
Lalu kami naik ke pesawat. Aku memilih tidur.
Jarak Korea ke Itali adalah 9.146 km kami melaju dengan kecepatan 900 km / jam. Waktu penerbangan adalah 10 jam 9 menit. Setelah terbang selama 10 jam 9 menit kami mendarat. Lalu kami mendarat dan dijemput oleh asisten Ayahku yang ada di Korea, dia orang Korea asli.
Kami sampai rumah, rumahnya lumayan besar. "Silahkan nona dan tuan" kata si asisten. "Terimakasih ya pak" ucapku dan kak Irene dengan ramah dan tersenyum. Kak Dylan hanya tersenyum sedikit. Aku melihat raut wajahnya. Dia pasti masih sulit memaafkan orang itu. Kami masuk. Pintu sudah ditutup. "Cari sendiri ya kamarnya udah ada namanya. Kata kak Irene " iya kak" kataku. Kak Dylan langsung jalan.
Aku sudah sampai dikamar. Aku menyukai warna merah dengan sedikit pink. Aku kembali terbayang darah kedua orangtua ku. "Tidak apa-apa Ruby. Tinggal bilang kak Irene suruh ganti catnya aja" kataku menenangkan diriku sendiri. Lalu aku mandi.
Aku turun. Disana sudah ada kak Dylan yang sedang menonton tv dengan sedikit tertawa. Aku sudah disebelah kak Dylan, tapi kak Dylan belum menyadarinya. "Nah gitu dong ketawa jangan diem trus.." kataku sedikit meledak kakakku yang sedang tertawa dan kembali stay cool. Lalu aku duduk. "Lihat apasih keknya lucu banget" kataku "ngak ada apa-apa" kata kak Dylan langsung mematikan tv. "Yak kok di matiin" kataku dengan kesal. "Habis ini pasti kak irene nyuruh kita makan." kata kak Dylan. "Ayo makan" kata kak Irene. "Nah tuh" kata kak Dylan sambil berjalan meninggalkanku. "Untung kakak" batinku
Pagi hari.
Aku sudah mandi. Lalu aku ke bawah. "Hai kak Irene " Sapa ku kepada kak Irene yang sedang menonton tv itu. "Pagi juga Ruby, tumben udah bangun" kata kakakku. "Salah ya?" kataku sambil duduk disebelah kakakku. "Enggak sih" kata kakakku. Kami menonton tv sampai waktu sarapan. "Eh udah jam sarapan, sana panggil Dylan dulu" "ok". Aku ke kamar kak Dylan. Kamarnya bernuansa hitam. Tapi disana banyak lampu jadi kelihatan terang. " Terang banget dah disini" kataku. "Kak Dylan bangun, mau makan gak? udah waktu sarapan loh" kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuh kakakku. "6 menit lagi" katanya dengan suara khas bangun tidur. "Maksutnya 60 menit kan?!" "lah itu tau" "ih cepetan ih, aku ngambek lho" "ngambek kok bilang-bilang" "kak" kataku agak marah. "iya- iya". aku langsung kembali ke bawah.
" Mana Dylan?" kata kakakku. "lagi mandi...... mungkin" kataku agak kesal. Kakakku hanya mengganguk. kakakku tau bahwa aku sedang kesal. "oh ya Ruby" "jenapa kak" "besok kamu sekolah disin, udah didaftarin sama asistennya ayah yang disini" "ok deh". Aku lalu duduk di kursi, sambil menunggu kak Dylan selesai mandi. 5 menit kemudian kak Dylan sudah turun. Dia langsung duduk. Suasanannya sangat canggung. Seperti orang gak kenal. "canggung amat dah" batinku. "Nih makanannya" kata kak Irene sambil meletakkan makanan di meja. "makasih kak" kakakku hanya mengganguk. Kami makan. Hnaya hening yag terjadi dan hanya ada suara piring dan sendok garpu yang terkena saja.