REVALINA XAVIERA

REVALINA XAVIERA
Cantik



Malam harinya Alga tiba tiba berada di depan pintu rumah Reva, perlahan tapi pasti Alga mengetuk pintu didepannya.


Tok tok tok..


Ceklekk..


Terdengar seseorang tengah memutar kunci pintu, perlahan pintu terbuka dan menampilkan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik bak tak termakan usia.


"Permisi bun,, assalamualaikum." Sapa Alga sopan tak lupa ia juga menyalami bunda Diana.


"Waalaikum salam,, ehh Alga kok tumben kesini malam malam gini." Tanya bunda Diana sedikit terkejut melihat Alga yang tiba tiba sudah berada dihadapannya, pasalnya Reva tidak bilang jika Alga akan datang ke rumahnya.


"Yaudah yuk masuk dulu, tapi Reva nya lagi ke supermarket ujung sana katanya mau beli cemilan." Lanjut bunda


"Iya bun, Alga gak nyari Reva kok Alga cuma mau mampir aja kebetulan tadi juga dari luar." Ucap Alga setelah mendudukkan dirinya di kursi.


Setelah mempersilahkan Alga duduk keruang tamu, bunda Diana menyuruh Alga untuk makan terlebih dahulu tetapi Alga menolaknya.


Lalu bunda berinisiatif mengambilkan nasi dan lauk untuk Alga, tetapi Alga tetap menolaknya.


"Maaf bun, Alga kesini bukan untuk minta makan Alga ingin bercerita saja sama bunda." Alga dan bunda memang sudah akrab sejak pertemuannya saat mengantarkan Reva pulang, bahkan bunda Diana meminta Alga untuk memanggilnya bunda,


"Yaudah kamu bisa cerita apa saja nanti, tapi sekarang habiskan dulu makanannya." Alga mengangguk dan mulai menghabiskan makanan itu, melihat itu membuat bunda tersenyum.


"Jadi kamu ada masalah apa Al, kamu kelihatan sedih gitu?" Tanya bunda setelah Alga menyelesaikan makannya.


Alga kemudian menceritakan masalahnya kepada bunda Diana, walaupun baru mengenal bunda Diana tapi Alga percaya kalo keluarga bunda Diana adalah orang baik.


"Kenapa kamu tidak bisa menerima mamamu Al?" Tanya bunda setelah mendengarkan cerita Alga


Alga menggelengkan kepalanya " Alga bukan gak mau nerima mamah bun, tapi Alga belum bisa percaya sama mamah Alga gak mau kalau nanti Alga udah nerima mamah terus mamah pergi ninggalin Alga gitu aja."


"Alga dengerin bunda, gak semua orang akan bersikap sama seperti mama Alga. Bunda yakin mama Alga yang ini gak akan ninggalin Alga seperti yang sebelumnya, coba ikhlaskan yang pernah terjadi dan coba buka lembaran baru Al."


Bunda hanya bisa menasehati Alga agar bisa berdamai dengan masalalunya dan berusaha menerima ibu sambungnya.


"Makasih ya bun, udah mau dengerin cerita Alga." Ucap Alga tersenyum kepada bunda


Bunda menepuk pundak Alga, ia tidak keberatan sama sekali mendengarkan cerita Alga,


Tak lama pintu terbuka membuat kedua orang yang berada diruang tamu menoleh kesana.


Tampak gadis cantik dengan kaos berwarna putih oversize dipadu dengan celana jeans hitam dan sepatu sneaker putih, wajahnya terlihat berseri seri dengan bibir berwarna pink alami rambutnya yang diikat asal asalan justru membuatnya tampak begitu cantik.


"Assalamualaikum Reva pulang." Ucap Reva dari depan pintu sambil menenteng dua kantong kresek berisi belanjaannya tadi.


"Eh, k-kok ada Alga." Gumam Reva


"Waalaikum salam" jawab kedua orang itu bersamaan.


"Reva, sini temani nak Alga dulu bunda mau panggil ayah dulu." Ucap bunda pergi meninggalkan anaknya yang masih mematung didepan pintu.


"H-hai A-al." Sapa Reva gugup.


Menyadari Reva yang gugup Alga tersenyum tipis, sangat tipis hingga Reva tidak menyadarinya.


"Kenapa gugup, gw baru tau lo aslinya cantik banget." Ucap Alga sambil berbisik


Mendengar itu sontak Reva memalingkan wajahnya, ia yakin saat ini wajahnya pasti sudah memerahMereka kemudian mengobrol kesana kemari sampai tak menyadari waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


"Eh udah jam segini gw balik dulu ya." Ucap Alga sambil melihat jam ditangannya


"Oh oke, lo hati hati dijalan." Ucap Reva dibalas anggukan Alga