SEUOL MATE

SEUOL MATE
BAB 6 : Keikhlasan Mama Melepas Hanni



Keesokan paginya....


Aku bangun lebih awal daripada mama tapi aku tidak melihat keberadaan bibi, maka aku pun langsung menelpon.


📞"Assalamualaikum bibi dimana? "


📞"Non udah bangun, ini bibi lagi di musholla abis sholat terus bibi mau kekantin beliin non makanan "


📞"Kok bibi gak bangunin aku sholat "


📞"Bibi gak tega bangunin non soalnya pasti non Hanna capek banget kan "


📞"Aku emang capek bi, tapi kan sholat juga penting Hanna jadi berdosa dong bi "


📞"Gak papa kok non kan cuman sekali "


📞"Iya deh bi, bibi cepatan kesininya temenin mama soalnya Hanna mau keruangan dokter"


📞"Yaudah kalau gitu non tunggu sebentar ya bibi pasti cepet kok baliknya "


📞"Iya bi, kalau gitu Hanna matiin handphonenya dulu ya bi assalamualaikum"


📞"Iya non, waalaikum salam "


Aku pun mengakhiri telepon lalu aku berjalan ketempat tidur mama dan duduk di kursi yang sudah disiapkan sambil menatap wajah mama yang masih tertidur, entah kenapa air mata ku jatuh secara tiba-tiba dan mengenai wajah mama sehingga mama pun terbangun.


"Sayang kamu kenapa nangis? "


"Hanna gak nangis kok ma, ini cuma kelilipan tadi ada sesuatu yang masuk dimata Hanna, maafin Hanna ya ma pasti gara-gara aku mama jadi bangun "


"Iya gak papa kok sayang, mama tau kamu itu lagi sedih kan makanya kamu nangis"


"Ini itu cuma kelilipan ma "


"Kamu nggak usah bohong sama mama, mama ini mama kamu sayang mama tahu kapan kamu lagi sedih dan bahagia "


"Hanna gak tau ma kenapa air mata Hanna tuh keluar dengan sendirinya padahal Hanna cuma ngeliat wajah mama aja kok "


"Mama tau apa penyebab anak mama ini sedih pasti karena Hanna gak tega kan ngeliat mama nangis terus "


"Iya ma, setiap kali aku ngeliat mama aku seperti melihat kesedihan diwajah mama dan aku gak bisa liat mama sedih, hati aku tuh hancur kalau liat mama sedih mulu, aku bisa ngerasain kesedihan mama dan aku gak tega liat mama nangis terus, aku mau kalau mama janji ya sama Hanna kalau mama gak akan nangis lagi "


"Iya mama janji gak akan nangis lagi, mama udah mikirin hal ini dari kemarin dan mama ngerasa percuma kalau kita nangis terus harusnya mama ngelakuin hal positif bukan malah nangis, dan mama kan masih punya kamu yang bakal nyemangatin mama "


"Iya ma Hanna janji nggak bakal buat mama nangis, dan Hanna akan pastikan ini merupakan tangisan terakhir mama, Hanna gak mau kalau hari yang mama lalui penuh dengan tangisan Hanna mau hari yang mama lalui itu penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan "


"Mama beruntung punya anak seperti kamu sayang, mama ngerasa mama adalah orang paling beruntung di dunia ini "


"Hanna juga beruntung punya mama yang sangat baik dan juga cantik kayak mama"


Bibi memotong pembicaraan kami saat melihat aku dan mama berpelukan dan juga saling memuji satu sama lain.


"Udah dong mesra-mesraannya iri tau "


"Bibi udah dari tadi disini? "


"Iya non bibi udah dari tadi disini "


"Kapan? kok Hanna gak denger "


"Iyalah non Hanna gak denger kan non lagi sibuk bicara sama nyonya "


"Oh gitu ya bi, yaudah sini masuk bi "


"Iya non, maaf ya non bibi lama soalnya tadi bibi harus ngantri "


"Gak papa kok kalau gitu aku keruangan dokter dulu ya ma, bibi jagain mama ya "


"Entar aja deh bi, aku belum lapar "


"Yaudah kalau gitu non "


"Ma aku keruangan dokter dulu ya "


"Iya sayang "


Hanna pergi menuju keruangan dokter.....


"Permisi dok...maaf mengganggu "


"Hanna ngapain kesini? "


"Ini dok aku mau nanya soal keadaan mama, apa mama bisa pulang hari ini "


"Alhamdulillah keadaan mama kamu udah sangat baik, kemungkinan hari ini beliau bisa dipulangkan tapi mama kamu harus tetap minum obat ya "


"Iya dok, terus mama kapan pulangnya "


"Pagi ini juga boleh kok "


"Serius dok yaudah kalau gitu pagi ini dok soalnya saya masih ada urusan "


"Yaudah mari kita keruangan pasien "


"Iya dokter duluan aja saya mau pesan taksi online dulu biar nanti bisa langsung pulang tanpa nunggu lagi "


"Yaudah saya duluan ya "


"Iya dok.... "


Setelah memesan taksi online Hanna pun pergi menuju ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran, setelah selesai aku pun pergi keruangan mama.


"Bibi beresin barang-barang mama ya "


"Iya non "


"Mama udah bisa pulang hari ini "


"Syukurlah mama bisa pulang hari ini, mama udah bosan di rumah sakit "


"Iya ma lagiankan keadaan mama juga udah membaik dan aku juga nggak mau ngeliat mama dirumah sakit terus "


"Makasih ya sayang "


"Iya ma, gimana bi udah beres belum?"


"Udah beres kok non "


"Yaudah sini aku bantu mama jalan "


Hanna memapah mamanya.....


Taksi yang dipesan Hanna juga udah sampai dan sudah menunggu dari tadi.


"Ini taksi kita non?"


"Iya bi, bibi taruh barang dibelakang ya "


"Baik non, pak tolong bantu saya! "


Supir taksi membantu bibi menaikan semua barang-barang mama, setelah selesai supir pun membantu mama untuk masuk kedalam mobil, aku pun juga masuk kedalam mobil setelah semua sudah masuk supir pun melajukan mobilnya menuju kerumah.


Sesampainya didepan rumah bibi langsung mengambil barang-barang mama, lalu aku pun membantu mama untuk membawanya masuk kedalam rumah, sesampainya di dalam rumah aku pun membantu mama untuk masuk kedalam kamar lalu menyuruhnya istirahat, mama pun mengikuti kemauan ku dan akhirnya mama pun tertidur, karena mama sudah tidur aku pun masuk kedalam kamar untuk istirahat aku tertidur dengan pulas walaupun masih pagi tapi aku sangat lelah jadi aku pun tidur.