REVALINA XAVIERA

REVALINA XAVIERA
Bully Lagi?



Hari ini Alga tidak masuk kedalam kelasnya, ia membolos dirooftop sekolah bersama kedua temannya. Mereka duduk di kursi panjang yang terletak di dekat pembatas rooftop sambil memainkan game di ponsel masing masing


"Woy woy sini bantuin gw anj." Teriak Sandi sambil fokus pada gamenya


"Bentaran set*n disini juga lagi ada musuh ini, mana jelek lagi" ucap Fian tak kalah heboh dengan Sandi, sedangkan Alga? Jangan ditanya lagi sudah pasti dengan wajar datar nan coolnya dia tetap stay calm


Sedangkan didalam kelas, Radela melihat Revalina duduk sendiri itu berarti Alga sedang bolos seperti sebelum sebelumnya.


"Kalian lihat, si culun duduk sendiri gimana kalau kita kerjain dia." Bisik Radela kepada kedua temannya


"Iya bener, mumpung si putra lagi gak ada kan jadi gak ada yang bisa belain dia." Sahut Nandira


"Yaudah yuk buruan, nanti keburu ada guru yang Dateng " ucap Ulfa


Mereka bertiga kemudian beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Revalina, Radela memainkan rambut panjang Revalina yang diikat kuda dengan Ulfa memegangi tangannya, sedangkan Nandira langsung mencoret coret buku milik Revalina.


"Hentikan,, apa yang kalian lakukan kenapa kalian jahat sekali padaku." Ucap Revalina berusaha melepaskan dirinya


"Salah lo, lo itu dekat dengan Putra! Cewek culun dan udik kaya lo itu gak pantas dekat dengan Putra." Teriak Radela sambil menarik kencang rambut Revalina.


Revalina hanya pasrah, sebenarnya ia ingin membalas tetapi ia takut itu justru bisa membongkar penyamarannya.


Radela terus menarik narik rambut indah Revalina tetapi Revalina hanya bisa menahan rasa perih di kepalanya sambil meringis kesakitan.


Sedangkan teman teman lain yang melihat itu hanya menonton saja, tidak ada yang membantu Revalina sama sekali karena takut dengan Radela.


Radela adalah anak dari kepala sekolah jadi dia selalu berbuat seenaknya, termasuk membully.


Bahkan banyak siswa yang takut dengannya karena jika mereka melawan mereka takut akan dikeluarkan dari sekolah itu.


Tak lama kemudian Bu Mira datang dan Radela segera menghentikan aksinya lalu kembali ketempatnya.


Alga meminta Reva untuk pulang bersama karena berencana mengajak Reva ke suatu tempat, tetapi Reva menolaknya karena tadi ayahnya meneleponnya dan mengatakan bahwa sebentar lagi akan sampai.


" Sorry Al, gw dijemput ayah." Ucap Reva sedikit menundukkan kepalanya dan Alga mengatakan tidak apa apa, tetapi dapat Reva lihat tatapan kekecewaan dari sorot mata Alga.


Tak lama kemudian Reva melihat mobil ayah Indra dan dia langsung berlari menghampiri sang ayah.


Pada awalnya Reva pikir ia akan langsung di ajak pulang kerumah tapi ternyata ia salah, ayahnya ini justru membawanya kembali ke kantor dengan alasan masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.


"Yahh kenapa gak pulang aja sih, Reva kan capek mau tidur." Ucap Reva sambil mengerucutkan bibirnya, sumpah ia terlihat begitu imut sehingga ayah Indra langsung mencubit gemas pipi Reva.


"Arrgghh sakit yahh,,, kenapa dicubit pipinya Reva nanti kalo pipinya copot gimana." Omel Reva tak terima pipinya dicubit begitu saja.


"Kalo copot nanti ayah ganti pakai pipi kucing." Jawab asal ayah Indra sambil tertawa, rasanya senang sekali menggoda putrinya ini.


Sesampainya di kantor Reva langsung mendudukkan dirinya di sofa ruangan ayah, dia menunggu ayahnya mengerjakan pekerjaannya sambil bermain game di ponselnya hingga tanpa sadar ia tertidur disana.


Ayah Indra yang melihat putrinya tertidur hanya tersenyum sambil terus mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesai, tadi ia sempat mengabari istrinya bahwa ia membawa Reva kekantor agar menemaninya bekerja..


Tak terasa ternyata waktu sudah sangat sore, ayah Indra melirik ke arah putrinya yang masih tertidur nyenyak lalu melangkahkan kakinya untuk membangunkan putri tidur satu ini.


"Sayang,, bangun." Ucap ayah sambil menggoyangkan pelan badan Revalina


"Eughhh lima menit lagi yahh." Ucap Revalina masih dengan mata yang terpejam


"Yasudah kalau gitu kamu tidur dikantor saja, ayah pulang dulu ya." Ucap ayah sengaja mengeraskan suanya


Reva yang mendengarnya langsung membuka matanya lebar lebar " Ihh mana boleh gitu," ucap Reva memberengut.


"Yasudah cepat cuci mukanya terus kita pulang."