She Kissed The Bad Boy

She Kissed The Bad Boy
Chapter 5 : Marah



Regan dengan niatnya mengajak pulang bareng Azea, dia-pun berjalan ke kelasnya Azea, dia tampak tahu betul tentang Azea semenjak kejadian di lab kimia itu.


Ya, dia menanyakan beberapa hal tentang Azea kepada bawahan-bawahannya, secara Regan itu merupakan orang yang sangat dikenal di sekolah, tak heran banyak orang yang tunduk kepadanya.


Dia kini berada di kelasnya menuju kelas Azea, sekilas dia melihat temannya Azea yaitu Sisi yang berjalan sendirian. Regan menduga pasti Azea masih berada di kelasnya.


Sesampainya di kelas Azea, dia benar-benar tersulut oleh emosi, Azea yang kemarin dia cium, Azea yang kemarin menghabiskan waktu bersamanya walaupun terkunci di lab kimia, kini berciuman dengan orang lain.


Regan langsung menghampiri Azea yang bibir mereka masih saling bersentuhan.


"Berani-beraninya lo!"


Regan langsung menghajar Genta di bagian pipi, sontak bibir Genta dan Azea yang tadinya bersentuhan terlepas dan Azea benar-benar kaget karena Regan tiba-tiba datang dan menghajar pacarnya.


"HEH, LO APA-APAAN SI!" Azea teriak dan langsung menghampiri Genta yang tersungkur berada di lantai.


Genta tampak merasa sakit di bagian pipi kanannya hingga sudut bibirnya karena tonjokan Regan benar-benar kuat, hingga dirinya mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.


"Kamu nggak apa-apa?" tanya Azea khawatir.


Azea mengusap-usap pipi Genta untuk sejenak. Regan yang melihat itu hanya berdiri saja dan menatapi tingkah Azea.


Azea melirik ke arah Regan, dia bangkit, berdiri dan menampar pipi Regan.


Regan tak memberikan reaksi apa-apa saat dirinya di tampar oleh Azea, karena jujur saja tamparan Azea tak mengalahkan sulut amarahnya yang melihat Azea dicium oleh orang lain.


Azea berbalik untuk menghampiri kembali Genta, tetapi saat itu Regan langsung menarik tangan Azea dan membuatnya keluar dari kelas meninggalkan Genta.


"Lo itu pacar gua! Ngapain, lo cium orang lain!"


"Pa-Pacar lo! Itu pacar gua yang lo pukul! Aneh-aneh aja lo! Minta maaf sana sama dia!"


"Lo bakal ngelupain gitu yang kita lakuin di lab kimia?"


Genta keluar dan mendengar percakapan mereka. "Apa yang kalian lakukan di lab kimia?"


Azea benar-benar malu, "Bu-bukan apa apa kok."


"Kita berciuman," ucap Regan dengan santai.


"Zea... Bener apa yang si brengs*k ini katakan?" Genta benar-benar merasa kecewa saat Regan mengatakan itu. Tapi, anehnya Genta tak membalas perbuatan Regan yang menghajarnya itu.


"Nggak...," bohong Azea, karena tak mau rahasianya terbongkar.


"Bohong dia, dia menikmatinya, kita sama-sama menikmatinya," kata Regan yang memancing amarah Genta.


"LO APAAN SI!" protes Azea.


Genta tak mengatakan kata sepatah pun, dia benar-benar kecewa saat mendengarkan itu. Dia membawa tasnya dan pergi meninggalkan Regan dan Azea.


"Genta, tunggu...,"


Azea berlari tetapi tangannya di tarik oleh Regan.


"Puas?" tanya Azea.


"Puas, karena lo sekarang milik gua satu-satunya." ujar Regan.


"Ck! Nggak ya!"


Azea balik ke kelasnya, mengambil tasnya, mengambil bunga yang di berikan oleh Genta itu, lalu lari dari Regan.


Regan hanya mengeluarkan smirk andalannya, karena dia yakin Azea kini miliknya.


***


Tok... Tok... Tok...


Azea mengetuk pintu rumah Genta, lalu seorang perempuan berambut coklat membukakan pintu tersebut.


"Tante..." Azea meraih tangan perempuan tersebut dan mengarahkan ke kepalanya, bentuk salam.


"Ah... Azea ya, pacarnya Genta," ucap perempuan tersebut yang alias Ibunya Genta.


"Gentanya ada tante?"


"Ada, dia kenapa ya? Datang-datang langsung ke kamarnya,"


"Boleh aku bertemu dengannya tante?"


