Senggani

Senggani
BAB 28 CEMBURU



Rio menunju ke ruang makan, dirinya sangat bahagia melihat Aira ada di sana, membuat dirinya merasa adem seperti bidadari yang melindunginya. Rio mengambil makanan dan minuman di sana. Aira yang ramah pada setiap orang.


" Ayah kesana terlebih dahulu, nanti kita lanjutkan rapat untuk hari ketiga, jangan telat," Ucap Ayah


" Iya Ayah," Jawab Rio


" Bapak silahkan mau ambil apa, bisa saya bantu," Sahut Ibu


" Apa mau capcey, atau sambal kentang, ikan asing, ayam asam masih banyak," Jawab Aira


" Aku mau ayam yang itu tolong ambil boleh, jauh aku tidak bisa menjangkaunya," Jawab Rio


" Tuan masak tidak bisa padahal itu dekat, " Sahut lirih Manuel


" Diam saja kamu, " Ucap Rio


" Seperti Tuan suka kepada wanita itu, " Ucap lirih Manuel


" Tidaklah aku hanya menghargai orang saja," Sahut Rio


" Ini mas, oh iya kerupuknya bisa ambil di situ ya," Ucap Aira


Tak lama Afra pun datang menemui mereka ketika Rio masih di sana, Ibu Aira yang suka dan senang dengan Afra mengadang-gadang Afra untuk menjadi suami Aira, mulai dari situ Rio merasa entah ada apa Rio menjadi terdiam tanpa ada senyum.


" Pagi Bu, semua sudah siap syukurlah, Aira sehat ya, " Ucap Afra


" Alhamdulillah sudah nak, baru datang ya tumben baru nonggol," Jawab Ibu


" Udah dari tadi Ibu, hanya saja Afra ada tugas ngantarkan surat mau tidak mau harus berangkat, oh iya makan buat pengelo masih di tempat biasa ya Ibu," Ucap Afra


" Iya nak, wau gitu calon mantu Ibu, calon suami Aira saat rajin dan berkerja keras," Jawab Ibu


Rio tersentuh kaget dan merasa dirinya tersaingin bahkan dirinya gemetar dan tak bisa untuk bergerak.


" Ihh.. Ibu biasa aja sih, gak enak lah banyak orang bilang, aku sama mas Afra juga belum kenapa jauh, " Sahut Aira


" Hem Ibu bisa aja, apa yang di bilang Aira betul kita aja belum ada perkataan semakin jauh Ibu," Jawab Afra


" Tidak apa dengan berjalannya waktu pasti kalian akan mulai suka," Ucap Ibu


" Bagaimana Bapak sudah, bapak..., " Tanya Ibu


" Hem... Iya Ibu sudah ini mau kesana, Terima kasih," Jawab Rio


Aira memandangnya dengan aneh.Rio pun berjalan menuju meja menikmati sarapan pagi yang Rio ambil. Tanpa tudak diketahui manusia dipanggil Aira ketika Rio berjalan dulu ke tempatnya.


" Permisi sebentar tolong kamu berhenti sebentar, aku mau titip ini nanti kasihkan ke Tuan kamu dari Aira," Ucap Aira


" Tapi kenapa tidak kamu kasihkan sendiri kepadanya, itu masalah kamu dengan dia," Jawab Manuel


" Sudahlah kamu berikan kepadanya saja, karena aku tidak mau berurusan dengannya lagi jadi aku titip, ini belum semua tapi ini sudah ada setengahnya, pokok kamu sampai, sana," Ucap Aira


" Ya sudah saya bawa, nanti saya sampaikan dan berikan kepadanya," Jawab Manuel menuju meja makan


Aira kembali ke tempatnya dan mulai membantu Ibunya kembali, Rio yang makan sambil kepikiran ucapan Ibunya tadi dengan gelisah dirinya makan dan tidak ada nafsu makan sepertinya setelah mendengarkan ocehan sang Ibu Aira


" Apakah masih ada waktu untuk bisa berkenalan dengan Aira secara jauh atau hanya sampai nanti ketika aku pulang dari jurang senggani, " Batin Rio


Manuel pun menuju mejanya setelah maka dirinya bersiap untuk menemui Rio untuk menyampaikan apa yang di titipkan Aira kepadanya.


