
...Setelah sampai di rumahnya, Bayu mendudukan dirinya di bangku teras rumahnya. Sambil bersandar ia menghela nafas panjang membuang kekesalan hatinya, dilihat jam ditangannya waktu menunjukkan pukul sebelas malam. la merogoh kantong mengambil ponselnya membuka dan membaca pesan dari Tari....
📩 Mas Bayu ko belum jemput?
📩 Jadi gak kita jalan?
📩 P
📩 P
📩 P
📩 P
📩 P
📩 Mas Bayu jawab telponku !!!
📩 Mas
📩 P
📩 P
📩 P
📩 P
📩 P
📩 GAK JADI BILANG DONG!!!
..."Setan sialan, berani kau muncul dihadapanku. Bangk*e."...
...Namun bukannya hilang cekikikan makhluk itu malah semakin terdengar nendekat disertai bau busuk yang menusuk hidung Bayu. Dengan matanya yang bisa melihat hal itu Bayu segera bersiap karena makhluk itu malah melesat mendekat berhadapan tepat dengan wajah yang hancur penuh darah yang berbau busuk itu menyeringai memperlihatkan taringnya dan bola matanya yang hampir keluar dari tempatnya, dengan tangkas Bayu menarik rambut makhluk itu dan melemparkannya sambil membacakan mantra-mantra, suara makhluk itu pun berubah menjadi erangan yg menyakitkan kemudian makhluk itu bangkit kembali merangkak dengan wajah yang tetap memandang Bayu penuh amarah makhluk itu melompat dengan kuku tajamnya yang hampir saja mencakar wajah Bayu. Bayu semakin memperdalam bacaan mantra dan doa-doa menangkis serangan makhluk tersebut. Suara erangan semakin terdengar jelas bagi yang bisa mendengar kemudian berubah menjadi tangisan yang sangat memilukan suara tangisan kesepian, yang lama kelamaan suara itu pun hilang senyap bersamaan dengan hilangnya makhluk itu menjadi asap....
..."Setan dari mana itu, berani-beraninya mengganggu ketenanganku. Aku heran mereka terus saja menggangguku." Gumam Bayu, kemudian ia terduduk di lantai merasakan lelah sekujur tubuhnya....
..."Ibuu.. Bapaa.. tolong bukain pintunya ini Bayu wes muleh." Teriak Bayu yang masih terduduk dilantai dengan mengatur nafasnya yang naik turun. Tak berapa lama pintu pun terbuka dan keluarlah ketiga orang dirumah itu....
..."KREAATTTT"...
...Pintu rumah Bayu pun terbuka....
..."Mas Bayu kenapaa??" Teriak sekar histeris melihat kakaknya terduduk dilantai dengan nafas yang tersengal-sengal....
..."Aduh le piye? ono opo iki?" Kata Bapak dan Ibunya Bayu berbarengan terkejut melihat putranya itu. Mereka menyambar tubuh Bayu yang lunglai, kemudian memapahnya kedalam rumah....
..."Walah kamu ini kenapa Bayy?" Tanya bapaknya Bayu....
..."Iya nak kamu kenapa ko jadi kaya gini, kamu habis dari mana sebetulnya?" Ucap ibunya Bayu dengan suara yang penuh dengan kekhawatiran. Sedangkan Sekar ikut memperhatikan dengan menggigit kuku tangannya hal itu telah menjadi kebiasaan Sekar sejak kecil jika ia sedang panik....
..."Aku ga apa-apa pa bu, aku ngantuk mau tidur dulu nanti aku ceritakan setelah bangun." Bayu pun berdiri dengan sisa tenaga berjalan menuju kamarnya. "Kalian juga tidur saja, maaf tadi aku jadi bangunkan kalian."...
...Di dalam kamar Bayu mencoba mengistirahatkan tubuhnya itu, ia ingin sekali mengadu pada Tuhan betapa lelah dirinya kini. Bayu pun membaringkan tubuhnya dan menutup mata dan tak berapa lama ia pun tenggelam dalam tidurnya, sementara itu disudut ruang kamar tanpa ia sadari sesosok wanita yang selalu mengikutinya sedang memperhatikan Bayu dengan wajah sendunya....
......................
^^^bersambung^^^