Senggani

Senggani
BAB 48 MAKIN NYAMAN



Aira yang sudah memasuki ruang merasa sangat senang melihat bahan serta alat untuk perusahaan yang begitu canggih. Bahkan Aira merasa belum bisa dengan kerja dan cara untuk menyalakannya.


Aira tidak malu untuk bertanya kepada Rio untuk mengaplikasikan dan cara menyalakan Alat serta mesin tersebut.


Aira sosok wanita yang ingin belajar dan berani untuk bertanya walaupun dirinya belum bisa dan dianggap katrok.


Rio yang melihatnya sedikit lucu dengan tingkah laku pertama Aira yang membuat dirinya semakin gemas dan ingin mencubit. Rio nampak sangat nyaman dan suka terhadapnya Aira.


Kejadian itu membuat dirinya suasana rasa suka dan nyaman diantara mereka berdua, Rio yang sudah menaruh hati kepada Aira dari jauh hari, entah apakah perasaan Aira juga menarih hati untuk Rio, Rio hanya mengetahui bahwa Aira sudah ada yang memiliki seorang anak desa kesukaan ibunya itu.


" Kenapa Aira apa ada yang salah, ini ruang tim produksi, jadi sini memproduksi dari hasil cita perusahaan ini," Ucap Rio


" Tidak Mas Aira sangat kagum melihat alat di dalam ruangan ini begitu canggih dan keren, baru tau Aira mesin sebagus ini," Jawab Aira


" Haha...., " Tawa Rio


" Kenapa Mas kok malah tertawa ini Aira, ada yang salah ya," Jawab Aira


" Lucu aja Aira, kamu seperti orang yang baru tau saja, " Ucap Rio sambil tersenyum


" Biarin lah, emang Aira belum tau, dan baru tau disini, ya maaf jika Aira merasa seperti anak kampung Mas, " Jawab Aira


Mama Yasmin yang merasa aneh Aira yang cepat hilang padahal Mama Yasmin ingin bertemu dengannya lama dirinya tidak bertemu. Mama Yasmin sangat yakin bahwa yang di lihatnya adalah Aira dengan jelas.


" Aku tidak salah lihat tadi benar Aira, tetapi dia pergi kemana cepat sekali menghilangnya, padahal aku ingin bertemu dengannya," Ucap batin Mama Yasmin


" Kenapa Aira ke kota apakah dirinya sedang berlibur atau mencari sesuatu, pokoknya aku harus bisa bertemu Aira, semoga ada kesempatan untuk menemukan Aira di kota, " Batin Mama Yasmin


" Permisi Tuan, kita kemana sekarang," Tanya sopir pribadi


" Kita ke kantor saja, aku mau bertemu dengan Rio, " Jawab Mama Yasmin


" Baik Tuan, " Ucap Sopir pribadi


Mama Yasmin akhirnya menuju ke kantor ingin bertemu dengan Ayah Hadi.


" Mas Rio, Aira boleh tanya kepada mas Rio," Tanya Aira


" Silahkan Aira mau bertanya apa, " Jawab Rio


" Maaf Aira mau bertanya soal bagaimana cara kerja dari alat ini Mas, Aira belum bisa mengaplikasikan baru tau hari ini, " Ucap Rio


" Iya boleh aku kasih tau bagaimana cara untuk menggunakan alat ini sebentar, " Jawab Rio


" Iya Mas Rio, " Ucap Aira


Rio mulai menjelaskan terlebih dahulu sambil berjalan mengikuti tempat alat yang di gunakan, Aira mengikuti sambil bertanya jika tidak paham ketika dijelaskan oleh Rio.


Dengan waktu yang panjang Aira dijelaskan dengan teori dan dilanjutkan dengan cara mempraktikkan secara langsung.


