SEUOL MATE

SEUOL MATE
BAB 8 : Memberi Tahu mama



Pagi harinya......


Aku bangun sekitar jam 05 : 29 aku pun langsung menjalankan kewajiban ku yaitu shalat, setelah shalat aku langsung menuju kamar mama lalu aku mengetuk pintu kamar mama dengan pelan.


"Masuk aja nggak kekunci kok "


"Mama kapan bangunnya "


"Tadi, mama kan harus shalat "


"Emang keadaan mama gimana?"


"Mama itu udah sehat kok "


"Oh iya, kalau gitu Hanna kekamar dulu ya mama lanjutin aja istirahatnya "


"Tunggu sayang, kamu nggak mau ngomong gitu sama mama "


"Hanna gak mau ngomong apa-apa kok ma, aku cuma mau mastiin kalau mama udah bangun atau belum "


"Kamu ngomong aja mama janji gak akan marah atau sedih, mama tau kok kalau kamu lagi mau ngomong sama mama kan"


"Kok mama tau sih "


"Iyalah kamu kan anak mama "


"Oh iyaya aku lupa "


"Jadi kamu mau ngomong apa?"


"Hanna mau ngomong soal wasiat terakhir Hanni ma, tapi mama jangan sedih ya "


"Iya sayang "


Hanna memberanikan dirinya untuk bercerita soal wasiat terakhir Hanni kepada mamanya.


"Waktu dirumah sakit Hanni bilang sama aku kalau dia mau kembali ke Korea, tujuan Hanni kembali ke Korea untuk membalas kebaikan orang-orang yang udah bantu dia disana tapi Hanni ragu sama keputusannya untuk kembali ke Korea dia berpikir kalau dia nggak bisa kesana lagi dan waktu itu juga aku bilang sama Hanni kalau aku yang akan menggantikan posisinya nanti di Korea "


"Aku nggak tau kenapa mulut ku bisa mengeluarkan kata yang membuat Hanni memiliki harapan lagi, awalnya Hanni mengejekku dia bilang aku pasti akan pingsan kalau nanti naik pesawat tapi aku mengatakan kalau aku pasti bisa melawan rasa takutku itu demi Hanni "


"Lalu aku menyakinkannya kalau aku pasti bisa demi dia, setelah perbincangan tentang Korea selesai aku dan Hanni pun bercanda satu sama lain tanpa merasa kalau sudah malam setelah itu aku menyuruh Hanni untuk tidur lalu Hanni mengatakan selamat malam terakhirnya untukku keesokan paginya waktu aku bangun Hanni udah gak ada "


Mama hanya terdiam mendengarkan cerita wasiat terakhir Hanni, mata nya sudah berkaca-kaca saat mendengar nama Hanni dan akhirnya mama pun menangis.


"Mama kok nangis mama kan udah janji sama aku kalau mama gak akan nangis "


Mama mengusap air matanya yang mengalir lalu tersenyum kearah ku.


"Kamu harus nepatin janji kamu sama Hanni, dia pasti akan bahagia kalau keinginan terakhirnya itu kamu tepati "


"Iya ma, aku pasti bakal nepatin janji aku sama Hanni lagian aku nggak mau liat Hanni sedih diatas sana "


"Mama akan daftarin kamu besok dibandara supaya kamu bisa cepat pergi"


"Mama mau ya kalau Hanna cepat perginya padahal kan Hanna masih mau disini nemenin mama "


"Nggak gitu sayang maksud mama itu kalau kamu cepat perginya pasti kamu juga bakal cepat selesainya di Korea dan kamu bisa pulang nemuain mama "


"Iya sih, tapi aku nggak mau ninggalin mama kan mama masih sakit "


"Lagian kan kalau kita pergi mendaftar besok belum tentu kamu bisa pergi lusa palingan nunggu beberapa Minggu lagi "


"Oh gitu ya ma "


"Iyah jadi kamu masih punya waktu buat dirumah sama mama dan bibi "


Hanna langsung memeluk badan mamanya dengan penuh cinta, Iyah Hanna sangat mencintai mamanya lebih dari dirinya sendiri menurutnya cinta yang abadi adalah cinta seorang anak pada ibunya begitu juga sebaliknya.


"Kalau misalkan Hanna pergi ke Korea mama jangan sedih ya "


"Iyah sayang mama gak akan sedih kok"


"Hanna sayang mama "


"Mama juga sayang sama Hanna "


Mereka saling memeluk satu sama lain sampai mereka mendengar ada suara ketukan pintu.


tok...,tok...,tok...


