Solo Leveling In The Tower

Solo Leveling In The Tower
Raid Tower of God lantai Pertama



Keesokan harinya Yukio pergi menemui Pemimpin dari anggota pembawa barang, saat dia sudah berada di kantor milik pemimpin anggota pembawa barang dia di beri beberapa pertanyaan untuk di jawab oleh Yukio Rin.


"Tok..tok" Suara ketukan pintu.


"Masuklah pintunya tidak terkunci" Jawab Pemimpin anggota pembawa barang tersebut.


"Ah.. Pasti kau adalah orang yang ingin ikut untuk membantu di Raid lantai pertama? Siapa namamu kemarin" Kata Pemimpin anggota pembawa barang itu.


"Yukio Rin, maaf?" Tanya Yukio.


"Benar itu dia aku selalu lupa maafkan aku namaku Fujitora aku adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas semua anggotaku jadi panggilanlah aku tuan Fujitora, pertama-tama aku ingin mengajukan pertanyaan kepadamu sebelum Raid besok di mulai, apakah kau bersedia?" Tanya Fujitora.


"Baik" Jawab Yukio Rin.


"Apakah kau seorang player dan apa alasan kamu ingin bergabung di anggota pembawa barang? Izin untuk ikut Raid harus player karena di dalam tower nanti tidak akan tahu bahaya macam apa yang akan terjadi" Kata Fujitora.


"Ya, saya seorang player alasan saya ingin bergabung karena saya ingin mendapatkan pengalaman saat di dalam tower nanti" Jawab Yukio Rin.


"Hm.. Baiklah kau di terima, selamat bergabung dan ini adalah kartu anggota kau"


"Baik, terima kasih banyak tuan Fujitora" Kata Yukio Rin.


"Ya, jangan lupa besok kau harus datang lebih awal karena persiapan kita akan sangat merepotkan" kata Fujitora.


Setelah Yukio di terima oleh Pemimpin pembawa barang, dia ingin mecoba skill yang dia dapat setelah melawan King Orc kemarin.


[Jendela Status]


Name : Yukio Rin Level : 16


Title : Player


Age : 21 Fatigue : 0%


Gender : Man


Ketahanan fisik 45%


HP : 100%


MP : 65


Strength : 60+ Intelligence : 33+


Agility : 50+ Vitality : 24+


Sense : 32+


Remaining Poin : 1850Poin


Skills:


- The Eye of Truth


- Pencuri Iv.1


- Cakar Serigala lv.7


- Golem lv.3


- Tanah Hisap


- Dark Portal


Active skills :


- The Eye of Truth


- Dark Portal


Info selengkapnya...


Setelah Yukio berada di luar kantor Fujitora, dia mengaktifkan skill Dark Portal miliknya untuk berpindah dari Kantor ke rumahnya.


[Skill Active Dark Portal]


Sebuah pusaran asap hitam muncul di depan Yukio.


Yukio yang melihat Asap hitam itu tidak lagi heran karena dulu di dalam game dia juga memilikinya jadi dia hanya ingin mengetesnya apakah sama saja ataukah berbeda.


"Sama saja seperti yang berada di Tower of God" Gumam Yukio.


Sesaat setelah Yukio berada di depan Rumah dia dikejutkan dengan seseorang yang sudah menunggunya di depan pintu masuk rumah Yukio.


"Siapa kau?" Tanya Yukio.


"Aku adalah orang yang memberikan kertas kepadamu kemarin malam, apa kau sudah membacanya?" Tanya Iris.


"Apakah kau sedang bercanda?" Tanya Yukio dengan tatapan mencurigainya.


"Aku serius soal itu, bukankah kau yang tidak tenang?" Kata Iris.


"Siapa kau? Kenapa kau bisa nengetahui tempat tinggalku?" Tanya Yukio dengan tegas.


Iris membuka topinya saat memperkenalkan diri, terlihat wajah dan rambut merah yang sangat cantik itu hampir membuat Yukio terkagum melihatnya.


Dia adalah Iris Cannary yang hidup hanya dengan Kakaknya yang menghilang setelah kejadian malam awal mula terjadinya bencana Tower of God menjadi kenyataan.


"Iris Cannary? Aku Yukio Rin hanya player biasa, apa maumu datang kemari? Jika kau ingin aku bergabung ke Guild World Hero aku menolaknya, aku tidak suka dengan orang asing" Ucap Yukio.


"Ya, memang benar aku tidak akan memaksamu untuk bergabunh tetapi apa alasanmu untuk ikut ke dalam Raid tetapi kau malah menjadi anggota pembawa barang bukannya ukut tim penyerangan?" Tanya Iris Cannary.


"Itu bukan urusanmu! Pergilah aku tidak tertarik dengan guildmu itu!" Ucap Yukio dingin.


"Hm.. Kalau begitu apakah kau ingin berpura-pura menjadi lemah?" Tanya Iris Cannary.


"Apa maksudmu?" Tanya Kembali Yukio.


