Reborn : Revenge

Reborn : Revenge
Bab.7 - Teringat Masa Lalu



"Itu tidak mungkin.Ayah bahkan menginginkanku mati!!" ucap Serene pada para penjaga tersebut sambil membuka pintu dengan keras


"Putri!!" panggil mereka dengan kaget


"Laporkan ini pada pangeran!!" ucap penjaga itu dengan senang


"Kami memberi hormat pada Yang Mulia Putri Serene" ucap para penjaga yang tersisa


"Ini tidak seperti biasa...?" batin Serene merasa aneh dengan perilaku para penjaga tersebut


"Serene!?" teriak sebuah suara dari arah belakang penjaga


"Kakak?" ucap Serene yang heran dengan wajah cemas kakaknya yang satu-satunya selama ini mengkhawatirkan dirinya.


"Serene.Kamu kemana sih?" tanya kakaknya sambil memeluk erat tubuh kecil Serene


"Maksud kakak?" tanya Serene dengan memasang wajah polos dan lugu untuk menutupi kalau dia memang menghilang


"Kamu tau,sudah satu minggu kamu menghilang!" ucap kakak Serene


"Benarkah?" kata Serene seperti menanya semula


"Kamu tidak tau Serene?" tanya kakak Serene lagi


"Tidak" jawab Serene


"......"


"Apakah kamu tau...ayahnda mengkhawatirkanmu.Dia bahkan bilang kalau Serene masih tidak ditemukan,semua orang yang ada di dalam istana bakalan mati di tangannya" ucap kakak Serene


"Bohong"


"Tidak kok,kakak tidak berbohong" ucap kakak Serene


"Kakak bohong! Kalau ayahnda bilang begitu,itu bukan ayahnda yang Serene kenal lagi!!" ucap Serene


"Apa maksudmu Serene? Bukankah ini yang kamu mau?" tanya kakak Serene karena aneh dengan adiknya itu


"Tidak.Ka...kakak bohong!! Serene adalah sampah!! Gak berguna!!" ucap Serene dengan nada yang sedikit keras


"Tidak Serene...kakak tidak berbohong" jelas kakak Serene


"Hah...hah...hah...PERGI SEMUANYA!!!" teriak Serene membuatkan semua yang ada disekitar Serene kaget mendengar Serene menjerit dengan keras


"Se...Serene!!" panggil kakak Serene


"PERGI!!!" teriak Serene yang tidak ingin mendengarkan atau melihat sesiapa untuk saat ini


"Aku benci kakak,aku benci ayah!!" ucap Serene lagi


Deg


Semua yang di sana terkejut lalu memberi hormat padanya


"Kami memberi hormat pada Raja ******" ucap para penjaga


"**** memberi hormat pada ayahnda" ucap kakak Serene


"Serene..."


"Jangan sentuhku! Ayah jahat! Ayah membenciku!!" teriak Serene dengan tubuh bergetar


"....."


"Maafkan ayah,Serene.Ayah tidak bisa melindungimu dengan benar.Tidak bisa mengajarimu dengan benar" ucap ayah Serene.Terlihat di muka ayahnya kalau dia sangat menyesal atas apa yang telah dia lakukan pada anaknya yang satu ini


"Kekuatanmu....************ **** **** ***********.******** ******** ***** *** *******" ucap ayah Serene


.


.


DEG


"Hah,hah,hah"


"Ratu!!" panggil suara yang datang di balik pintu tertutup tersebut


Brak


"Ratu,apakah anda sudah mendengar kabar tentang...Raja?" tanyanya dengan wajah yang sangat cemas


"Sudah" balasnya selepas beberapa minit berlalu


"Kalau begitu,kenapa anda masih ingin tetap menjadi istrinya!?" teriaknya dengan marah


"Dia suamiku.Pilihanku" ucapnya ringkas dengan wajah datar tanpa ekspresi


"Tapi..." tanpa sempat dia berbicara,Ratu sudah bicara duluan dengan nada yang sangat marah


"Bukan urusanmu!!" ucap Ratu dengan keras


"...."


"Saya mohon Ratu Serene.Ceraikan Raja dan hiduplah sesuai keinginan anda" ucapnya memohon


"..."


Setelah hampir setengah jam Ratu termenung,pintu yang terbuka lebar tersebut dimasuki orang.


"Ratu,Raja memanggil anda" kata seorang pengawal


"Hm.Baiklah" kata Ratu Serene lalu dia pun berdiri


"Ratu..."


"Aku mengerti maksudmu.Kita bersama mencari tau" ucap Ratu Serene yang membuatnya terkejut


Bam


Pintu ditutup dengan keras.


Di depan kamar Raja,Ratu Serene mengetuk pintu lalu masuk selepas mendengar jawaban


"Oh,Serene memberi hormat pada anda" ucap Ratu Serene


"Tidak usah berformal,Serene" ucapnya sambil tersenyum manis dan dibalas Serene dengan senyuman juga


Melihat istri dan kakaknya mesra di hadapannya,Raja berdehem


"Ehem,kita lanjutkan tujuan awal kalian ke sini" ucap Raja


"Ada apa anda memanggil saya ke sini?" tanya Ratu Serene


"Apakah ini ada hubunganya dengan manusia yang tidak berpuas hati itu?" tanyanya hanya menebak


"Ya.Mereka bahkan ada yang membuat kontrak dengan para malaikat dan iblis" jelas Raja


"...." Ratu Serene terdiam


"Bagaimana kalau....kita bunuh saja mereka yang melanggar arahan kita?" tanya Ratu Serene sambil tersenyum jahat


"Tidak.Itu tidak bisa!" ucapnya dengan cemas


"Mengapa?" tanya Ratu Serene


"Bisa-..."


"Kalau tidak bisa.Jalankan saja rencana awalku" ucap Raja dengan tatapan tajam diberi ke arah kakaknya


"...."


"Jika tidak ada pilihan lain.Aku hanya bisa mengikuti saja kan?" katanya


"Emangnya apa rencana anda?" tanya Ratu Serene


"Heh.Kita membuat pembatasan antar Malaikat,Iblis dan Manusia.Tidak ada sesiapa yang bisa keluar dan masuk kecuali kita bertiga" ucap Raja


"Bukannya itu bagus,Ray?" tanya Ratu Serene heran


"Jika kita melakukan begitu,manusia bisa hancur dikuasai dengan sisi jahat mereka.Hanya malaikatlah yang bisa membantu mereka." jelas Rayyan


"Tapi,bukankah Malaikat jugalah ras yang paling banyak menandai kontrak bersama para manusia?" ucap Ratu Serene


"Karna itulah aku merencanakan idea tersebut" ucap Raja


"....."