SEUOL MATE

SEUOL MATE
BAB 2 : Keinginan Terakhir Hanni



Hanna pun pergi meninggalkan ruangan dokter, sebelum kekamar Hanni, Hanna pergi mengambil obat untuk diminum Hanni saudara kembarnya, setelah itu diapun kekamar pergi menemui Hanni dikamar rawatnya.


"Lagi ngapain, Han? fokus banget "


Hanni menepuk sisi tempat tidurnya mengisyaratkan agar aku duduk disana, aku pun menuruti perintahnya itu dan duduk disampingnya.


"Gue lagi nonton travel vloger favorit gue yang lagi keliling Asia, sekarang dia lagi mampir di Korea, abis itu mau ke Jepang. seru banget vlognya "


Hanni pasti sangat merindukan Korea, tempat dia kuliah dan menjalani sebagian pengobatannya beberapa tahun terakhir disana.


"Dia lagi dimana ? bagus banget tempatnya "


"Ini di pulau Jeju, kalau di indonesia sih semacam Bali gitu "


"Waktu tinggal di Korea... lo udah pernah kesitu"


"Belum.... tempatnya lumayan jauh dari Seoul"


Hanni tiba-tiba menaruh ponselnya lalu menatapku


"Gue mau mengakui sesuatu "


"Lo makan sisa burger gue? "


"Iya sorry "


"Gak usah ngaku juga gue tau itu loh yang makan "


"Tapi sekarang bukan itu yang mau gue omongin, ini hal yang udah gue pendem cukup lama. sebenarnya ........... Gue pengen balik ke Korea "


" !? " Hanna terkejut mendengar pengakuan Hanni yang ingin balik ke Korea


Ini pertama kalinya Hanni membahas Korea semenjak ia pulang satu tahun lalu


"Gue pengen balas kebaikan orang-orang yang udah bantu gue selama disana, masih ada hal yang harus gue selesaikan juga disana. apa gue masih bisa balik lagi kesana?"


"Lo pasti bisa balik lagi ke Korea "


"Kalau gue gak bisa? "


"Pesimis amat sih "


"Kata siapa lo gak bisa, Lo tuh orang paling nekat yang gue kenal gue yakin kalau sekarang gak diinfus Lo udah keluyuran diluar"


"Gue gak nekat, Hanna...gue tuh berjiwa petualang! "


"Iya... terserah Lo mau nyebutnya apa "


"Tapi kalau seandainya gue gak sempet balik lagi ke Korea gimana ya...."


"Kalau gitu, gue aja yg pergi gantiin lo "


"Gak usah repot-repot, nanti lo pingsan pas naik pesawat "


"Jangan meragukan gitu dong "


"Itu fakta Hanna, mama papa sampe batalin liburan keluarga kita ke Lombok karena lo nangis gak mau naik pesawat , malu-maluin banget mana nangisnya dibandara lagi "


"Itu kan karena gue masih kecil "


Terbaring di rumah sakit tidak membuat sisi menyebalkan Hanni hilang, Setelah selesai mengobrol kulirik jam dinding.


"Udah jam 9 nih, tidur sana "


"Eh, udah jam 9?, kalau ngobrol sama lo gue suka lupa waktu "


"Besok kita masih ngobrol, kok "


Aku membantu Hanni membaringkan badannya di kasur.


"Hanna....."


"Kenapa ? AC-nya terlalu dingin ? "


Hanni tidak mengatakan apapun, ia hanya menatap ku dengan tatapan yang tidak pernah kulihat sebelumnya.


"Kenapa, Han ? mau ngomong apa ? "


"Kalau gue harus pergi jauh, jangan sedih terlalu lama ya "


"Kenapa hari ini lo ngomong yang aneh-aneh terus, sih ? "


"Jangan bikin gue takut de ! "


Hanni hanya tersenyum sebelum ia memejamkan mata


"Good night, twin "


kutatap Hanni yang mulai terlelap


"Good night Han , cepat sembuh ya " sambil mengelus rambut Hanni pelan


"Kenapa sih Han lo mikir kalau lo gak bakalan sembuh, gue yakin lo pasti bakal sembuh Han gue bakal ngelakuin apapun buat nyembuhin penyakit lo Han dan kenapa lo nyuruh gue untuk engga sedih lama-lama emang lo pikir lo akan pergi jauh dari gue dan apa lo udah siap buat ninggalin gue ? gue gak mau kehilangan lo Han, gue janji sama lo gue akan buat lo bahagia apapun permintaan lo gue bakal turutin Han, gue itu sayang sama lo Han gue gak tega liat lo menderita gara-gara penyakit lo " ucap Hanna sambil menatap Hanni yang sudah tertidur pulas dari tadi


Karena sudah lelah akhirnya aku pun tertidur.