Senggani

Senggani
BAB 46 TIM PRODUKSI



Mama Hani dan Larisa sedang menikmati hidangan masakan Aira di meja makannya. Mereka dengan lahap memakan hidangan tersebut, karena rasa lapar setelah pulang dari kerja.


Aira melihat mereka dengan senang karena bisa meringankan dan membantu dirinya dalam menyiapkan makan malamnua.


Mama Hani yang saat itu terpukau dengan rasa menu yang Aira masak membuat lidah mulut Mama Hani berbicara secara spontan untuk memuji kemahirannya memasak Aira.


Larisa yang sontak juga menyahut omongan Mama Hani dengan keras dan membuat mulutnya mempunyainya selera yang kelas atas juga.


Aira yang tersenyum senang karena dirinya bisa mengisi perut laparnya walaupun di hatinya masih terdapat rasa was-was soal dengan rasa dari masakan tangannya. Membuat dirinya terdiam tak berkata bahkan dirinya menunggu ucap darinya.


" Mereka tidak bilang apa-apa kepadaku, tetapi kenapa di makan, dan ekspresi mereka biasa saja bahkan dirinya berdiam seperti ada sesuatu, apakah dirinya merasa tidak enak terus dia menutupi serta dirinya dalam keadaan lapar makanan itu terus ia nikmati, ayo bicara soal masakan Aira, " Batin Aira


Tak lama kemudian Mama Hani berbicara.


" Aira kamu pernah memasak sebelumnya dirumah, " Tanya Mama Hani


" Iya Tante sering bantu Ibu di rumah, ada apa tante," Jawab Aira


" Ya wajar saja kalau gitu, bahwa masakan kamu sangat enak dan mantap sekali Aira, tante sekarang suka dan fans menu dan masakan kamu, seperti ada rasa yang beda, " Ucap


" Tersenyum malu, " Aira


" Emang bener itu kata Mama, rasanya itu sangat nendang banget kalau di ibarat itu seperti mie sedap rasanya nendang banget, hehe juara deh, mulut Larisa suka, " Sahut Larisa


" Aduh Aira jadi tidak enak jika di puji seperti itu padahal masakan Aira rasanya biasa-biasa saja, aku tadi takut dengan rasanya," Jawab Aira


" Tidak kok malah suka, tadi kita menikmati jadi berdiam saja," Ucap Larisa


" Oh iya Aira, masuk kerja mulai besok atau bagaimana," Tanya Mama Hani


" Besok Aira sudah boleh kerja Tante, sebenarnya masuk kerjanya masih minggu depan, tapi Aira menemui pimpinan akhirnya Aira meminta untuk kerja awal dan di izinkan boleh dan besok Aira pergi ke kantor," Jawab Aira


" Ya Ampun Aira kamu berani banget, kadang orang itu harus mengikuti aturan dari perusahaan lho, perusahaan ternama bisa mengikuti mau kamu sangat keren lah, " Sahut Larisa


" Iya Larisa aku beranikan diri untuk meminta mohon awal kerja saya di dipercepat saja, dari pada aku seminggu nganggurkan bisa kerja langsung bahkan juga gaji sudah mulai berjalan lumayan," Jawab Aira


" Iya Aira kamu sangat betul sekali, tante juga mendukung itu, rasanya perut tante kenyang dan rasanya mata tante sudah ingin meminta istirahat, kalau begitu kita tidur, agar besok kita bisa fresh pergi ke kantor, " Ucap Mama Hani


" Iya tante, Larisa juga silahkan istirahat, Aira akan bereskan dulu baru aku juga nyusul ke kamar untuk istirahat," Jawab Aira


" Ya sudah aku ke kamar dulu ya selamat malam, sampai jumpa besok pagi ya," Sahut Larisa


" Iya, Selamat malam, " Jawab Aira


" Tante tinggal dulu, nanti setelah beres-beres langsung saja istirahat ya Aira, agar segera tidur lebih awal agar tidak bangun kesiangan," Sahut Mama Hani


" Iya tante, selamat malam tante," Jawab Mama Hani


" Malam Aira," Ucap Mama Hani


Mama Hani menuju ke kamarnya dan Larisa juga, Aira yang membereskan sisa dan bekas makan malam di dapur. Aira menyelesaikan tugasnya dengan baik, tak lama Aira menuju ke kamarnya untuk beristirahat agar dirinya prima dalam masa kerjanya di hari pertama di perusahaan ternama itu.


