
Keesokan harinya Reva bangun pagi-pagi ia langsung menggosok gigi dan mencuci wajahnya, kemudian ia berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian olah raga, hari ini weekend jadi Revalina berniat lari pagi disekitar komplek
Saat Reva keluar dari kamar ternyata rumah masih sepi, ia pikir orang tuanya masih belum bangun jadi ia langsung keluar dan mulai berlari.
Udara pagi hari sangat sejuk sehingga sangat cocok untuk berolah raga, Reva berlari lari kecil mengelilingi kompleks hingga tak terasa ia sudah berlari cukup jauh dari rumahnya setelah merasa lelah Reva duduk di bawah pohon sambil meluruskan kakinya,
"Hai, boleh gabung " Tanya seorang pemuda yang usianya sedikit lebih tua dari Reva.
"Hmm iya boleh." Jawab Reva setelah mendongak melihat siapa yang menyapanya.
Pemuda itu pun segera duduk di sebelah Reva
"Kenalin gw Revan Alterio, nama lo siapa?" Tanya pemuda bernama Revan itu
"Gw Revalina Xa." Jawabnya sambil menerima jabat tangan Revan
"Namanya cantik persis seperti orangnya."
"Kakak bisa saja."
Mereka kemudian mengobrol, Revan menceritakan aktivitas hari harinya ia juga menceritakan bahwa ia baru kembali dari jerman, begitupun Reva yang menceritakan tentang dirinya tentunya tidak semua ia ceritakan.
****
Sinar matahari menembus tirai jendela membuat bunda Diana terbangun dari tidur lelapnya, dengan tergesa-gesa bunda Diana langsung mencuci wajahnya dan pergi ke dapur menyalakan kompor untuk merebus air, tak lupa bunda Diana menyiapkan menu sarapan untuk keluarganya.
Tak lama kemudian ayah Indra datang lengkap dengan pakaian kerjanya.
"Loh yah kenapa ayah rapi sekali, ini kan weekend."
"Iya bun tapi ada kerjaan yang harus ayah kerjakan."
"Oh ya sudah kalau begitu, kopinya sudah ada di meja." Kata bunda
Mendengar itu ayah langsung duduk sambil menikmati kopi buatan istinya dengan ditemani sepotong kue
Ayah Indra segera memutar arah kembali kerumah
"Loh ayah kok balik lagi, ada berkas yang ketinggalan?" Tanya bunda Diana ketika membuka pintu
"Tadi ayah seperti melihat Reva di taman depan kompleks makanya ayah ingin memastikan
"Ih ayah ngarang aja, mana mungkin Reva pagi pagi sudah ada di taman paling juga masih tidur di kamarnya."
Keduanya lalu bersama sama pergi ke kamar Reva untuk memastikan kebenarannya
Bunda Diana membuka pintu kamar Reva yang ternyata tidak di kunci, keduanya melihat Reva tertidur dengan selimut menutupi seluruh bagian tubuhnya.
"Ayah sudah lihat kan kalau Reva masih tidur,." Ucap bunda Diana
Ayah hanya manggut manggut saja, tanpa keduanya sadari yang mereka lihat di atas tempat tidur bukanlah putrinya tetapi guling yang ditutup selimut
Ayah Indra kemudian langsung berangkat ke kantor sedangkan bunda Diana membantu bibi membereskan pekerjaan rumah
Tiga puluh menit kemudian Reva pulang kerumah dia langsung menuju ke dapur untuk mengambil air dingin di dalam kulkas, bunda Diana memperhatikan penampilan putrinya dari atas sampai bawah ia heran dengan apa yang dipakai putrinya
"Bangun tidur pakai sepatu, keringetan lagi, abis mimpi apa kamu?" Tanya bunda diana
"Lah kan Reva abis lari pagi Bun makanya pakai sepatu dan keringetan."
" Bukanya kamu lagi tidur dikamar tadi."
"Ohh itu mah guling Bun." Jawab Reva
Bunda Diana diam seketika mendengar ucapan Reva, beliau jadi berfikir benar yang diucapkan suaminya kalau tadi yang dilihatnya adalah Reva.
Sore harinya semua keluarga sudah berkumpul diruang keluarga, kebetulan ayah Indra juga pulang lebih awal mereka mengobrol dan sesekali bercanda