"Siapa? "


"Saya nya, bibi "


"Ternyata non Hanna ada disini, pantesan dari tadi bibi nyariin dikamar gak ada ternyata disini toh dikamarnya nyonya "


"Bibi ada perlu apa sama Hanna "


"Ini loh non dari tadi ada telpon dari non Alice katanya hpnya non Hanna gak aktif makanya non Alice telpon lewat hp bibi"


"Hp kamu rusak sayang? "


"Nggak kok ma, hp Hanna lagi dicas soalnya baterainya habis Hanna lupa nyabutnya, kalau gitu Hanna mau ngambil hp dikamar dulu ya ma "


"Gak usah biar bibi aja non, ini non bicara aja sama non Alice siapa tau penting "


"Yaudah deh kalau gitu Hanna telpon Alice dulu ya ma, bi pinjam ya hpnya "


"Iya non, bibi kekemar non dulu ya nya "


"Iyah bi..."


Bibi meninggalkan kamar mama dan menuju ke kamar Hanna untuk mengambilkan hp Hanna, tidak beberapa lama hp punya bibi berdering artinya ada panggilan masuk dari alice aku pun segera mengangkatnya.


"Ma aku keluar dulu mau angkat telepon dari alice mama sini aja yah "


"Cepat kamu angkat siapa tau penting"


Hanna pun keluar meninggalkan kamar mamanya dan keluar menuju taman rumahnya, Hanna mengangkat panggilan masuk dari alice.


📞 Panggilan dari alice


"Halo Alice, lo mau ngomong apa? "


"Halo, Hanna lo kenapa lama banget sih angkat telepon dari gue "


"Emang lo mau ngomong apa? "


"Hanni bilang sama gue kalau lo bakal gantiin dia nanti ke Korea, gue mau mastiin kalau yang diomongin Hanni itu ke gue benar atau enggak "


"Iyah itu semua benar, gue udah janji sama Hanni buat gantiin dia nanti ke Korea dan gue pasti akan nepatin janji gue ke Hanni supaya dia nggak sedih disana"


"Jadi lo akan pergi sebentar lagi dong "


"Sebenarnya gue nelpon buat nyuruh lo pisahin baju Hanni yang masih baru buat disumbangkan kepada orang yang membutuhkan dan lo juga bisa ambil baju manapun yang lo suka "


"Gue cuman mau ngomong itu aja kok, gue matiin dulu ya telponnya soalnya masih banyak kerjaan yang harus gue selesaikan, dan btw kalau lo nanti mau diantar ke bandara lo tinggal telpon gue aja yah kalau gak ada pekerjaan gue pasti akan nganterin lo"


"Iyah..."


Hanna pun menghentikan panggilannya dengan Alice lalu dia masuk ke kamar tidurnya sendiri untuk mandi karena waktu sudah menunjukkan pukul 06:45.


Setelah mandi Hanna melaksanakan perintah Alice yang menyuruhnya memisahkan baju Hanni yang masih bagus untuk disumbangkan, Hanna mengambil baju 2 baju Hanni lalu dia memasukkan baju yang tidak dia ambil kedalam kardus.


Hanna mengambil ponselnya untuk menelpon Alice dan Alice langsung mengangkat panggilan masuk dari Hanna.


📞 Panggilan masuk Hanna utk Alice


"Halo han kenapa? "


"Ini lice gue udah misahin baju Hanni terus gue juga udah masukin kedalam kardus tinggal diantar kok "


"Lo udah ambil baju Hanni yang lo suka? "


"Udah kok gue cuma ambil 2 aja "


"Kok cuman 2 sih? "


"Gak papa itu udah cukup kok "


"Oh gitu yaudah terserah lo aja deh "


"Besok gue aja yang anter kepanti asuhan"


"Gak papa lo yang nganter? "


"Gpp kok, Hanni kan sahabat gue dan lo adiknya otomatis kita juga sahabat dong"


"Makasih ya "


"Iyah sama-sama "


Hanna mematikan ponselnya lalu bergegas ke dapur untuk sarapan pagi bersama kedua orang yang sangat dia sayangi yaitu mama dan bibi, setelah sarapan Hanna langsung ke kamarnya untuk mengetahui lebih dalam apa yang ditulis Hanni diwishlist tersebut.