
Roy menuntut mama Inggit dengan kasus kekerasan dan pencemaran nama baik terhadap Rebecca, Inggit di tuntut kasus pembunuhan dan penganiyayan terhadap Tony.
didalam penjara Inggit sangat di asingkan dan diolok olok teman satu selnya karena wajah dan badanya rusak dan bau, karena banyak luka, " wah wah wah bukankan ini wanita pembunuh yang hidup mewah bergelimpangan harta dan sangat cantik?, mukanya sangat buruk rupa sekarang hahaha" ujar teman 1selnya dan teman lainya juga berkata " uh badannya sangat bau amis, pergi sana aku ingin muntah".
Inggit di introgasi beberapa petugas polisi, tetapi dia bungkam tidak mau bicara, akhirnya Roy turun tanggan ikut mengintrogasi inggit.
"kenapa kau mengaiyaya Tony? -roy
" sayang aku tidak bermaksud menganiaya tony" -inggit
"apa!, tidak bermaksud, ahh dasar ****** sinting, pak jangan beri dia makan sampai dia mau menjawab" - Roy
di jam makan Inggit memohon untuk di beri makan tetapi tidak diberikan, dan meminta kepada teman satu sel nya, " ah, permisi, bisakah aku meminta makanan sisamu? aku sangat lapar" -inggit
" apa? minta?, nih minta nih makan nih!!" -teman satusel sambil menumpahkan sisa makanan di lantai dan berkata " makan tuh, kamukan binatang, oh bukan, binatang saja lebih baik daripada kau dan mamamu hahaha".
mama inggit tidak satu sel dengan inggit, dia sangat bersedih memikiran nasib putrinya Hinga suatu hari dia terpeleset dan harus di larikan ke rumah sakit, bos yang sangat pelit dan sombong akhirnya tidak bisa memamerkan kesombongannya lagi karena sudah tidak bisa berbicara karena stroke akibat terpeleset.
siksaan hinaan terhadap Inggit di dalam sel semakin berat dan banyak, sampai akhirnya Inggit berniat untuk bunuh diri dengan meminum cairan pel, Roy datang menemui Inggit di penjara.
" halo tuan putri, bagai mana kahidupammu disini, lihat kau sangat kurus dan jelek dengan semua lukamu itu" - Roy
"Roy, beri aku hukuman mati saja, aku tidak bisa hidup seperti ini" -inggit
"BRAKK!!" Roy mengebrak meja dan berkata, apa? mati? enak saja mati, kau harus membusuk dulu disini, buka mulutmu dan jelaskan kenapa kau membunuh Tony!, jekaskan dasar ******"
" iya aku mau jelaskan semuanya besok, tapi dengan satu syarat, apakah aku boleh meminta satu jaket, disini sangat dingin, aku tidak bisa tertidur dengan nyenyak" - Inggit
" hah?, jaket? seharusnya kau tidak usah diberi pakaian, masih untung masih diperbolehkan memakai pakaian tahanan, sekarang minta jaket?, jangan bermimpi, besok aku akan datang, jelaskan semuanya kenapa kau membunuh tony" -roy
"jangan pergi Roy, aku mencintaimu" -inggit
" aku tidak mencintai seorang pembunuh" -roy
seminggu kemudian sidang pun di adakan, Inggit menceritakan semuanya didepan jaksa " aku mengenal Tony karena dia adik Rebecca, Rebecca dulu kerja di toko milik orangtuaku, dia selalu bercerita tentang Tony dan masalahnya dengan Tony kepadaku, lalu suatu hari Tony tidak pulang kerumah dan handponenya tidak bisa di hubungi karena nomor dan sosial media miliknya dibokir oleh Tony, Rebecca meminjam handphone saya untuk mengirimkan pesan DM ke sosial media Tony dengan alasan saya adalah pengemarnya dan sangat menyukai hasil karyanya, mengaku sebagai fansnya, saya mulai penasaran dan melihat isi sosial medianya, dan ternyata dia pria yang sangat tampan, saya mulai tertarik dan ingin memiliki Tony, kami menjadi dekat dan saling mengirimkan pesan satu sama lain, bertemu, menonton, mengunjungi galeri seni bersama, Tony menyatakan cinta dan aku menerimanya, aku sangat senang sekali, kami menjalani hari hari dengan sangat bahagia, tetapi dia selalu meminta agar status berpacaran kami tidak diketahui oleh siapapun, Tony berkata " sayang, aku ingin merahasiakan hubungan kita, jangan sampai kakaku tau ya?" -tony
