REVALINA XAVIERA

REVALINA XAVIERA
Lagi?



Pagi ini kediaman keluarga Xavier tengah dibuat heboh dengan hilangnya Revalina yang sudah tidak terlihat ada di kamarnya, bunda Diana dan ayah Indra dibuat khawatir dengan hilangnya Revalina yang tiba tiba. Ayah Indra sudah berusaha menghubungi ponsel putrinya tetapi ponsel itu tergeletak di atas nakas.


"Yah gimana ini, ponsel Reva ada disini gimana kalau Reva diculik yah. Kita lapor polisi saja." Ucap bunda Diana sangat khawatir


"Jangan gegabah bun, kita cari dulu anak kita nanti kalau gak ketemu juga baru kita hubungi polisi." Kata ayah Indra yang juga menghawatirkan putrinya.


Mendengar ucapan ayah Indra, bunda langsung memarahi suaminya itu " Kita udah cari kemana mana yah, tapi buktinya mana? Reva belum ketemu juga kan."


"Bukannya ayah gak mau hubungi polisi Bun, tapi kita coba cari sekali lagi, kalau masih belum juga ketemu kita hubungi polisi. Yasudah cepatlah ganti baju ayo kita coba cari keluar rumah mungkin saja Reva sedang jalan jalan."


Mendengar itu bunda langsung berjalan ke arah lemari dan membukanya, bunda mengernyit saat menyadari susunan lemarinya berubah dan sedikit berantakan tapi ia tetap mengabaikannya. Namun saat akan mengambil salah satu baju di gantungan mata bunda menangkap sesuatu yang sangat aneh dan ia pun langsung menggeser gantungan baju itu agar bisa melihatnya dengan jelas.


"Ayahh!!!" Teriak bunda terkejut setelah melihat jelas ada apa dibalik kain tebal dibawah gantungan pakaian itu.


"Ada apa bun?" Tanya ayah langsung menghampiri istrinya


"Lihatlah siapa itu." Kata bunda Diana menunjuk Reva yang tertidur meringkuk didalam lemari dengan selimut menggulung ditubuhnya.


"Astaghfirullah, kenapa Reva tidur didalam lemari seperti ini." Ucap ayah tak kalah terkejutnya.


"Memang ada saja kelakuan putrimu yang bikin khawatir." Ketus bunda sedangkan ayah langsung membangunkan putrinya.


Setelah membangunkan putrinya, ayah Indra kembali ke kamarnya untuk bersiap bekerja.


Revalina yang sudah bangun segera membersihkan dirinya dan memakai pakaiannya, ia merapikan rambutnya dan berdandan layaknya orang culun, setelah selesai ia keluar kamar dan menghampiri kedua orang tuanya di ruang makan.


"Pagi ayah pagi bunda."


"Pagi kesayangan ayah." Balas ayah


Mereka kemudian memulai sarapannya.


"Reva kenapa kamu masih berdandan seperti itu sih?" Kata bunda mulai mengomel lagi.


"Hehehe gak apa apa bun, nanti kalau udah waktunya Reva juga pasti kembali seperti sebelum-sebelumnya." Ucap Revalina


"Oh iya kenapa semalaman kamu tidur didalam lemari seperti anak kucing."


"Jadi semalem itu di kasur ada kecoa jadi Reva bersembunyi didalam lemari tapi gak taunya malah ketiduran."


"Kenapa sih tingkah kamu selalu agak lain dari yang lain." Ucap bunda sambil menggelengkan kepalanya.


Saat ini Revalina sedang berada di garasi mobilnya, rencananya ia akan membawa mobil hari ini karena ayah tadi berangkat duluan.


"Dahlah sekolah i'am coming.." lanjut Revalina melajukan mobilnya.


Saat sedang berada di jalan mobil Revalina dihadang oleh mobil lain, tak ada pilihan Reva segera turun dari mobilnya.


"Lo apa apaan sih,." Ucap Revalina setelah mengetahui bahwa pemilik mobil itu adalah teman satu sekolahnya tetapi beda kelas.


"Lo bisa ngaca gak sih, cewek culun kayak lo gini gak pantes deket sama Alga." Ucap gadis itu.


 Ternyata gadis itu tadi melihat Revalina yang mengendarai mobil berwarna merah itu akhirnya ia menyalip dan menghadangnya


"G-gw g-gak deketin A-Alga kok." Ucap Revalina berdrama memelas


"Lo itu culun harusnya lo ngaca." Gadis itu mendorong Revalina dan meninggalkannya.


Insiden dijalan tadi membuat Revalina telat kesekolah, alhasil ia dihukum membersihkan perpustakaan.


Setelah selesai Revalina kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran yang sudah tertinggal.


"Lo dari mana Rev?" Tanya Alga sedikit berbisik


"Gw tadi dihukum bersihin perpustakaan karena telat." Alga mendengarnya hanya manggut-manggut saja.


Saat sedang mengerjakan tugas, tiba tiba seseorang menghampirinya dan melemparkan bukunya kedepan Reva.


"Heh culun kerjain tugas gw." Ucap orang itu.


"Dia punya nama." Sarkas Alga yang dari tadi hanya diam


"Halah culun ya culun aja."


Bel istirahat berbunyi, untung saja tugas sudah selesai dikerjakan oleh Revalina.


Ia keluar kelas dan berencana membeli makanan dikantin, namun saat memasuki kantin terdengar teriakan dari salah satu siswa yang sangat Reva kenal.


"Culun...Culun...!! Mari kita sambut si culun." Teriak Radela ketika melihat Revalina memasuki kantin.


Revalina merasa malu karena ditertawakan oleh orang orang yang berada disana ia akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali kedalam kelasnya.


Meskipun itu hanya sebuah ucapan tapi sangat membuat Reva malu