REVALINA XAVIERA

REVALINA XAVIERA
Pertengkaran



Alga yang baru sampai setelah dari rumah Revalina berniat langsung masuk ke kamarnya tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara seseorang menyapanya.


"Alga, kenapa baru pulang?" Tanya seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik bernama Sarah


"Bukan urusan anda." Sahut Alga langsung pergi begitu saja.


Mama Sarah terdiam dan menatap Alga yang pergi meninggalkannya


"Sayang, kamu gak apa apa kan?" Tanya papah Adi


"Gak papa mas, mungkin memang Alga tidak bisa menerimaku menjadi ibu sambungnya." Ucap mamah Sarah pelan


Papah Adi yang mendengarnya pun berusaha memberikan pengertian kepada istrinya untuk lebih sabar menghadapi sifat Alga yang seolah tak tersentuh, sebenarnya Alga itu baik dan selalu menghormati orang tua tapi semenjak ibunya pergi meninggalkannya bersama lelaki lain membuat Alga merasa tidak nyaman berada dirumah apalagi setelah mengetahui papahnya menikah lagi Alga menjadi semakin tak tersentuh.


Selesai memberi pengertian kepada istrinya papah Adi beranjak menuju kekamar putranya,


"Alga, boleh papah bicara sebentar sama kamu?"


"Tinggal bicara saya dengerin juga." Sahut Alga


Papah Adi berusaha menasehati Alga untuk pelan pelan bisa menerima Sarah sebagai mamah sambungnya, bagaimanapun Sarah adalah orang yang baik yang sudah menolongnya saat itu.


Alga yang mendengarnya langsung menolak mentah mentah permintaan papahnya.


"Ingat pah, mau sampai kapan pun saya tidak akan pernah menerima wanita itu, lihat saja nanti dia juga akan pergi meninggalkan kita sama seperti mamah dulu."


Papah Adi yang mendengarnya hanya bisa terdiam, sebegitu terluka kah putranya ini sampai tidak mau menerima orang baru. Ia pikir dengan ia menikah lagi Alga akan kembali seperti dulu tapi ternyata ia salah besar, putranya menjadi semakin menjauh.


Keesokan harinya mamah Sarah sudah menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya


"Bi ini siapa yang masak?" Tanya Alga kepada maid yang sedang membereskan dapur


"Nyonya den." jawab salah satu maid itu


Alga yang mendengarnya langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang makan


"Loh Alga, kamu tidak sarapan?" Tanya papah Adi saat berpapasan dengan anaknya.


"Malas." Sahut Alga tanpa menoleh.


Papah Adi kemudian memulai sarapannya sedangkan Sarah sudah kembali ke dapur membantu para maid


"Nyonya yang sabar ya, semoga den Alga bisa segera menerima nyonya dan kembali seperti dulu lagi." Ucap salah satu maid


"Iya bi, semoga saja."


Saat ini Revalina sedang duduk didepan meja riasnya, ia tersenyum melihat hasil polesannya pada wajah cantiknya.


Tak lama kemudian terdengar suara teriakan sang bunda memanggil namanya untuk makan bersama dan Revalina pun langsung bergegas menghampiri kedua orang tuanya.


Bunda Diana tersenyum melihat putrinya yang tampil cantik tidak seperti saat tadi kesekolah, ia masih tidak habis pikir dengan sikap putrinya itu.


"Nah kalo gini kan cantik, ini baru anak bunda." Celetuk bunda yang memang tidak suka jika putrinya berpenampilan culun, bukan apa apa ia hanya tidak mau jika nanti putrinya mendapatkan masalah dengan penampilan seperti itu.


"Berarti kalau Reva berpenampilan culun bukan anak bunda gitu." Sahut Revalina sambil mengerucutkan bibirnya, sungguh ia terlihat sangat cantik dan imut.


"Ya gitu deh" sahut bunda singkat.


"Sudah sudah, ini kok malah jadi ribut ribut! Reva kamu kesini duduk disebelah ayah saja." Kini gantian bunda yang mengerucutkan bibirnya setelah mendengar ucapan ayah.


"Pokoknya bunda tidak mau tau besok Revalina harus berpenampilan seperti biasa, bunda gak mau Reva dibully seperti tadi." Ucap bunda final, tadi Alga sempat meminta maaf karena tidak bisa menjada Reva dan menceritakan kejadian pembullyan kepada putrinya, oleh karenanya bunda memaksa Reva untuk berpenampilan seperti biasa saja.


"Jadi Reva tadi di bully disekolah?" Tanya ayah marah, ia tidak akan terima jika anak kesayangannya sampai ada yang melukai.


"Iya yah tadi Reva dibully, tapi Reva tidak mau merubah penampilan sekarang yah, bun. Reva pengen punya temen yang baik sana Reva." Ucap Reva sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi sayang,"


"Gak apa apa yah, nanti kalau mereka sudah keterlaluan Reva akan berpenampilan seperti biasa."


" Ya sudah kalau begitu." Ucap ayah sambil mengelus surai putrinya.


"Kenapa malah ayah belain sih anak nakal ini,." Sungut bunda tidak terima suaminya membiarkan putrinya tetap berpenampilan culun.


"Gak apa apa bun, toh Reva sudah bilang kalau sudah keterlaluan Reva akan kembali berpenampilan seperti biasa, kita percaya saja sama Reva." Ucap ayah memberi pengertian kepada istrinya sedangkan putrinya tengah asik memakan ayam goreng didepannya.


"Loh ayam goreng bunda kenapa kamu makan? Tadi katanya gak mau."


"Hehe abisnya enak bun" sahutnya dengan cengirannya.


"Gak mau tau pokoknya sekarang kamu goreng lagi ayamnya." Ucap bunda tetapi Reva menolaknya dengan alasan takut terkena cipratan minyak, bunda yang mendengarnya langsung pergi meninggalkan mereka hingga mau tidak mau Reva mulai menggorengnya.


"REVALINA" teriak bunda saat melihat anaknya melempar daging ayam kedalam penggorengan, bagaimana kalau cipratan minyak panas itu mengenai wajah putrinya.


"Ih bunda ngagetin aja." Ucap Reva sambil memegang dadanya.


"Kamu bisa hati hati tidak sih, bagaimana kalau tadi minyak itu mengenaimu" ucap bunda dengan nada khawatir


Setelah banyaknya drama penggorengan akhirnya sepiring ayam goreng sudah berada di atas meja makan dan mereka pun segera makan.