" Wanita itu titip ini untuk Tuan Muda, aku segera untuk memberikan kepadanya, mumpung Tuan juga sudah selesai sarapan aku segera kesana," Ucap Manuel


Rio yang sedikit mengalamun karena memikirkan tadi membuat dirinya tidak tau bahwa Manuel mau menuju kearahnya sehingga Manuel tidak sengaja memanggilnya yang membuat kaget.


" Tuan... Tuan... Permisi," Ucap Manuel


" Hem iya.. Ada apa Manuel silahkan duduk," Jawab Rio


" Terima kasih Tuan, maaf tadi Manuel membuat Tuan kaget," Ucap Manuel


" Tidak apa, sudah ada apa ada yang mau di katakan," Jawab Rio


" Iya Tuan ini tadi saya dapat titipan dari Aira wanita yang di sana itu, tidak tau apa isinya, saya tadi bilang kepada orangnya kenapa tidak di kasihkan langsung Tuan, jawabnya tidak mau ketemu lagi bahkan rasanya seperti jauh begitu Tuan, maaf ini barang titipannya," Ucap Manuel


" Serius ini dari wanita itu, ya sudah Terima kasih atas semuanya, kalau gitu silahkan tinggal aku sendiri," Jawab Rio


" Baik Tuan, permisi," Ucap Manuel


Rio hanya terdiam dan melihatnya seperti sinis melihat titipan dari wanita itu.


" Apa yang dititipkan Aira kepada Manuel, aku coba untuk buka siapa tau hal yang beda," Ucap Rio


Rio membukanya ternyata kotak berisi uang dan secuil kertas surat pesan kecil yang ada di dalamnya, membuat Rio kaget dan membaca suratnya Rio seperti bersalah selama ini.


" Kotak apa ini, dan ada surat, aku buka dulu lah," Ucap Rio


" Apa uang, " Ucap Rio membaca surat


" Bapak ini uang denda saya yang bapak minta saat kejadian kemarin, maaf jika saya membuat marah bapak, walaupun ini masih kurang pasti kekurangannya aku akan kasih secepat mungkin karena ini masih proses pencarian, tolong jangan bawa kasus ini ke pihak berwajib saya mohon bapak, Terima kasih, Aira, " Surat Aira


" Ha.. Bodoh kamu Rio, kenapa harus seperti ini jadinya, aku sangat malh dan sangat rendah bisa-bisanya aku bersikap seperti anak kecil, aku harus kembali uang ini kepadanya, ini sangat berguna untuk Aira dan keluarganya," Ucap Rio


Rio berencana untuk mengembalikan uang kepada Aira.


" Kenapa kemarin aku melakukan kepada mu Aira, ternyata kamu seorang yang menolongku dalam kesusahan aku, aku harus bilang apa padamu setelah aku membuat diri mu sulit dan binggung untuk membayar kepadaku, aku mendengar cerita dan usaha kamu membuat diriku sakit dan lebih sakit, " Batin Rio


" Aku sangat bodoh, " Ucap Rio sambil muka merah merona


" Tuan permisi, Tuan muda dipanggil oleh Tuan untuk segera keruangan yang telah di siapkan, permisi," Ucap Manuel


" Iya segera kesana, " Ucap Rio


Rio sejenak melupakan dan membawanya, dan menuju ke ruang rapat untuk mengikuti rapatnya. Sesampainya diruang Rio langsung mengikuti rapat dan serta dirinya menyampaikan dan presentasi dengan baik.


Setelah rapat itu Rio merasa tidak enak dirinya merasa ingin segera bertemu Aira untuk mengembalikan uang yang telah diberikan kepadanya, karena Rio sangat tidak sengaja membuat masalah kemarin, Rio ingin memberitahu bahwa semua adalah ulahnya agar dirinya menjadi orang yang di hormati dan terpandang.


Rio saat itu masih menunggu Ayah-nya untuk memberikan balasan bahwa sudah waktu istirahat agar Rio dapat bertemu dan meningalkan acaranya.