Senggani

Senggani
BAB 49 ISABELLA HARJA



Tatapan yang begitu mesranya sampai-sampai terlupa untuk terlepas dari dekapannya. Aira yang seolah merasa ada ikatan yang tumbuh seketika itu.


Rio yang merasakan getaran rasa yang sangat besar membuat dirinya seolah dirinya tak mau jauh dari dekapan seseorang yang ia cintai.


Rio sudah menaruh hati ketika berada di jurang senggani setelah dirinya mengetahui kebaikan Aira dengan ketulusan serta keluguannya.


Aira mulai menaruh rasa kepada Rio, perasaan itu muncul secara tiba-tiba, Aira tidak bisa memungkiri.


Dengan suasana yang nyaman tiba-tiba mesin mulai berbunyu tanda kerja dimulai, Aira dan Rio kaget langsung melepaskan pelukannya itu.


Bunyi mesin berbunyi....


" Hem... Mesin sudah bunyi, artinya bisa di mulai kerjanya," Ucap Rio dengan salah tingkah


" Hem iya mas, Seperti sudah jam waktunya kerja, " Jawab Aira dengan binggung dan sedikit canggung dengan kejadian tadi


" Ya sudah kalau begitu, aku tinggal ke ruangku, selamat berkerja ya," Ucap Rio


" Iya Mas Rio, Aira Terima kasih sudah di beri tahu cara kerja dan memakai mesin ini, " Jawab Aira


" Sama-sama," Ucap Rio


Rio meninggalkan Aira di ruang kerjanya, Rio segera menuju ke ruangannya, dengan rasa senyum dan senang dirinya bertingkah Sampai-sampai Manuel mengetahuinya.


" Yes yes hari ini aku sangat senang sekali, Aira... Hati ku merasa bahwa kamu adalah pilihan hatiku, semoga semakin hari semakin suka dan semoga kamu juga sebaliknya, " Ucap Kegirangan Rio


Rio sontak berhenti secara tiba-tiba dengan adanya Manuel yang tidak di ketahuan oleh Rio.


" Maaf Tuan Muda," Sahut Manuel


" Aduh ada Manuel, apakah mungkin dirinya melihat tingkah laku tadi ya," Batin Rio


" Seperti Tuan sedang bahagia," Batin Manuel


" Iya ada apa kamu menghampiri saya, apakah ada perlu," Jawab Rio


" Permisi minta maaf tadi, Mama Tuan datang ke kantor dan menuju ke ruangan Tuan tidak menemukan Tuan, jadi dirinya titip ke saya, titipan sudah saya taruh di meja Tuan Muda, hanya memberikan tau informasi itu saja Tuan," Ucap Manuel


" Oh begitu, ya sudah saya akan segerakan keruangan saya, kalau begitu aku tinggal dulu Manuel," Jawab Rio dengan berjalan seperti biasa kembali


Manuel yang berhenti di tempat itu, penasaran dengan apa yang terjadi kepada Tuan Muda, sampai-sampai dirinya melihat kebahagiaan yang keluar dari raut muka Tuan Muda.


Manuel yang merasa penasarannya, tak di sangka pada kaca ruangan terdapat seorang wanita, yaitu wanita yang berada di jurang senggani.


" Aku heran mulai kemarin Tuan Muda merasa beda lagi seperti Tuan yang berada di jurang senggani, apakah yang membuat Tuan merasa seperti itu, aku jadi penasaran," Ucap Manuel


Aira yang sedang berkerja dan sambil melakukan kerja pertama, bergerak serta memproses seperti prosedurnya. Gerak-gerik Aira yang terlihat di balik kaca kecil.


" Oh ternyata wanita itu, wanita itu bukannya wanita yang ada di jurang senggani, jadi dirinya diterima kerja di sini, jadi Tuan Muda bahagia, mungkin Tuan mulai suka terhadap wanita itu, ya sudah aku tinggal dulu," Ucap Manuel sambil berjalan meninggalkan tempatnya


Manuel sudah mengetahui siapa wanita yang telah membuat Rio berbeda bahkan Manuel memiliki anggapan bahwa Tuan Muda mulai menyukai dan ada rasa terhadap wanita dari desa itu.


