Senggani

Senggani
BAB 47 JATUH HATI



Pertama kali Aira berangkat lebih awal ke kantor untuk memastikan tempat dirinya untuk berkerja sehingga dirinya memutuskan untuk berangkat pagi bersama Mama Hani dan Larisa. Aira menunggu di lobi kantor untuk menunggu siapa orang yang akan ditanyai.


Tak disangka rupanya, Rio sendiri yang datang lebih dahulu bahkan dirinya mengetahui Bahwa Aira berasa di lobi perusahaan.


Aira sontak menjawab dan bertanya langsung kepada Rio, serta Rio mengantarnya untuk menuju ruang tempat diriinya berkerja.


" Semua sudah siap, kalau sudah ayo kita mulai berjalan biar segera sampai di kantor," Ucap Mama Hani


" Sudah tante, sudah siap dan sudah selesai, kalau begitu mari kita berangkat," Jawab Aira


" Iya ayo, sebentar Larisa mau ambil tas terlebih dahulu," Sahut Larisa


" Ya sudah buruan ambil sana sayang, Mama Hani tunggu di luar sama Aira," Ucap Mama Hani


" Oke Ma," Jawab Larisa


Manuel yang saat itu merasa aneh melihat hari itu, melihat Tuannya yang sangat antusias berangkat ke kantor dengan hati senang dan penuh harapan, yang membuat penasaran Manuel. Bahkan Manuel mengetahui Bahwa wanita yang berasal dari kampung Kemarin telah datang dan berkerja di satu perusahaan milik Tuannya.


" Aku heran dengan sikap Tuan Muda, semenjak Wanita itu kembali dirinya begitu beda dari dahulu, mungkin dirinya mulai jatuh cinta kepada wanita itu," Batin Manuel sambil mengemudikan mobil


" Seperti apa yang aku pikirkan selama ini paling ada benarnya, awalnya saja dirinya benci dan lama ada tumbuh rasa di hatinya, ya sudahlah," Batin Manuel


Manuel merasakan seperti itu di dalam benaknya.


" Manuel aku main bertanya, jika kamu mempunyai sesuatu orang yang kamu cinta, apa yang kamu berikan kepada mereka, " Tanya Rio


" Kalau saya tergantung kebutuhan pasangan Tuan, kadang kita kasih yang kita punya dianya tidak membutuhkan, kita lihat apa yang lebih dia butuhkan, menurut saya yang lebih baik," Jawab Manuel


" Begitu ya, mungkin pendapat kamu ada benarnya juga, aku hanya bertanya, Terima kasih atas jawabnya," Ucap Rio


" Sama-sama Tuan, " Jawab Manuel


" Ma... Sudah ayo kita berangkat, Larisa sudah siap," Ucap Larisa


" Ya sudah Mama akan mengunci pintu dulu, " Jawab Mama Hani


Mama Hani menutup pintunya serta mengunci pintunya dan mulai untuk berangkat jalan kaki dengan pelan bersama-sama.


" Ya sudah kalau begitu ayo buruan kita berangkat, " Ucap Mama Hani


" Iya Ma, " Jawab Larisa


" Tuan, tumben Tuan berangkat ke Kantor sebagai pagi apakah ada sesuatu kalau Manuel boleh tau," Tanya Manuel


" Hari ini saya sedang ada banyak dokumen yang harus di tanda tangani jadi aku berangkat lebih pagi saja, kenapa emangnya Manuel," Jawab Rio


" Tidak ada apa-apa Tuan, hanya tanya dan kebetulan saja gitu," Ucap Manuel


" Seperti Tuan bohong, dirinya suatu pemimpin yang sangat cepat pasti juga ada mau yang lain," Batin Manuel


Pikiran Aira sangat tak sabar melihat ruang kerjanya serta dirinya ingin segera beraktivitas di dalam bidang yang berbeda, Aira seorang sosok wanita yang mau mencoba hal baru serta pengalaman yang unik menurut dirinya. Sambil berjalan kaki dirinya sangat senang dan antusias untuk segera mengetahui ruang dan kinerja kerjanya.


" Aku sudah tidak sabar untuk melihat ruangan kerja ku nanti," Batin Aira


Di pertengahan jalan mereka tidak di sangka terjadi sebuah peristiwa yang membuat dirinya harus membantu sejenak seorang nenek yang terjatuh di jalan, Aira dan Larisa sontak membantunya, dari kaca mobil Mama Yasmin melihat seperti Aira yang membuat dirinya antusias untuk segera menemuinya.


