Satya & Sinta

Satya & Sinta
episode 4



Selamat membaca!!!!!


Satya tiba di rumah Joni setelah ia mengantar Sinta pulang.


"Joni di mana?"Satya masuk tanpa mengucapkan salam ke pada tuan rumah.


Hanya dengusan dan kesal yang di tunjukkan Mawar istri Joni, saat melihat Satya yang sangat tidak sopan masuk ke dalam kediaman rumahnya tanpa permisi. "Gak sopan banget! Di kamar."Sebenarnya Mawar tidak suka dengan sahabat lama suaminya ini tapi demi menghormati suaminya dengan terpaksa Mawar tak bisa menolak dan hanya bisa menambah kesabaran di relung hatinya.


Mawar sangat bersyukur saat Joni sudah bertobat dan meninggalkan kenangan terburuknya yaitu menjadi preman. Tapi kebiasaan nongkrongnya belum Joni tinggalkan dan hal itu tak akan bisa lepas dari dirinya mungkin, dengan perlahan-lahan Joni akan mencoba dan menghendel untuk tidak melakukan hal yang tak layak dan hanya menguras waktu dan tak berfaidah.


Satya langsung menuju kamar Joni yang sangat ia hafal. Seminggu yang lalu Joni melakukan operasi usus buntu dan di haruskan menginap sampai pulih di rumah sakit. Satya  baru tau kemarin malam itu pun di kabari dari temannya. Mungkin karena kesibukan malaknya ia jadi lupa dengan sahabat karipnya.


"Kok elo di sini,"ucap Joni kaget saat melihat Satya berjalan kearahnya.


Joni tau kalau pagi hari kelompok Satya akan palak orang pasar. Katanya pajak tempat. Sebenarnya mereka tau kalau di bodohin tapi mencoba untuk berontak itu percuma kekuatan mereka tak sebanding dengan kelompok Satya yang sangat kuat dan tak terkalahkan.


"Gak boleh."Satya duduk di kursi kecil samping ranjang Joni.


"Bolehlah. Elo kenapa kok aneh gitu."


"Gak papa."


Mawar datang dan membawakan teh di atas nampan dengan wajah di tekuk."Nih minumnya."Dengan jutek Mawar menjamu Satya. Biarpun preman tapi dia, kan tamu dan harus di hormati meskipun terpaksa.


"Istriku sedang hamil mungkin karena hormon jadi, galak seperti ini,"sela Joni yang tau istrinya sangat benci dengan Satya.


"Aku mau keluar. Mas mau nitip apa?"tanya Mawar saat akan beranjak dari kamar.


"Gak ada."


"Ya udah."Mawar berjalan meninggalkan kamar.


"Sat, kapan elo nikah."Joni bertanya apa menyindirnya.


Satya mendengus sebal."Belum waktunya."


"Belum waktunya move on,"timpal Joni. Semua rahasia Satya, Joni tahu hingga wanita yang membuat sahabatnya merasakan arti cinta pun Joni tau. Malahan dulu Joni adalah tempat curhatnya Satya.


"Gak usah bahas itu. Jijik gue,"protes Satya dan meminum teh buatan Mawar.


"Jijik. Dulu aja di puja-puja,"seru Joni membalas ucapan Satya.


Dulu ia sangat bodoh hingga mau menanti wanita yang hanya mengumbar janji dan hanya mengingkarinya.


"Jangan bahas masa lalu. Males gue."Satya menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki dan meregangkan otot kaki dan tangannya.


"Gue balik dulu. Males bahas cewek itu."Satya beranjak berdiri.


"Gitu aja tersinggung. Dasar bucin,"ejek Joni.


"Bangkek lo."Satya berjalan meninggalkan kamar teman resenya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Papa sudah melapor polisi?"tanya Hanin yang sangat khawatir dengan keselamatan putri satu-satunya yang tekah hilang kemarin sore. Sejak kepergian Sinta, Hanin & Bekti tak bisa terlelap tidur semua pegawai dan orang suruhannya sudah di kerahkan tapi tidak ada hasil yang sangat memuaskan dari mereka.


"Belum. Ini belum 24 jam."


"Non Sinta. Ini beneran non Sinta. Alhamdulilah Non sudah kembali."Bibik Yanti mendongak dan menengadahkan tangan ke atas, bibik masih tak percaya anak yang di asuhnya sejak kecil akhirnya sudah kembali dengan selamat. Bibik sangat bersyukur.


"Sinta."Hanin terkejut berlari menghampiri Sinta dan  di ikuti Bekti di belakangnya.


"Syukurlah kamu sudah kembali dan selamat."Hanin memeluk Sinta dan mengucap wajahnya berulang kali dan di ikuti Bekti yang memeluknya dengan penuh kerinduan. Akhirnya Hanin bisa bernafas saat kekuatannya berada dalan pelukannya. Mereka bisa hancur dan mati bila sang buah hati yang mereka jaga dan rawat terjadi sesuatu dan tak akan ada maaf bagi yang melukai sang putri tercinta bila terjadi sesuatu yang membahayakan nyawanya.


"Mama, Papa sesak. Sinta juga rindu sama kalian."Sinta mencoba meronta dan memperingati ke dua orang tuannya yang memeluknya sangat erat dan begitu menyesakkan dadanya.


"Kamu dari mana saja?"tanya Hanin seraya membelai surau Sinta dengan sayang.


Tapi Sinta hanya memilin ujung bajunya. Sinta merasa bersalah kalau dia patuh, pasti mereka tidak akan sekawatir ini Sinta tak mau mengulanginya lagi dan akan berjanji tidak akan pernah melakukan perbuatan seperti ini.


"Sinta di sekap di ruangan kosong. Terus ada malaikat baik dan memukul penjahat yang culik Sinta. Sinta seneng banget,"girang Sinta dengan berkata seperti di selamatkan pahlawan yang sangat super. Sinta sangat antusias menceritakan pengalaman dan takdir awal dirinya bertemu dengan pangeran penjaga hati sekaligus penjaga dirinya.


Semua masih melongo dan termenung apa benar yang di bicarakan Sinta atau hanya sekedar bualan saja mereka tau Sinta agak tak waras tapi mereka tetap bersyukur. Hanin dan Bekti akan menjaga dan merawat titipan sang ilahi dan tak ada niat untuk menyesal dan marah kepada sang pembangkit dan pengembali hidup manusia dengan kesabaran dan tak putus asa semoga ada cahaya yang menyinari kerja keras meraka dan memberi jalan keluar atau titik penyelesaian.


Jangan lapa vote😂😍


VOTE!


SIMPAN DI PERPUS YA! THANKS😀😚