Senggani

Senggani
BAB 67 TEROBATI



Sorotan lampu yang terang telah memberikan cahaya di sela-sela rumah milik Aira dari kaca rumahnya, yang membuat Ibunya merasa ada tamu penting yang datang ke rumahnya.


Melihat dan mendengar suara mobil tersebut membuat Ibunya untuk melihat kearah luar siapa yang telah datang kerumahnya.Ibu yang baru selesai menyuapi sang Abah di kamar tidurnya, untuk izin melihat siapa yang datang.


Renaldi telah sampai di tempat tujuan rumah Aira yang ia sayangi, memberi tahukan kepadanya bahwa sudah sampai di depan rumahnya. Mereka saling bergegas untuk keluar dari truknya.


Aira yang tak sabar untuk bertemu dengan sang Ibu dan Abahnya tak lama mereka keluar secara perlahan.


Rio yang mulai berangkat untuk meeting bersama kliennya pun, Rio pun melupakan segala kekhawatiran terhadap Aira dirinya harus profesional dalam hal kerjanya, meeting malam itu merupakan proyek kedua yang sangat besar yang bisa menguntungkan perusahaan milik Keluarganya.


Rio pun dengan percaya diri melakukan untuk dirinya juga untuk Aira yang membuat dirinya semangat untuk menjadi pribadi yang sangat baik sepertinya yang tidak tau rasa malas dan mudah menyerah.


" Siapa ya datang malam-malam, paling tamu dari jauh, sebentar ya Abah, Ibu tidak sebentar untuk melihat siapa yang datang," Ucap Ibu


" Iya Bu, lihat saja siapa tau orang yang penting," Jawab Abah dengan lirih


Ibu melihat dari balik jendela dan melihat lampu mobil yang masih menyala tak jelas siapa yang datang akhir Ibu langsung keluar dari rumah.


" Aira alhamdulillah kita sudah sampai rumah, bagaimana kamu senang ini dia rumah kamu, kamu bisa pulang ke rumah ini, ya sudah kalau begitu segera turun," Ucap Renaldi


" Iya Mas, aku sangat senang sekali, bisa sampai rumah dengan selamat, " Jawab Aira


" Siapa ya itu, saya kurang jelas, mungkin aku keluar saja," Ucap Ibu


Akhirnya Ibu keluar dari rumah. Melihat Aira yang keluar dari mobil tersebut Ibu sontak langsung tak bisa menahannya, suara spontan yang muncul dari sang Ibunya. Aira pun turun dari mobil.


" Apa Aira pulang, " Batin Ibu


" Aira... Sayang," Ucap Ibu sambil berlari menghampirinya


" Ibu..., " Jawab Aira sambil menyiapkan pelukan hangatnya


Mereka berpelukan dan saling melepaskan rasa rindu dan kangennya, air mata yang telah tumpah dari setiap matanya memberi bahwa kangen yang mendalam yang mereka rasakan saat ini.


Ibu yang terus meneteskan air mata yang jatuh dari matanya membasahi pipinya, bahkan Aira juga menagis suara tangisan Aira yang begitu kencang terhadap sang Ibu, Renaldi yang melihat mereka merasa imut sedih dan meneteskan air mata juga, melihat kerinduan sang keluarga terhadap Anaknya. Bahkan Renaldi juga merasakan rasa rindu dan kangen mendalam terhadap Aira pujaan hatinya yang ia suka selama ini.


" Sayang Ibu sangat rindu kepada dirimu, dan Ibu sangat khawatir terhadap dirimu, apa yang terjadi kamu di kota, tak ada kabar sama sekali bahkan tidak ada informasi tentang dirimu, Ibu merasa takut, tetapi akhirnya sekarang kamu pulang juga, " Ucap Ibu


" Aira baik-baik saja Ibu, Karena Aira juga masih berjuang sehingga Aira belum bisa mengirimkan kabar kepada Ibu, " Jawab Aira


" Aku sangat rindu, " Ucap Ibu


" Aku juga Ibu," Jawab Aira


" Sudah hapus air mata Ibu, sekarang Ibu tau bahwa Aira sudah ada di depan Ibu, hapus air mata ibu," Ucap Aira sambil menghapus air mata