"Kau itu kuat kenapa kau tidak bergabung tim penyerangan dan malah menjadi anggota pembawa barang apa yang kau incar? Jika kau menjawab ini dengan jujur aku tidak akan membocorkan informasi tentangmu ke publik tetapi jika kau tidak menjawabku maka lihat sendiri nantinya" Kata Iris Cannary.


"Tujuanku ikut raid dan sebagai anggota pembawa barang hanya ingin menambah pengalamanku saja aku tidak mengicar apa-apa, jika kau masih tidak percaya?" Ucap Yukio.


"Hm.. Dia tidak berbohong kepadaku jika ada seseorang berbohong pasti aku mengetahui itu karena aku memiliki skill pendeteksi kebohongan seseorang, jika yang dia katakan benar maka aku akan mempercayainya" Dalam hati Iris Cannary.


"Baiklah kalau begitu, aku percaya padamu ada yang special darimu kau berbeda dari yang lain baumu wangi, kalau begitu sampai ketemu di Raid nanti aku akan memimpin pasukan untuk membunuh Bos Lantai pertama" Ucap Iris Cannary.


"Tunggu.. Kau tidak akan membocorkan informasiku kepada publik kan?" Tanya Yukio.


"Hm.. Kenapa? Apa kau setakut itu jika informasimu bocor, ya akj berjanji jika informasi tentangmu tidak akan bocor ke publik" Ucap Iris Cannary.


[Anda tidak dapat membuka status milinya karena perbedaan level]


"Apakah status miliknya memang tinggi sehingga skill ku tidak bisa membacanya?" Ucap Yukio dalan hati.


"Kalau begitu sampai jumpa Yukio Rin, aku akan melindungimu nanti" Ucap Iris Cannary.


Iris Cannary pun pergi meninggalkan Yukio.


"Dia bukan orang biasa dia juga nengetahui jika aku kuat apakah dia memang sekuat itu?" Gumam Yukio.


Keesokan harinya seluruh pasukan Raid Bos lantai pertama akan segera di mulai dan Yukio pun juga bersiap-siap untuk masuk dengan anggota pembawa barang yang lainnya.


"Itu kah anak muda yang mengajukan dirinya jika dia ingin menjadi anggota pembawa barang? Apakah dia bisa membawa barang berat?" Berbicang-bincang anggota pembawa barang.


"Mustahil dia pasti cepat kecapekan"


"Aduh.. Belum apa-apa sudah kena gosip, manusia zaman sekarang memang gemar gosip ya" Ucap dalam hati Yukio.


"Diam kalian dia bisa mendengarnya loh"


"Aku mendengarnya paman sialan" Ucap Yukio dalam hati.


Akhirnya gerbang Tower lantai pertama pun di buka oleh Iris Cannary pemimpin pasukan, prajurit perkelompok berurutan masuk ke dalam Tower.


Setibanya di dalam mereka di hadapi dengan segrombolan goblin yang menghadang mereka, lalu Iris Cannary memerintahkan untuk menyerang secara bersamaan seperti yang di latihan kemarin sebelum Raid di mulai.


"Wah.. Goblin banyak sekali, apakah kita akan menang" Ucap salah satu pasukan.


"Serangg..." Ucap si Erik.


"Kenapa dia semangat sekali" Kata si Airi.


"Semuanya!! habisi goblin-goblin itu sampai tidak tersisa!" Ucap keras Iris Cannary.


"Baik" Jawab mereka semua bersamaan.


"Untuk anggota pembawa barang dan pengambil barang silahkan masuk ke dalam secara hati-hati" Kata Reina anggota pengawas.


"Ehm..kau terlihat sangat muda kenapa kau bisa berada di anggota pembawa barang?" Tanya Reina.


"Eh aku? Alasannya aku butuh uang" Jawab Yukio dengan santai.


"Uang? Ya semua orang pasti membutuhkan itu, semangat, namaku Reina kalau kau?" Tanya Reina.


"Aku Yukio Rin" Jawab Yukio Rin.


"Yukio salam kenal dan mohon bantuannya ya" Kata Reina menyemangati Yukio.


"Dia pasti anggota pengawas kerjanya mengawasi setiap orang agar tidak ada yang tertinggal atau tersesat" Ucap Yukio dalam hati.


Beberapa saat kemudian semua gobling yang menghalangi jalan sudah terbunuh tanpa tersisa yang membunuh terbanyak ialah Iris Cannary Wakil ketua dari Guild World Hero.


Saat ini Iris Cannary menyuruh seluruh pasukan untuk maju karena stamina mereka masih banyak.


Ketika berada ditengah jalan, goblin-goblin itu mulai bermunculan lagi tetapi kini goblin itu menbawa seorang jendral Goblin yang kekuatanya lebih besar daripada goblin biasa.


Semua pasukan menyerang goblin-goblin itu fengan mudahnya tetapi saat menyerang Jendral Goblin beberapa pasukan terhempas jauh oleh Jendral Goblin.


Semua pasukan terdiam melihat itu, hanya Iris yang masih bertahan mebghadapinya dan menbunuhnya dengan sekejap mata.


Yukio yang melihat Iris membunuh Jendral Goblin, kagum karena dia memiliki kekuatan yang menarik untuk disalin.


Bersambung...