Search : Kim Jennie

Search : Kim Jennie
Search : Ep. 2



Aku dan kakakku sudah sampai rumah. "Kak" "Ya" ucanya lembut. "Kakak tidur sama aku ya? Aku takut" "iya kita tidur bareng, jadi enggak usah takut ya" aku mengganguk. "Yaudah yok mandi habis itu tidur ya" "emmm" sambil mengganguk.


Keesokan harinya "Ruby, bangun ini hari pemakaman ayah sama bunda lho" kata kakakku "iya aku bangun" ucapku. Aku langsung mandi dan berpakaian serba hitam. "Kak kita beli bunga dulukan?" tanyaku didalam mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang. "Iya" "Pak mampir ke toko bunga dulu ya" "Siap tuan muda" ucap pak supir.


Di toko bunga. Kami masuk. Kami memilih-milih bunga. "Kak yang ini aja" kataku. "ok itu bagus". Lalu kami membayar dan memasuki mobil


Sampai pemakaman. Disana sepi karna pemakaman ini privasi jadi hanya orang terdekat saja yang datang. "Ayah bunda.. hiks..dingin ya disini kalian pasti kedinginan" ucap kakakku. "Ayah bunda aku pasti bakal balas dendam jadi tenang disana ya...hiks" ucapku "Ruby tapi kan kata bunda gak boleh balas den-" kata kakakku lalu kujawab "tapi aku tidak bisa memaafkan orang itu kak...hiks...hiks" "Bunda aku disini aku dapat kabar ayah sama bunda udah tenang" suara seseorang yang tampak familiar di telingaku. "Kak Irene" kataku dan kakakku bebarengan. "Ya ini aku" kata kak Irene. "Kakak" kami berpelukan sangatttt erat , ya karena kak Irene di luar negeri. "Aku kangen" ucapku "kakak juga" ucap sang kakak pertama. Ya kak Irene berumur 14 tahun saat itu. "Udah ya jangan nagis, nanti ayah sama bunda juga sedih lo" kata kak Irene menenagkan kami. Kami melepas pelukan "iya kak aku gak bakal sedih lagi" kata kak Dylan. "Yaudah yuk doain ayah sama bunda biar tenang disana" kata kak Dylan.


Kami berdoa lalu pulang kerumah. Disana hening, kami mengenang masa-masa saat ayah dan bunda masih hidup. Mereka sangat menyayangi kami bertiga. "Kak kata bunda kita disuruh keluar negeri selama beberapa tahun" kata kak Dylan memecah keheningan. "Gitu ya, kalau gitu kita ambil semua uang di bank dan pergi keluar negeri" kata kak Irene. "Kak nanti perusahaan ayah gimana?" tanyaku. "Nanti kakak pindahkan ke negeri yang bakal kita tinggali ya" aku mengganguk "yaudah yuk mandi lagi aja" kata kak Irene. Lalu kami mandi. Kami ke bank mengambil semua uang yang ada. Lalu kami pulang.


Lalu kami memesan tiket dan dijadwalkan terbang besok siang. "Kemasi barang kalian, ambil barang yang kalian suka, sana" "iya kak" kataku.


Keesokan paginya. "Ayo sarapan" kata kak Irene sedikit teriak " iya". Kami menuruni tangga dan makan. Kami sudah mandi dan segera berangkat karena penerbangan pukul 11.00 siang. "Ayo berangkat" Kata kak Dylan. "Bi jaga rumah ya" kataku "iya non jangan khawatir, kami akan jaga rumah sampai non pulang" kata bibi dirumah. "Kami pamit" kata kami bebarengan. Kami sudah sampai di bandara.


"Selamat tinggal Korea, tunggu aku dasar pembunuh sialan. Aku akan membalas dendam" batinku sambil smirk. "Ayo" "iya". Kami masuk ke pesawat dan menuju ke Italia. Negeri yang ku ingin kunjungi itu.