" Ya sudah tadi saya sudah menjelaskan dengan teori sekarang kita langsung praktek langsung," Ucap Rio


" Sebelum Mas Rio kok di sini terus emang tidak ada kerjaan ya, " Jawab Aira


" Hem ada tapi masih bisa di handle kok, tenang saja," Jawab Rio


" Sebenarnya sudah selesai dan aku sengaja untuk bisa lama dengan kamu Aira, rasanya dirimu ingin mengatakan sesuatu kepadamu tetapi aku akan menunggu kesempatan waktu yang sudah tepat, " Batin Rio


" Ya udah kalau begitu aku takut gara-gara karyawan baru nanti Mas bisa di marahin atas Mas," Jawab Aira


" Sudah lupakan tidak akan, " Ucap Rio


" Pak tunggu di sini saya sebentar saja," Ucap Mama Yasmin


" Baik Tuan," Jawab Sopir Pribadi


" Mari ibu," Ucap semua yang bertepatan dengan Mama Yasmin


Mama Yasmin terus membalas sapa, dan tersenyum masih kepada siapapun orang yang berada di kantor.


" Permisi... Boleh masuk," Ucap Mama Yasmin


" Silahkan masuk," Jawab Ayah Hadi


" Lho Mama rupanya, ada apa, " Ucap Ayah Hadi


" Iya Ayah, muach," Jawab Mama Yasmin


" Ini Mama mau antar makan siang kebetulan tadi Mama masak sekali lewat kantor aku luangkan antara dari pada nanti pulang kerja, " Ucap Mama Yasmin


" Oh begitu ya Ma," Jawab Ayah Hadi


" Iya, Yah, ya sudah aku langsung saja ke berangkat ke acara teman Mama yang mau bahas bisnis juga Yah, ya sudah aku berangkat, sekali kasih ini di ruang Rio, dah Yah, " Ucap Mama Yasmin


" Dah... Ma, Hati-hati dijalan," Ucap Ayah Hadi


" Iya Yah, " Jawab Mama Yasmin


Mama Yasmin bergegas berjalan menuju ke ruang Rio, sampai di ruangannya Rio tidak berada di dalam ruangnya sehingga Mama Yasmin bingung dimana Rio berada, dan disaat dirinya keluar mau bertanya kepada salah satu karyawan di kantor bertemukah Mama Yasmin dengan Manuel.


Manuel menceritakan bahwa dirinya juga tidak tau setelah dirinya keluar dari mobil Manuel kehilangan jeleknya, mungkin dirinya sedang mengerjakan sesuatu di tempat lain.


" Sayang, ..., " Ucap Mama Yasmin sambil membuka pintu ruangnya


" Kosong ruangnya, dimana anak itu, tadi katanya berangkat ke kantor tetapi tidak ada di ruangannya, aku coba tanya salah satu OB disini siapa tau ada yang tau keberadaan Rio, " Ucap Mama Yasmin menutup pintu


" Permisi Tuan, bisa saya bantu, " Jawab Manuel


" Kebetulan ada kamu Manuel, kamu tau dimana Rio berada," Tanya Mama Yasmin


" Maaf Tuan, Manuel juga tidak tau dimana Tuan Muda berada karena tadi Manuel ketinggalan langkah Tuan, mungkin dirinya sedang ada rapat dengan pihak kantor yang Manuel tidak tau, jika mendadak Tuan Muda seperti itu, jika sudah selesai Tuan Muda langsung menghubungi saya Tuan, emangnya ada apa Tuan biar nanti Manuel sampaikan kepada Tuan Muda," Jawab Manuel


" Begitu ya, ya sudah kalau begitu saya titip ini di meja Rio nanti kamu bilang dari saya, gitu saja, ya sudah aku mau pergi," Ucap Mama Yasmin


" Baik Tuan, nanti saya sampaikan kepada Tuan Muda," Jawab Manuel


Mama Yasmin kemabali keluar dan memasuki mobilnya, dan segera berangkat


" Pak jalan, " Ucap Mama Yasmin


" Baik Tuan," Jawab sopir pribadi


Mobil melaju dengan pelan keluar dari perusahaan.


Disaat Aira ingin menaiki mesin untuk memulainya , Aira terasa terperet sehingga Aira terasa ingin jatuh, dengan teriak Aira tidak merasa bahwa dirinya masih selamat karena dengan di tangkap oleh Rio sehingga bayangan Aira terjatuh ke bawah.


" Ah.. Tolong..., " Ucap Aira sambil berusaha meraih alat untuk menahannya


Rio dan Aira mulai lagi bertatapan ketiga kalinya, tatapan yang sangat mesra dan sangat romantis kali ini, perasaan Aira dan Rio tidak bisa terbohongi mereka merasa nyaman dan merasa ada kecockkan didalam hati Rio.