" Iya sayang, kamu baik-baik saja ya, kalau begitu ayo kita masuk sudah malam," Jawab Ibu


" Iya ibu," Ucap Aira


" Oh iya Mas Renaldi mari kita masuk, " Sahut Aira


" Tidak aku langsung pulang saja karena sudah di tunggu oleh keluarga mau ada acara di rumah, " Jawab Renaldi


" Lho Renaldi tidak mampir sebentar, ayo mampir sebentar saja," Sahut Ibu


" Tidak Ibu karena masih ada acara dirumah, Terima kasih," Ucap Renaldi


" Ya sudah kalau begitu, Terima kasih banyak ya Renaldi sudah bantu Aira, jangan lupa besok main ya," Sahut Ibu


" Iya Ibu, ya sudah aku pamit," Ucap Renaldi


Renaldi akhirnya pamit dari rumah Aira. Dan Aira berserta Ibunya masuk kedalam rumah.


" Ya sudah ayo sayang kita masuk, biar Ibu bantu bawa," Ucap Ibu


" Tidak usah Ibu, ini Aira bisa sendiri ya sudah ayo kita masuk, " Jawab Aira


Akhirnya mereka masuk kedalam rumahnya.


Aira yang sedang memasuki rumahnya pun teringat dengan Abah, Sehingga Aira langsung menuju ke kamar untuk memeluk Abahnya, untuk melepaskan rasa kerinduan dan kangennya terhadap sang Abah.


Rio yang tak lama kemudian selesai dalam meetingnya, perasaan Rio merasa tenang karena proyek yang ia jalan berjalan dengan baik dan persetujuan yang bagus dan lancar, bahkan perasaan khawatir terhadap Aira hilang seketika, mungkin Aira yang sudah aman dan sampai rumah dengan baik.


" Khawatir didalam diri sudah hilang mungkin Aira sudah sampai rumah dengan selamat, apakah aku harus menyanyakan soal itu terhadap Aira," Ucap Rio


Rio pun mengirimkan pesan lewat handphonenya kepada Aira. Menyanyakan soal dirinya.


" Assalamu'alaikum selamat malam maaf menganggu waktu malam Aira, saya hanya mau tanya apakah sudah sampai di kampung,Terima aksih, wassamualaikum," Pesan dari Rio


Aira yang tak sempat membuka chat pesan dari Rio karena diri teringat dengan sang Abah dan langsung menuju ke kamarnya.


" Oh iya aku mau lihat Abah, Abah..., " Ucap Aira


Handphone pesan berbunyi. Ibu pun langsung mengikuti Aira ke arah kamar sang Abah.


" Abah..., Aira sangat rindu kepada Abah, " Ucap Aira sambil memeluknya sambil meneteskan air mata


" Aira sayang kamu baik-baik sajakan, Abah baik-baik saja, Aira tidak udah khawatir," Jawab Abah


Ibu yang hanya menangis melihat kedekatan mereka berdua.


" Iya Abah, dan Alhamdulillah atas do'a dan restu Abah Aira berhasil untuk melakukan buang terbaik untuk keluarga kita, besok kita mulai berobat dan Abah bisa diobati dan sampai tahap operasi agar Ayah bisa kenbali kesedia kala," Ucap Aira


" Alhamdulillah sungguh nikmat yang sangat bsar semoga terbaik," Jawab Abah


" Iya Abah, " Ucap Aira


" Sudah hapus air matamu, sekarang kita sudah bertemu saling melepaskan rindu, sayang bisa bersih diri dulu dan makan malam pasti sayang lapar dan capek," Sahut Abah


" Baik Abah, Aira mau bersih diri dulu, " Ucap Aira


" Ya sudah sayang bersih diri dan nanti Ibu siapkan makan malam, pasti sayang lapar, " Sahut Ibu


Akhirnya Aira pun menunu ke kamar untuk membersihkan dirinya dan membawa barang bawaannya kedalam kamarnya.