" Ya Ampun, kasihan nenek itu kita bantu dulu Larisa, " Kaget Aira


" Ya sudah ayo Aira," Jawab Larisa


" Aduh sakit, ahhh cucu....," Ucap Nenek terjatuh


" Nek ya ampun, Nenek terjatuh, bagaimana nenek bisa berdiri, sini Aira bantu," Ucap Aira


" Terima kasih ya cu," Jawab Nenek


" Sepertinya aku tidak asing dengan wanita itu, apa... Aira alhamdulillah, Aira di kota aku harus segera turun untuk menemuinya," Batin Mama Yasmin


Aira dan Larisa membawa Nenek di tepi jalan untuk di berikan penanganan sederhana biar tenang, ketika Mama Yasmin ingin menunjukan ke sana mobil semakin berjalan lambu lalu lintas mulai jalan, sehingga Mama Yasmin menunggu sebentar, sehingga dirinya biar menyebrang, Aira dan Larisa mulai berangkat lagi dan mereka melewati jalan singkat sehingga Mama Yasmin tidak bisa mengikutinya.


" Lampu hijau sudah menyala, " Ucap Mama Yasmin


" Nek bagaimana sudah mendingan kan, kalau gitu apa perlu kita berdua antar nenek," Ucap Aira


" Tidak usah nak, nenek udah baikan, nenek juga masih ada sesuatu, Terima kasih sudah membantuku, nenek tadi hanya terjatuh sendiri," Jawab Nenek


" Ya sudah nek kalau begitu Aira tinggal, nenek hati-hati ya, " Ucap Aira


" Iya cu, Hati-hati, " Jawab nenek


" Ya sudah ayo Aira kita berangkat lagi, mari ma, " Sahut Larisa


Mereka berjalan....


Lampu merah menyala Mama Yasmin telah menyebrang dan menuju ke nenek tersebut dan dirinya kira dirinya maaih ada di sekitar jalan disitu ternyata sudah tidak ada.


" Kemana Aira pergi cepat sekali dia, padahal jalannya masih lurus harus dirinya masuh di jalur sini terapi tidak ada orang yang berjalan, tapi aku yakin bahwa dia Aira, ya sudahlah aku kembali ke mobil lagi," Ucap Mama Yasmin


Mama Yasmin menuju ke mobil.


" Pak jalan," Ucap Mama Yasmin


" Baik Tuan," Jawab sopir pribadi


Rio yang mengantar Aira ke ruang kerja dibagian produksi berada di lantai tiga perusahaan, tak lama Rio bertemu dengan Aira dan Rio mengantarkan ke ruangnya.


Mareka menaiki lift untuk menuju atas, didalam lift mereka saling berdiam seribu kata, ketika itu terdapat sebuah masalah listrik mati sekejap yang membuat lift berhenti yang membuat Aira kaget mau terjatuh dan ditangkap oleh Rio, saling pandangan dan lama.


" Aw..., " Ucap Aira terjatuh


Ditangkap oleh Rio dan saling terdiam saling menatap mata serta berpandangan.


" Kenapa jatuh ku terasa seperti ini, berdetak kencang sama seperti awal bertemu, " Batin Rio


" Kenapa perasaan aku berbeda, hari ini aku nyaman dan penuh rasa suka kepada mas Rio, mungkin apa aku suka kepadanya, ah tidak," Batin Aira


" Hem mas Rio maaf Aira tadi kaget jadi tidak sengaja," Ucap Aira


" Hem tidak apa-apa, aku juga ma'af aq juga tidak masuk seperti itu, " Jawab Rio


" Aduh ternyata listriknya mati mas, kita terjebak di dalam lift, " Ucap Aira


" Sabar ya Aira, jangan takut sebentar lagi pasti akan menyala," Jawab Rio


Tak lama kemudian listrik menyala karena sistem otomatis dari perusahaan besar.


" Sudah menyala, itu sudah terbuka, silahkan Aira keluar terlebih dahulu, " Ucap Rio


" Baik Mas Rio, " Jawab Aira


Mereka berjalan menuju ruangnya, suara sepatu Tuan yang berbunyi keras.


" Aira ini tempat produksi, jadi mari kita masuk," Ucap Rio


" Iya Mas, " Jawab Aira


Aira memasuki ruangnya tersebut dan seketika melihat dalamnya Aira sangat kagum dan takjub.


" Wau... Besar sekali, dan semua lengkap, " Ucap Aira spontan sambil memegangnya


Rio yang melihatnya sedikit senyum dan lucu melihat tingkah laku Aira saat itu.


" Aira... Lucu sekali dan kamu sangat kaget dan kagum dengan barang seperti ini, wajarlah jika kamu sendiri itu, " Batin Rio tersenyum