
...Bayu pun melangkah mengikuti Dewi kemuning, dan... disisi lain....
..."Bayu nak bangun ayo bangun astaga anak ini kenapa ga bangun-bangun. Tidak biasanya dia ngebo begini." Tiba-tiba bapaknya Bayu teringat ucapan Pak. Dirman ia segera berlari menuju mata air kemudian ia menyiram wajah Bayu dengan air yang diambil dari mata air yang keluar dari akar-akar pohon tersebut....
...Byurrr...
..."Nak ayo bangun nak, Bayu ayo kita pulang ini sudah sore. Astaga bagaimana ini?" Ditengah kepanikan nya tiba-tiba Bayu pun terbangun....
..."Ya ampun bapak kenapa siram aku si? Jadi basah kan.."...
..."Terimakasih gusti anak ku sudah bangun, ayo cepat kita pergi dari sini nanti keburu gelap." Bapak bayu segera menarik lengan Bayu dan bergegas pergi dari tempat itu....
..."Semoga tidak ada yang mengikuti." Batin bapak....
...Sesampainya dirumah, bapaknya Bayu bercerita bahwa Bayu tertidur sangat lama sepertinya sejak ia duduk disana dan juga susah sekali untuk dibangunkan. Bayu pun menceritakan apa yang dialami nya antara mimpi dan nyata seperti itulah yang ia rasakan, pada saat ia akan menaiki kereta kencana ia merasa ada yang menarik mundur dirinya dan tiba-tiba ia terbangun dalam keadaan basah dan berada ditempat semula....
......"Untung aja kamu bisa balik pulang Bayy, bapak sudah was-was. Takut terulang lagi kejadian dulu."......
..."Dulu memangnya ada apa pak? Ko aku ga inget ya.." Bayu mengerutkan dahi merasa heran atas ucapan bapaknya....
..."Sudahlah yang terpenting sekarang kamu sudah pulang, ada bareng keluargamu ini."...
...Kemudian datanglah ibu dan adiknya membawakan beberapa makanan dan minuman untuk disuguhkan. Mata ibunya melirik tajam kearah bapaknya Bayu seolah mengisyaratkan sesuatu, namun bapaknya Bayu tetap terlihat santai mendapatkan lirikan itu....
..."Bapak ini maen rahasia-rahasiaan terus sama aku, kadang aku suka mikir kalau bapak masih sembunyiin sesuatu yang penting sepanjang hidupku ini." Bayu semakin merasa kepo akan rahasia hidupnya yang kata ibunya masih belum bisa diceritakan oleh bapaknya itu....
..."Iya lah terserah bapak saja, sebenernya tadi itu aku sempet tergoda sama kecantikan Dewi Kemuning loh pak, ayu tenan."Mata Bayu menerawang membayangkan sosok Dewi Kemuning....
..."Halah, awas ilermu netes. Cantik jg bukan manusia buat apa Bayy?" Kilah bapaknya Bayu dengan memperlihatkan wajah malasnya....
..."Lah iya makanya sayang sekali padahal lumayan kalau beneran manusia ga bakal malu-maluin buat diajak kondangan, orang-orang bakalan pada heran kenapa pengantin perempuannya ada digandenganku." Canda Bayu terkekeh sendiri....
..."Astaga kamu ini Bayy, masih saja bisa bercanda padahal kamu itu tadi ada diambang kematian lagi Bayy." Omel Ibunda Bayu yang merasa sedikit kesal kepada anaknya tersebut....
......"Huft, tapi ga apalah pak bu hidup itu jangan terlalu serius, aku bersyukur bisa kembali lagi bisa pulang kerumah ini lagi." Pikiran Bayu menerawang mengingat kejadian demi kejadian yang telah menimpa seumur hidupnya kini, ia menghela nafas pendek dan jemarinya mengangkat secangkir kopi hitam kesukaannya yang kemudian ia sesap dengan perlahan.......
...Ia berfikir keras pasti ada sebuah rahasia dibalik semua itu, mengapa para wanita cantik yang bukan manusia itu terus saja berdatangan padanya....
..."Sudahlah Bayy bapak tau apa yang sedang kamu fikirkan, kamu harus sabar dan ikhlas menempuh perjalanan hidupmu. Bapak yakin suatu saat pasti jodohmu akan datang, mungkin saja sekarang ini jodohmu sedang berdoa meminta untuk kamu temukan."...
..."Iya pak, ngomong-ngomong bicara bapak seperti peramal saja." Candanya....
..."Hilih kamu ini kalau dibilangin malah guyonan. Wes bengi mending turu yuh..."...
......................
...Beberapa hari kemudian, dunia Bayu terasa aman karena tidak ada penampakan atau pun mimpi-mimpi aneh yang mendatanginya meskipun ada satu mimpi yang sering ia mimpikan yang sering ia abaikan. Mimpi yang sering membuatnya terbangun dalam tidurnya....
^^^bersambung^^^