
Esok paginya......
Aku bangun lebih awal dari mama, aku tidak tega membangunkan mama karena aku tau kalau mama itu butuh istirahat aku gak tega melihat dia nangis terus.
"Pagi Han..."
"Pagi sus....."
"Sebaiknya kamu bangunin mama kamu soalnya Hanni akan segera dibawah kerumah mama kamu "
"Tapi sus.... apa gak boleh kalau ntar aja dibawahnya saya masih belum siap sus "
"Hanna kasihan Hanni kalau lama dibawahnya, kalau kamu nggak mau bangunin mama kamu biar suster aja "
"Ja-jangan sus.... biar saya aja "
"Yaudah kalau gitu saya permisi dulu ya "
"Iya sus... "
Sebelum aku membangunkan mama aku membayangkan gimana sedihnya mama nanti, aku memberanikan diri membangunkan mama.
"Ma....mama.....bangun "
"Hanna kenapa ??? "
"Ma...kata suster Hanni harus segera dibawah kerumah untuk proses pemakamannya ma "
"Nggak mama nggak mau "
tok.....,tok.......,tok......
"Masuk..."
Dokter masuk bersama dengan dua suster lainnya dan juga membawa beberapa orang yang mendorong kasur
"Dokter kesini mau periksa Hanni ya "
"Maaf bu kami kesini mau membawa jenazah Hanni kerumah anda "
"Apa?? jenazah... kalian jangan bercanda nggak lucu tau gak Hanni itu masih hidup dia cuma tidur aja iyakan Hanna "
"Ma, apa yang dokter bilang itu benar "
"Nggak Hanni gak mungkin pergi...Hanni hiks...,hiks...,hiks..."
Dokter pun terpaksa mengangkat jenazah Hanni secara paksa dan membawanya pulang kerumah untuk dimakamkan.
Setelah sampai di rumah petugas rumah sakit membawa jenazah Hanni kedalam , setelah itu mereka menyiapkan seluruh persiapan pemakaman untuk Hanni, setelah semuanya siap jenazah Hanni pun dimandikan, setelah itu tubuh Hanni dipakaikan kain kafan.
Setelah selesai jenazah Hanni pun dibawah ke tempat pemakaman umum yang berada tidak jauh dari rumah, aku, mama, bibi semua ikut membawa jenazah Hanni disepanjang perjalanan mama tidak berhenti menangis melihat Hanni yang akan pergi jauh darinya ia sangat sedih karena dia tidak mempunyai banyak waktu untuk memanjakan anaknya karena mama harus kerja untuk aku dan Hanni mama terpaksa melakukan semua itu demi aku dan Hanni.
Mama gak mau melihat anaknya kelaparan makanya dia rela kerja dari pagi sampai malam, bukan cuma itu saja mama juga kadang ditugaskan untuk keluar negeri makanya dia jarang menghabiskan waktu bersama kami, mama kayak gini semenjak papa menceraikan mama, papa itu sangat tidak bertanggungjawab kepala keluarga, kerjaan papa itu cuma minum , marah-marahin mama sampai nyakitin mama sampai-sampai mama pun sudah tidak tahan terhadap sikap papa dan menceraikannya.
Sesampainya di pemakaman.....
Jenazah Hanni pun didekatkan ketempat liang lahat yang sudah di galikan untuknya, satu persatu orang pun turun ketanah lalu mereka mengangkat jenazah Hanni dengan pelan, sementara mama tidak bisa berhenti menangis melihat Hanni yang sudah diangkat untuk diturunkan ke liang lahat mama tidak bisa menerima kenyataan bahwa Hanni sudah tiada, dia ingin menghentikan proses pemakaman Hanni tapi aku menahannya.
"Mama harus nerima kenyataan ini kalau Hanni udah gak ada "
"Enggak Han, Hanni itu masih hidup mama nggak percaya kalau Hanni udah gak ada, apa buktinya kalau Hanni udah gak ada, kamu punya bukti apa hah "
"Mama harus sadar, bukannya kemarin mama megangin tangan Hanni "
"Emang kenapa kalau mama megang tangan Hanni??? "
"Mama emang ngerasain denyut nadi Hanni masih ada, jawab ma "
Mama hanya terdiam
"Harusnya mama itu bisa ngerelain Hanni supaya Hanni itu bahagia dialam sana"
"Jadi Hanni udah gak ada..."
"Jadi mama yang salah mengira bahwa Hanni itu masih hidup tapi ternyata Hanni udah gak ada, mama ini bodoh banget sih"
"Ma maafin Hanna ya udah bentak mama habisnya aku gak tega liat mama sedih terus, kita harus bisa relain Hanni ma kasihan dia kalau liat mama sedih terus "
"Hanni...."
Tubuh mama terjatuh di tanah ....
"Ya ampun mama kenapa, bi tolong aku "
"Astaga non, nyonya kenapa? "
"Bi gak ada waktu buat jelasin semuanya kita harus bawa mama ke rumah sakit sekarang aku takut mama kenapa-napa"
"Biar bibi aja yang bawa nyonya kerumah sakit, non Hanna disini aja sampai pemakaman non Hanni selesai "
"Yaudah, kalau gitu bibi hati-hati ya "
"Iya non bibi pergi dulu ya "
Bibi pun pergi meninggalkan pemakaman dan segera membawa mama kerumah sakit untuk memeriksa keadaannya, sementara Hanna masih di pemakaman, setelah jenazah Hanni selesai dimakamkan semua orang pun berdoa lalu satu persatu dari mereka pulang kerumahnya masing-masing meninggalkan makam Hanni, sedangkan aku terduduk di batu nisan Hanni sambil menangis, aku sangat sedih kehilangan Hanni bukan cuma itu saja aku juga sedih karena aku tidak ingin melihat mama sakit gara-gara Hanni udah gak ada.
"Hanni kenapa sih lo itu pergi secepat ini, gue belum siap ditinggalin lo, apa lo gak kasihan liat mama nangis mulu, bukannya lo mau kekorea kenapa lo pergi tanpa mewujudkan mimpi lo dulu Han "
Hanni tiba-tiba mengingat perkataannya kemarin dirumah sakit dengan Hanna, dia berjanji akan menggantikan Hanni kekorea Hanna ingin mewujudkan keinginan terakhir saudaranya itu.
"Han, gue janji bakal kekorea buat gantiin lo dan gue akan balas semua kebaikan orang yang udah bantu lo selama disana "
Hanna pun pergi meninggalkan makam Hanni lalu dia pun pergi ke rumah sakit untuk menemui mamanya.