Isabella Harja kekasih Rio yang pulang dari Amerika dalam proses studynyax setelah selesai Isabella kembali ke indonesia untuk menemui Rio, Isabella meninggalkan Rio tanpa ada kata pun yang membuat Rio merasa kehilangan bahkan dirinya merasa sakit yang sangat pada saat itu, dengan bujukan Mama tercinta Rio mulai untuk melupakan sejenak untuk memikirkan masa depan yang harus Rio gapai.


Isabella setelah kepulangan dari Amerika, dirinya tidak sabar untuk segera menemui Rio di ruangannya karena juga termasuk anak orang kaya, Isabelle dengan percaya diri tanpa ada rasa bersalah terhadap Rio.


Rio yang mengetahui kedatangan Isabella secara mendadak membuat dirinya teringat ketika Isabella pertama meninggalkan dirinya, yang membuat Rio merasa sakit dan terjatuh.


Mobil Isabella berhenti di depan kantornya, bodyguard telah membukakan pintunya mobilnya, kelihatan kaki yang udah serta balutan sepatu high heels yang tinggi mengoda. Keluar sosok wanita yang cantik dan sangat menawan hati siapa yang melihatnya pasti dirinya terjatuh kepadanya.


Isabella yang merasakan rambut indahnya bahkan dirinya berjalan baik seorang ratu. Suara sepatunua terasa seperti tong yang memberikan suasana sunyi dan indah.


Karyawan semua memberi hormat dengan menundukan kepada Isabella. Serta sambutan baik semua perusahaan.


Karyawan mulai berbisik membicarakan kedatangan Isabella.


" Permisi ruang mas Rio dimana, apakah masih tetap yang dahulu," Tanya Isabella dengan sedikit sinis terhadap


" Iya tetap di tempat lama, selamat datang di perusahaan Nyonya," Jawab resepsionis


" Kalau begitu Terima kasih, " Jawab Isabella sambil memakai kacamata sambil berjalan menuju ruangan


Isabella yang sedang membuka lift bersamaa dengan Aira yang juga satu lift untuk mengambil barang di bawah.


Aira menundukan kepalanya seolah memberikan rasa hormat kepada Isabella, Isabella yang tidak merespon sama sekali.


Lift terbuka dan mereka keluar dengan tujuannya masing-masing. Isabella yang sedang berjalan menuju ke ruangan Rio.Rio yang sedang sibuk dengan tugasnya, didepannya dengan alat laptop yang sedang menemaninya. Sontak Isabella yang tiba-tiba datang masuk keruangan Rio.


Isabella dengan rasa senang bisa bertemu Rio, menuju langsung memeluknya, Rio yang sontak membalas pelukan tanpa tak sadar, tetapi ketika sadar dirinya lansung menolak dengan halus karena teringat perlakuan dirinya saat itu.


" Sayang..., apa kabarnya, " Ucap senang Isabella sambil memeluknya


" Isabella, baik..., " Jawab Rio membalas pelukannya


Rio tiba-tiba teringat dengan sikapnya, langsung melepaskan pelukannya.


" Sayang..., kenapa, " Tanya Isabella


" Kapan kamu pulang, kenapa kamun kesini lagi, " Jawab Rio


" Sayang aku sangat rindu padamu, tolong maafkan kesalahan diriku, aku masih sayang denganmu, kemarin itu aku tidak ada waktu untuk memberitahukan mu," Ucap Isabella


" Tidak perlu, aku juga tidak butuh penjelasanmu saat, apa ada tujuan kamu datang kesini jika tidak silahkan tinggal saya, saya masih ada kerjaan, jika tidak mau tunggu saja saya di lobi," Jawab Rio


" Aku datang kemari ingin bertemu denganmu, aku juga baru pulang dari Amerika kemarin, jadi salah jika aku kesini kangen sama pacar aku," Jawab Isabella


" Sudah diam, jika tidak ada yang perlu silahkan keluar, aku masih ada kerjaan dan tugas yang tidak bisa di ganggu, " Ucap Rio


" Ya sudah aku keluar dulu, tapi aku tunggu di lobi ya, nanti kita keluar ada yang akun katakan kepadamu," Jawab Isabella


Rio tanpa membalasnya, Isabella keluar dari ruangan Rio.