Search : Kim Jennie

Search : Kim Jennie
Search : Ep. 6



Kami menjalankan hari seperti biasa, tidur , bangun , makan , sekolah , pulang , makan , dan tidur lagi. Itulah hari-hari ku di Italia. Aku juga sudah sangat dekat dengan Claudia. Kami selalu bermain bersama. Kami sudah menjadi sahabat. Aku mulai melupakan hari tragis itu, walaupun kadang aku tiba-tiba mengingatnya. Oh ya, kenapa kamarku di cat warna hitam dan putih? Jika hanya hitam itu akan gelap, jadi aku bisa mengingat kejadian itu lagi, jadi aku menambahkan cat warna putih dan beberapa lampu.


Hari, minggu, bulan, dan tahun telah berlalu. Ini sudah sekitar beberapa tahun aku disini, Italia. Hari ini umurku sekitar 20 tahun. Aku masih kuliah disini, suatu hari saat aku dikamar aku memikirkan kejadian itu lagi. "Oh ya aku lupa, aku harus balas dendam" kataku dengan wajah datar. Ya aku menjadi datar+++++++++++++ , dingin+++++++++++++ , dan bodo amatan. Tapi itu hanya untuk orang yang ngak kukenal. Tapi seperti Claudia dan kakak-kakakku aku hangt kok.


Aku kebawah, disana ada kak kak Dylan yang sudah berumur 22 tahun, dia juga masih kuliah. Dan ada juga kak Irene dia sudah berumur 24 tahun, dia juga masih sekolah, tapi juga ikut membantu perusahaan ayahku. Aku sudah sampai di bawah. "Kak balik ke Korea yok" kataku. Kedua kakakku kaget. "H....hah kamu bercanda kan?" kata kedua kakakku yang terkejut. Ya mereka tau bahwa aku sedikit trauma. "Iya dong, kenapa? Gak boleh ya?" "boleh kok". Aku langsung ke kamar. " Tunggu aku sialan". Kakakku sudah menghubungi pak aisten atau sekarang ku panggil Pak Kim. Untuk menyiapkan pesawat pribadi.


Hari ini adalah hari kami berangkat. Aku baru saja bangun, aku langsung saja mandi dan berpakaian serba hitam, seperti ke pemakaman kan?. Aku langsung ke meja makan. Aku menge-chat Claudia. Aku menyuruhnya datang. 5 menit kemudian dia sudah datang. Kami sarapan bersama. Kami sudah selesai makan. "Udah siap semua lom?" kataku mengobrol dengan Claudia sambil menunggu Pak Kim menjemput. "Udah, aman" "hm". Pak Kim sudah datang kami langsung saja berangkat.


Kami sudah didalam pesawat pribadi keluarga Alexander. Kami duduk sendiri-sendiri. Mereka semua memilih tidur. Aku memotret diriku sendiri. Cekrek. Aku menge-postnya ke Instagram. Aku mempunyai penggikut lumayan banyak. Lalu aku memilih tidur. Kami sudah sampai kak Dylan membangunkanku, sedangakn kak Irene membangunkan Claudia. Kami keluar dari pesawat. Disana sudah ada para bodyguard, dan Pak Kim yang menunduk dengan hormat. Kami turun. Aku yang terakhir turun. " Kita akan berjumpa, wahai si misterius" kataku dengan pelan dengan smirk kecil. Pak Kim mengetahuinya tapi dia memilih seperti tidak melihatnya. Kami kerumah. Disana pasti sudah ada pelayan, dan art yang lain. Mereka menunduk dengan hormat.