"Oh iya, tentu saja."


Azea masuk ke rumah Genta, dan langsung menuju kamarnya, karena dia tahu persis letak kamar Genta.


Tak lama kemudian, Genta membukakan pintu kamarnya. "Ada apa? Kamu nggak seneng-seneng aja sama dia."


"Itu udah di obatin? Sini aku obatin kalau belum," ucap Azea yang melihat luka di sudut bibir Genta.


"Jangan ngalihin pembicaraan deh."


Azea masuk ke dalam kamar Genta, dan langsung duduk di ranjang tempat tidur Genta.


"Itu cuma kesalahan Gen, aku bahkan gak suka dia, aku cuma setia sama kamu kok." Azea meluruskan masalahnya, disatu sisi dia tak mau kehilangan pacarnya itu.


Genta tak merespon ucapan Azea, karena itu Azea mendekati Genta dengan berani dia mengusap-usap pipi Genta.


'Cuph'


Azea memejamkan mata dan mencium bibirnya Genta. Genta, tak membalasnya hanya dia membelalakan matanya saat Azea berani melakukan itu kepadanya.


"Eh," Genta mendorong kedua bahu Azea dengan pelan.


"Jangan marah ya? Kita baikkan okay?"


Tak disangka, Genta mengeluarkan semburat merah dipipinya itu, melihat pipi pacarnya yang putih mengeluarkan semburat merah itu, Azea terkekeh.


"Baru kali ini, aku melihat kamu seperti ini haha,"


Genta melirik ke arah lain saat Azea berkata seperti itu.


Azea memeluk Genta, "Ah, jangan ngambek okay? Udah, jangan di dengerin kata si Regan tadi," ucap Azea.


Azea melepaskan pelukannya, lalu dia kembali berani mencium bibirnya Genta dengan sekilas.


"Yaudah, aku pulang duluan ya, eh, tapi mau di obatin nggak sama aku itu lukanya?"


"Udah, ciuman aja bisa buat aku sembuh kok."


"Ih, apaan si." Azea tertawa, setelah itu dia keluar dari kamar Genta dan keluar dari rumah Genta disusul oleh Genta dari belakang.


"Kamu mau di anterin nggak?"


"Nggak usah, aku mau ke minimarket dulu."


"Serius?"


"Iya..."


"Kalau dia ada, hindarin ya! Aku nggak mau pacarku, kenapa-kenapa." ujar Genta.


Ojek online yang telah di pesan oleh Azea telah muncul, Azea memakai helm dan melambaikan tangannya kepada Genta.


"Bye!"


***


Niat Azea ternyata bukan ke minimarket, melainkan ke pusat mall, dia ingin berbelanja kebutuhannya untuk bulan ini.


Tak disangka-sangka ternyata seorang Regan, mengikuti Azea hingga ke mall, tanpa Azea sadari.


Azea ke tempat dimana banyak make up disana, dia mencoba salah satu lipstik tersebut hingga bibirnya terlihat merah, sangat cantik, iya sangat cantik terlihat di mata Regan saat Azea mencoba lipstik tersebut dan membuat Regan tersenyum saat melihatnya dari jauh.


Azea membawa beberapa lipstik di tangannya, dan dia pergi ke tempat cemilan untuk dia makan disaat dia sedang menonton drama.


Beberapa makanan seperti buah-buahan, chips, mie instan dan lainnya dia borong.


Setelah melakukan pembayaran di kasir Azea pergi dari mall tersebut dengan kantong plastik yang masih bisa dia genggam, selebihnya dia masukkan ke dalam tasnya yang dia pakai.


Azea tak menaiki ojek ataupun mobil, dia tiba-tiba memilih untuk berjalan kaki, dari mall hingga ke Villa nya, itung-itung dia diet dan hemat uang belanjaan yang diberikan oleh Ibunya itu.


Dia berjalan dengan diikuti Regan dibelakang tanpa Azea mengetahuinya.


Sampai di sebuah gang, menuju jalan pintas ke villanya, barulah sadar seseorang mengikutinya dari belakang.


Azea berjalan seperti normalnya, tetapi dengan sigapnya dia menoleh ke belakang dengan cepat.


"Lo lagi, lo lagi!" Azea kesal karena mendapati Regan yang mengikutinya dari belakang.


"Kenapa si?" tanya Azea.


***


Bersambung... Mau tahu kelanjutannya? Please, vote, follow, like dan comment juga. Thank you!