Reborn : Revenge

Reborn : Revenge
Bab.6 - Kembali Semula



Keesokan harinya,Serene adalah orang yang bangun duluan sebelum Lucifer dan Rayyan.


Saat dia sudah tersadar,dia sangat amat terlalu kaget melihat Rayyan tertidur pulas di sebelahnya.


"Apa...apa aku masih di mimpi atau ini nyata?" batin Serene


Dia pun mencubit pipinya dengan keras.


"Sakit" kata Serene


"Hm.Yang paling pentingnya adalah...INI DIMANA!?" batin Serene


Setelah beberapa minit Serene keliling sekitar kamar itu,Rayyan akhirnya bangun karena terdengar suara Serene yang perlahan tapi berisik bagi Rayyan.


"Ergh,berisik!" teriak Rayyan


"Eh,anda sudah bangun?" ucap Serene yang khawatir pada dirinya sendiri


"Iya" jawab Rayyan singkat


"Erm.Bagaimana saya bisa berada di sini ya?" tanya Serene penasaran


"Aku yang membawamu ke sini" jawab Rayyan cuek


"O...oh.Erm,Pangeran Rayyan,kapan aku bisa pulang?" tanya Serene


"Kan nggak ada-"


"Maksud anda.....ini kan?" ucap Serene yang mengeluarkan sesuatu dari tasnya


"....." Rayyan yang kaget langsung turun dari tempat tidurnya lalu mendekati Serene


"Dari mana kamu mendapatkan-.....


Oh,ya.Kalau begitu,sore ini..." ucap Rayyan sambil memalingkan wajahnya


"Baik.Sementara menunggu hari sore.Dimana tempat yang harus saya pergi?" tanya Serene


"Di sini saja.Tunggu sampai L-"


Brak


"Pagi semua!!" teriak Lucifer.Dengan pakaian yang rapi,senyuman di pagi hari,Lucifer membuka pintu kamar Rayyan dengan keras.


"Ketuk dulu Luci,pintunya...sebelum kamu masuk" ucap Rayyan


"Oh,selamat pagi Serene.Tidur nyenyak kamu semalam?" tanya Lucifer sambil tersenyum


"Se...Selamat pagi juga.Iya.Kalau kamu?" ucap Serene


"Sama deh kalo gitu" jawab Lucifer


"Serene akan pulang sore ini.Jadi,kamu bawa dia keliling sana" ucap Rayyan seperti perintah


"Siap" kata Lucifer senang


"Ayo,Serene!" ucap Lucifer menarik tangan Serene


DEG


"Hm" tanpa Serene sadar,pipinya sedikit kelihatan merah


.


"Baiklah,ini adalah Kota Mistik! kota terkenal dengan makanan enak dan lain-lain lagi!!" ucap Lucifer


"Woah.Hebat!!" kata Serene kagum


"Ya kan.Aku tau kamu pasti bakalan menyukainya" ucap Lucifer lalu menatap Serene


"Ya?" kata Serene setelah menyadari dirinya ditatap


"Ayo ikuti aku ke sebuah tempat" ajak Lucifer lalu menarik tangan Serene dengan lembut


Serene hanya mengikuti ke mana Lucifer pergi.Serene melihat banyak malaikat,bidadari dan peri di sana untuk pertama kalinya.


"Serene,lihat" ucap Lucifer saat sudah sampai di tujuan


"....?" Serene yang bingung hanya diam saja


"Hahaha.Ini adalah tempat kami sering latihan!" jelas Lucifer


"Apa yang kalian berlatih?" tanya Serene penasaran


"Hmm... Yah,melatih kekuatan?" ucap Lucifer


"Mau coba lawan aku?" tanya Lucifer sambil tersenyum


"Eh,nggak.Aku...aku adalah anak yang paling l e m a h di dalam keluargaku . S a m p a h yang tidak seharusnya ada..." ucap Serene


Lucifer yang mendengar itu tersenyum.


Buk


"Aduh" ycap Serene sakit karena kepalanya dipukul


"Sampah bukan berarti l e m a h da


l e m a h bukan berarti tak akan pernah kuat " ucap Lucifer


"Maksudnya?" tanya Serene yang tidak mengerti dari arti tersebut


"Yah,intinya.Kalau kita terus berlatih,pasti akan ada sebuah keajaiban nantinya" ucap Lucifer


"O..oooh" ucap Serene yang masih tidak mengerti tapi berpura-pura mengerti.


"Lagian...kamu kan masih kecil.Ngapain harus kuat-kuat.Kalau mau mengalahkan kakak-kakakmu yang lain...pastinya nggak bisa" sambung Lucifer


"Hahaha.Makasih yah atas sarannya,Lucifer!" ucap Serene


DEG


"Hm"


.


Hari sudah sore,sudah waktunya untuk Serene pulang ke dunianya.


Rayyan sedang membaca sebuah mantra aneh sambil melihat ke buku tua tersebut sementara Serene dan Lucifer hanya menunggu sehingga gua itu terbuka kembali.


Beberapa minit kemudian,gua pun terbuka.Serene masuk ke dalam gua tersebut lalu meninggalkan mereka berdua.


Di dalam gua,Serene berlari karena


Rayyan bilang,gua akan tertutup saat Bunga Lolita mati.


Beberapa jam kemudian,Serene akhirnya keluar dari gua tersebut.Saat dia sudah di luar.Dia melihat,darah di mana-mana. Langit yang awalnya merah, bertukar menjadi merah seperti darah.


"Siapa pula yang membuat ayah marah?" batin Serene takut


Serene berlari ke arah kamar tidurnya sambil melihat ke kiri dan ke kanan agar tidak ada seorang pun melihat dia.


.


"Di mana dia!? Bahkan seorang anak kecil saja kalian tidak dapat mencari!?"


"Itu seperti suara kakak?" batin Serene


"Apakah kau tau,Raja bakalan membunuh seluruh orang dalam istana ini jika Serene masih belum ditemukan"


"Itu suara para penjaga?" batin Serene


"Eiits,tunggu.Serene?" gumam Serene terkejut


Brak


"Itu tidak mungkin.Ayahnda bahkan menginginkanku mati!! " ucap Serene pada para penjaga tersebut sambil membuka pintu kamarnya dengan keras