
Esok paginya........
Aku bangun lebih cepat dari Hanni , setelah itu aku merapikan sofa tempatku tidur. setelah selesai dua orang suster masuk ke ruangan rawat Hanni, seperti biasa pasti mereka akan mengecek kondisi Hanni.
"Pagi suster "
"Pagi Hanna "
"Menu makanannya apa suster ? "
"Bubur, sayur bening, dan puding coklat "
"Wah puding coklat, Hanni pasti suka "
seorang suster pergi setelah mengantar makanan ke kamar Hanni, dan seorang lagi memeriksa keadaan Hanni.
"Suster gimana keadaan Hanni ? " tanya Hanna sambil melirik Hanni yang masih terlelap
"Semalem kayaknya dia tidur nyenyak banget deh, dia sama sekali nggak kebangun kayak biasanya. jadwal visit dokter hari ini....." belum selesai mengatakan kata katanya Hanna kaget melihat ekspresi suster yang panik
Ekspresi suster tiba-tiba berubah saat ia mengecek selang infus ditangan Hanni, hatiku berkata sesuatu terjadi pada Hanni namun otakku berusaha mengelaknya.
"Kenapa suster, Hanna baik-baik aja kan? muka Hanni lebih pucat dari biasanya "
Tanpa menjawab pertanyaanku, suster menekan tombol darurat yang ada didinding.
"Hanni kenapa suster?? "
Suster tetap tidak meresponku namun wajahnya terlihat semakin panik.
"Ya Tuhan.. jangan sampai Hanni.." gumam Hanna
Dokter membuka pintu dengan tergesa seketika ruangan itu penuh dengan beberapa tim medis mereka mengelilingi tempat tidur Hanni melakukan pemeriksaan dengan alat yang tidak kumengerti sementara aku hanya memperhatikan disudut kamar sambil mengepalkan tangan dan berdoa.
"Ya Tuhan..kuatkan Hanni... "
"Gimana ini dok ? "
"Defibrilator, cepat ! "
"Selesai mengisi daya "
"Hanni... kumohon.... "
"........"
"Lanjutkan ! "
"......."
"Kita sudah berusaha "
"Maksudnya apa !!?? "
Seketika tim medis menghentikan pemeriksaan pada Hanni, lalu menatapku dengan tatapan penuh prihatin.
"Hanni kenapa? "
"Hanni baik-baik aja kan? "
Dengan gemetar, aku berjalan menuju dokter dan mendekati tempat tidur Hanni kutatap wajah Hanni yang tampak tidur dengan lelap
"Dokter, Hanni bisa sembuh kan ? "
Air mata yang dari tadi kutahan jatuh begitu saja dokter menghela napas sebelum akhirnya menatapku.
"Maaf Hanna, kami sudah melakukan yang terbaik "
"Yang sabar ya, Hanna "
Aku mengabaikan semua yang mereka katakan, kupegang tangan Hanni berusaha membangunkannya.
"Han...jangan bercanda gak lucu tau "
"Bangun Han , B-bangun "
Suster menarik badanku berusaha menjauhkanku dari tempat tidur Hanni namun aku tetap bergeming
"Hanni udah gak sakit lagi Hanna..."
"Dia pergi ke tempat yang lebih baik "
"Nggak suster, Hanni pasti cuma tidur "
"Hanni..."
Aku kehilangan kata-kata saat akhirnya tersadar sejak kupegang tangan Hanni aku tidak merasakan denyut nadinya Hanni benar-benar pergi meninggalkanku duniaku runtuh saat itu juga seketika aku jatuh terduduk dilantai.
Saat itu juga aku tahu......
Ucapan selamat malam darinya adalah salam perpisahannya untukku
"Kenapa lo ninggalin gue Han "
"Gue belum siap Han "
"Lo jahat tau gak, lo bilang dulu kita akan terus bersama sampai kita bisa menemukan jodoh kita masing-masing tapi kenapa lo pergi Han lo bohong sama gue, untuk apa lo ngasih gue janji tapi lo gak bisa nepatin janji itu gue marah tau gak sama lo " ucap Hanna sambil memeluk badan Hanni yang sudah terkujur lemah sambil menangis melihat saudaranya pergi dari kehidupannya untuk selamanya.
"Non Hanna....."
"Bibi kok bisa ada disini "
"Tadi bibi ditelpon sama pihak rumah sakit kalau non Hanni meninggal dan mereka nyuruh bibi kesini buat nenangin non Hanna, setelah bibi matikan ponselnya tiba-tiba nyonya nelpon non "
"Maksudnya mama "
"Iya non nyonya nelpon katanya dia khawatir sama non Hanni tapi bibi malah keceplosan bilang kalau non Hanni udah meninggal maafin bibi ya non "
"Apa jadi mama udah otw kesini dong bi "
"Maafin bibi ya non "
"Gak apa-apa bi mama emang harus tau tentang Hanni "
Tidak berapa lama mama pun datang....
"Mama...."
"Hanni......😠maafin mama sayang mama gak punya waktu untuk kalian sampai-sampai disaat terakhir mama pun gak ada disamping kamu sayang "
"Mama yang sabar ya "
"Han kamu gak sedih ditinggal Hanni "
"Mama jangan ngomong gitu asal mama tau aku itu sangat sedih ma ditinggalin Hanni sebenarnya aku cuma menahan air mata ini supaya mama nggak terlalu sedih lagi, aku berharap itu cuma mimpi buruk tapi sayangnya luka itu terlalu sakit dan nyata untuk disebut mimpi 😠untuk saat ini kita cuma bisa menangisi kepergian Hanni kita tidak bisa membuat Hanni kembali ke dunia ini lagi jadi aku mohon mama jangan nangis lagi yah, Hanni pasti sedih ngeliat mama nangisin kepergiannya terus ma "
"Maafin mama ya sayang "
"Iya ma, mama juga janji yah gak akan nangis lagi Hanna tuh sedih liat mama nangis mulu "
"Mama gak bisa janji sayang....hiks....,hiks.....,hiks "
Mama menangis dengan sejadi-jadinya ia mengeluarkan semua air matanya sampai dia merasa lelah. Karena sudah merasa lelah mama pun tertidur di kasur Hanni sambil memeluk badannya yang sudah tak berdaya sejak tadi, aku menyuruh mama tidur supaya dibisa melupakan kesedihannya dan supaya siap untuk melihat Hanni dimakamkan.