" kenapa? tapi aku ingin semua orang tahu bawa kau adalah pacarku" - Inggit
"belum saatnya sayang, nanti juga semua orang akan tau, jangan sampai kamu berkata kepada ka Rebecca kalo kita pacaran ya?" -tony
"emmmm, baiklah, aku lapar aku ingin makan" - Inggit
lalu kami berdua makan, dan sedikit demi sedikit Tony mulai bercerita kenapa di sangat membenci Rebecca, kadang dia juga menangis jika memikiran perbuatan ka Rebecca, aku sangat bahagia menjadi pacar Tony, sampai akhirnya aku mulai jadi over dengan Tony, aku selalu curiga dan mengecek handphone miliknya ketika kami sedang bersama, karena dia seorang seniman banyak sekali DM dari perempuan yang mengaku fansnya, dan aku marah tidak suka dengan hal itu, aku mulai sering marah kepada Tony " ya... Tony!, kenapa kau tidak mau mempublikasikan hubungan kita, apa kau takut semua fans di sosial mediamu itu menjadi tidak suka denganmu lagi? ah ini sunguh sialan" -inggit
" sayang bukan begitu, aku..aku.." -tony
" aku apa, hah!?, ah sudah lah aku mau pulang" -inggit
Tony mengejarku dan mengengam tanganku dan berkata " Inggit, aku tidak inggin mempublikasikan hubungan kita karena aku banyak hutang pada orang lain, aku tidak ingin kau kenapa Napa, jika mereka mengejarku menagih hutang dan tau kau adalah pacarku, kau pasti akan di culik, tolong mengertilah" - Tony
"berapa banyak hutangmu, aku bisa membayarkannya, uangku banyak" -inggit
" tidak ngit, aku tidak mau memakai uangmu" -tony
" ah terserah kau saja!" - Inggit
keesokan harinya aku melihat Tony bergandengan dengan perempuan muda dan mereka berciuman, aku memergokinya, aku sangat marah, tiba tiba aku memiliki hasrat untuk membunuh Tony, malamnya setelah itu aku meminta bertemu dengannya di club malam, aku membeli alkohol yang sangat banyak dan meminum berdua saja, Tony mabuk dan aku juga setengah mabuk, kami berjalan melewati gang sempit dekat rumah Roy, Tony bergunam dan memangil nama kak Rebecca, karena aku sedikit mabuk aku tidak ingat Rebecca itu nama kalanya Tony, aku marah dan bertanya, siapa aku, dia menjawab Rebecca, aku membenci Rebecca, spontan aku menusuk Tony belasan kali, karena dari rumah aku sudah membawa pisau, setelah Tony terkapar, aku bingung kenapa aku melakukan ini, aku membawa semua identitas Tony lalu membuang handpone nya, tapi sialnya ACCku jatuh, aku sangat takut, aku berhasil tidak tertangkap selama bertahun tahun, sampai suatu hari ka Rebecca membuat ACC KILLTNY01ACC aku sangat takut, aku sudah menduganya jika itu pasti ACC milikku, tetapi waktu ka Rebecca mengirimkan design ACC itu dan aku melihatnya aku berkata di dalam hati, ah kupikir dia akan membuat bentuk ACC yang sama dengan milikku karena namanya KILLTNY01ACC ternyata memang benar dia membuat ACC yg sama tetapi dia memiliki 2 design, maafkan aku Roy dan semuanya dan orang tua saya aku dulu sangat over terhadap Tony Hinga membunuhya"
Inggit di jatuhi hukumann penjara seumur hidup, mamanya meningal akibat strokenya.
Roy datang mengunjungi makan Rebecca dan Tony, halo kak rebecca, Tony, kalian pasti sudah bertemu di surga ya, kuharap kalian sudah rukun di sana, oh iya kak, ton, Inggit di jatuhi hukuman seumur hidupnya, dan mamanya sudah meningal akibat stroke, aku pergi dulu ya, sampai ketemu lagi di alam sana nanti ya kak, ya ton, aku sayang kalian .
~TAMAT