Aira membaringkan tubuhnumya, dengan terlentang sambil berpikir apa yang akan dirinya kerja di perusahaan esok hari, dengan tak dirasa Matanya mulai memejamkan sendiri, sehingga pulas sampai keesokan harinya.


" Aira... Akhirnya kita ditemukan lagi tetapi apakah ada rasa untukku karena dirimu sudah ada yang memiliki, tetapi akun akan tetap menyanyangi mu, " Ucap Rio


Rio tak sadar juga memikirkan Aira, tak lama dirinya terbawa tidur dengan sendirinya.


Malam yang penuh sunyi, bahkan suasana terang yang membuat keadaan sekitar nyaman. Diselimut dengan mimpi-mimpi indah yang menjadi teman hidupnya.


Pagi pun telah tiba, cuaca sangat terang, langit-langit berwarna biru dan bercampur putih nan indah, awan yang berjalan, burung berkicauan, serta angin pagi pengejuk.


Aira bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, sarapan pagi yang sudah tersaji di meja makan, bahkan Aira menunggu Larisa dan Mama Hani untuk ke ruang makan.


Tak lama Mama Hani dan Larisa sangat kaget bahwa sarapan sudah tersiap di meja, sering kali setelah bersiap mereka baru membuat sarapan sederhana untuk berangkat ke kantor.


Rio dengan semangat bangun pagi dan berangkat pagi sekali ke kantor, ingin melihat Aira dikantor.


" Wau, Aira kamu menyiapkan sarapan pagi, ya Ampun jadi merepotkan jarang kita siapkan makan dulu, paling kita makan sederhana setelah bersiap," Ucap Larisa


" Tidak merepotkan selagi Aira bisa membantu dan tidak ada kerjakan Aira pasti akan saya kerjakan, ya sudah Larisa, dan tante bisa sarapan biar kita berangkat ke kantor lebih cepat sampai, " Jawab Aira


"Aira sangat baik sekali, seperti keluarga sendiri saja, " Sahut Mama Hani


Mereka menikmati sarapan pagi dengan seksama. Setelah itu mereka berangkat jalan kaki menuju kantor tak lama dirinya telah sampai di Kantor. Larisa dan Mama Hani yang menuju ruangnya, sedangkan Aira menunggu arahan.


" Ma, Rio mau berangkat dulu ke kantor," Ucap Rio sambil meminum susu hangat


" Tumben sayang pagi sekali, tidak ikut sarapan Pagi dulu, " Jawab Mama Yasmin


" Tidak usah nanti Rio makan di kantor saja, kan Rio juga sudah minum segelas susu, ya sudah Rio berangkat dahulu, " Ucap Mama Yasmin


Mama Yasmin jadi aneh kenapa Rio beda dari kemarin, membuat dirinya bergeleng kepala.


" Manuel ayo kita langsung meluncur ke kantor, " Ucap Rio


" Baik Tuan, silahkan masuk, " Jawab Manuel sambil menutup pintu mobil


Manuel mengemudikan mobil, dengan laju cepat Manuel mengendarai mobil atas suruhan Rio, agar sampai di kantor dengan cepat. Dirinya ingin memberikan tau langsung untuk memberikan tau dimana tempat untuk Aira berkerja.


Tak lama mobil masuk di perusahaan, Rio turun dari mobil dan berjalan memasuki perusahaan, Melihat Aira yang duduk di lobi perusahaan Rio menggunakan kesempatan itu untuk bertanya.


" Aira sudah datang, tumben pagi sekali," Tanya Rio


" Iya Mas Rio, ini hari pertama jadi Aira tidak mau telat, oh iya kenapa mas juga berangkat pagi," Jawab Aira


" Oh aku ada acara jadi mau selesai tugas disini, oh iya kenapa kamu nunggu disini," Ucap Rio


" Oh begitu ya mas, Aira belum tau ruangan kerja Aira, Aira dapat di bagian produksi, " Jawab Aira


" Aku kesini ingin melihat kamu dan bertemu kamu, Aira," Batin Rio


" Kalau begitu akun antar kan, ruangnya kamu, ayo ikut aku," Ucap Rio