Search : Kim Jennie

Search : Kim Jennie
Search : Ep. 11



Aku mempercayai William, keluarga Smith memang terkenal dengan sikap dan kepribadiannya yang tegas, bertanggung jawab, jujur, dan pintar menjaga rahasia. Tapi menurutku Nicholas, Adelio tidak terlalu tegas. Ingat ya TIDAK TERLALU tegas.


Akhirnya aku segera memfoto lapyop dan komputerku lalu mengirimnya ke William.


Tiba-tiba hp ku berbunyi, ada notifikasi dari William.


William_S : Nanti lo kerumah gua, kita cari tau tentang Olivia.


Ruby_Jane : Ok, tapi lo yang jemput gua, gua gak tau alamat lo.


William_S : hm, 20 menit lagi gua nyampe.


Ruby_Jane : hm.


Setelah aku membalas pesannya, aku segera mengganti baju, what... 20 menit?! aku bahkan berdandan lebih dari 20 menit. Aku akhirnya hanya memakai baju biasa yang biasa aku pakai, dan dengan make-up yang sangat natural.


Tin tin, terdengar suara klakson mobil. Rumahku dan rumah William hanya berjarak beberapa blok saja, tapi kenapa dia harus memakai mobil?. Entahlah.


"kak aku mau keluar sebentar sama William" kataku.


"hati-hati" kata kak Dylan menjawab.


Kak Irene sedang mengurus perusahaan, sedangkan Claudia mungkin sedang rebahan cantik atau ber selfie.


Aku bergegas ke depan.


"rumahlo kan deket sama rumah gue, napa pakek mobil" kataku membuka pembicaraan.


"serah dong, cepet" kata William menjawab.


"hm".


Kami berdua sudah sampai dirumah William, ah tidak mungkin lebih tepat rumah keluarga Smith. Kami berdua masuk. Sebelum masuk aku bertanya pada William.


"saudara lo dirumah?"


"nggak tadi pergi"


"oh"


Kami akhirnya masuk. Disana sudah ada Ruang keluarga. Ada orang, sepertinya ayahnya William.


"dah pulang" kata seseorang.


"ya" kata William.


"dia temen ku" kata William.


"Halo om saya Ruby" kataku sambil membungkuk.


"ah ya saya ayahnya William" kata ayah William juga dengan membalas membungkuk.


Ayah William, berarti dia adalah Tn. Smith. Tapi entah saat melihat ayahnya William atau Tn. Smith, aku terbayang saat kedua orang tuaku dibunuh. Atau jangan-jangan..... Aku langsung meminta foto agar aku bisa mencari identitasnya.


"om boleh foto, kan om Tn. Smith, kan om pengusaha sukses" kataku.


"ah iya boleh" kata Tn. Smith


"fotoin" aku meminta tolong kepada William


"hm" kata William dengan malas.


Cekrek. William segera mengembalikkan hp milikku.


"yok ke atas" kata William.


"hm, om saya sama William keatas dulu ya" kata ku meminta izin.


"iya" kata Tn. Smith


Akhirnya kami berdua keatas. Kita ke kamar William. Ingat kami tidak ngapa-ngapain. Tapi saat sudah masuk, William memencet tombol kecil. Lalu terbukalah dan menampilkan sebuah ruangan. Mungkin, seperti ruang rahasia?. Aku juga mempunyainya.


"masuk". Kami masuk, disana juga ada 1 laptop dan 2 komputer. Sepertinya lebih banyak punyaku. Aku mempunyai 2 laptop dan 3 komputer. Itu saja hanya untuk meng-hack, belum lagi laptop untuk kuliahku.


"oh jadi ini ruang rahasia lo" kataku.


"iya, duduk sini aja" kata William menjawab.


Kami duduk, nuansa kamar dan ruangan rahasianya tidak terlalu gelap atau terang, aku menyukainya. Ok, kamar dan ruangan rahasia tidak terlalu penting. Yang penting adalah Identitas Olivia Ann.


"ok jadi ngebahas gak" kataku.


"hm" kata William singkat. Aku mulai menjelaskan tentang siapa itu Olivia Ann.


"jadi lo dah lihat kan do foto, kalo dia itu Olivia Ann, anak keluarga Ann. Pernah kuliah sebentar di Amerika, lalu balik karna ada ayahnya ada bisnis di sini. Dan juga dia ja**ng. Dia ternyata kerja di barnya kak Dylan. Barnya kak Dylan itu termasuk bar berkelas. Uuuuu pasti skil ngeja**ngnya uwaw."


"hey".


" hihihihi xixixixi hahahah heheheh"