


"Itu memang tujuanku dari awal kau menantangku, tetapi ada syaratnya apa kau bersedia?" tanya Yukio.


"Syarat? Ya aku mau asalkan bukan syarat yang aneh-aneh"


"Syaratnya adalah... "


Kemudian setelah Yukio memberikan informasi tentang syarat dan informasi tentang isi peta itu kepada Airi, Airi pun sangat senang mendengarnya karena dia kini bisa menjadi lebih kuat.


Bersambung...