
Didalam mobil Rebecca satu mobil dengan inggit dan orang tua Inggit, orang tua Inggit masih saja meremehkan Rebecca, tetapi Rebecca tidak memperdulikannya.
Orang tua Inggit dulunya adalah bos Rebecca yang sangat pelit, rebecca sangat membencinya, mereka membahas kehidupan Rebecca dulu di dalam mobil.
" Rebecca, kau tidak ingat kau itu dulu siapa?, Kenapa kau memberikan harga gaun jelek ini dengan harga yang sangat mahal, seharusnya kau memberikannya dengan gratis, anakkukan yang sudah membuat kau sukses seperti ini -ujar bos
Spontan Inggit langsung menjawab " mah, jangan seperti itu, sudah yang berlalu ya sudah, dan jangan berbicara seperti itu"
"Memangnya kenapa kalau mama berbicara seperti ini?, Dia sangat pelit, seharusnya dia memberikan gaun jelek ini gratis, gaun seperti ini di toko juga banyak, kukira kau penjahit yang hebat, ternyata biasa saya, hah !" -bos
Rebecca tersenyum dan menjawab " maaf nyonya, dulu saya anakbuahmu sekarang bukan, disini saya bosnya, saya tidak akan tingal diam jika anda berbicara seperti itu kepada saya di depan orang orang, didalam mobil ini ada orang lain, apakah kau tidak bisa berbicara nanti saja saat kita sedang ber 2 tanpa orang lain? Atau niatmu hanya ingin mempermalukan ku?" -rebecca
" Sudahlah mah, sudahlah kak jangan bertengkar, ini hari spesialku" - Inggit
Rebecca emosi dan berkata "DIAM!, ini bukan urusanmu" semua orang di dalam mobil seketika terdiam melihat Rebecca yang sedang marah.
" Rebecca beraninya kau membentak anakku!" -bos
" Oh maaf nyonya, saya terbawa emosi" -rebecca
" Rebecca kau pikir kau siapa hah!, Mau sekaya apapun kau sekarang, tetapi penampilanmu dari ujung rambut sampai ujung kaki masih saja norak, tidak berkelas, mobil saja masih menyewa, penjual baju dan perhiasan imitasi saja sombong, kukira kau penjahit yang hebat, akan membuatkan gaun untuk anakku, tertapi gaun jelek yang kau buat, dan kau menyuruhnya membayar sangat mahal untuk pakaian seperti ini, kau sudah sinting ya ! " - bos
" Oh astaga, aku sinting?, Ya aku sinting, nyonya apa kau tidak bisa melihat? Semua ACC yang anakmu pakai, itu semua berlian asli, dan hiasan gaunya juga mengunakan permata asli, kainnya juga mengunakan kain yang sangat mahal, sepatunya juga bertabur permata asli, saya tidak menjual perhiasan palsu imitasi, saya juga tidak menyewa mobil, ini mobil saya sendiri, saya sangat malas berdebat dengan orang seperti anda, ingat dulu waktu saya bekerja di tempatmu, apa kau pernah memberikan minuman gratis untukku, ? Jawabannya tidak, dan sekarang aku harus memberikan gaun yang bertabur permata untuk anakmu dengan gratis? Jangan mimpi !, Ini harganya jutaan dolar, jika kau menjual satu tokomu juga tidak akan bisa membayar untuk 1 gaun ini, semua yang membiayai pernikahan ini itu Roy, bukan kau? Apa kau mengelurakan uang? Berapa yang kau keluarkan hah? Tidak ada bukan! Ah saya sangat malas menghadapi orang sepertimu dan satu lagi, jangan menghina suatu profesi orang lain, bpak supir berhenti saya mau turun, dan satu lagi mobil ini saya sudah tidak mau memakainya lagi, terserah mau kau apakan, buang saja, jika kau mau untukmu saja, dan Inggit, happy wedding!, rebecca pun turun dari mobil, membanting pintu sangat keras "BRAKK!"
Didalam mobil Inggit berkata " mah aku sangat malu kepada ka Rebecca dan orang orang disini, kenapa kau berbicara seperti itu, tamat sudah, dia pasti tidak akan datang ke pernikahanku, ini semua gara gara mama"
"Kenapa malu, biarkan saja, beraninya dia membanting pintu mobil sekeras itu, di pikir dia siapa jutawan!!" -bos
Tiba tiba M.U.A yang kebetulan satu mobil pun berkata "maaf nyonya, Rebecca dia itu memang jutawan, bisnisnya terkenal di seluruh dunia, tetapi dia tidak sombong, pak supir saya juga ingin turun, tolong hentikan mobilnya", M.U.A pun ikut turun dan mama ingit meneriakinya " hey! Braninya kau, hanya tukang makeup tidak terkenal saja beraninya kau membangkan Rebecca di depanku, dibayar berapa kau hah?"
M.U.A turun dan tidak menggubris perkataan mama Inggit.
Sebenarnya Rebecca dan M.U.A sudah merencanakan agar dia satu mobil dengan orangtuanya inggit, dia sudah tau kalau mamanya Inggit pasti akan menghinanya, jadi dia berakting marah didepan Inggit agar pikirannya buyar, dan bisa turun dari mobil bersama M.U.A yang merias anggit karena dia akan dibawa kabur ke luar negri oleh Rebecca.
Rebecca menjemput M.U.A itu dan mengantarkannya ke bandara dan memberikan identitas palsu. " Ini indentitas barumu, segera pergi dan jangan pernah muncul lagi disini" -rebecca
" Baik nyonya, terimakasih banyak atas semuanya, saya pergi dulu" -M.U.A.
Inggit dan orangtuanya sampai di gereja, Inggit berjalan di altar dan mengucapkan janji suci dengan Roy.
Semua tamu dipersilahkan makan dan minum oleh pembawa acara, Inggit melakukan siaran langsung di sosial media ya, " halo pemirsa ini Inggit, saya sudah sah menjadi istri Roy sekarang, sayang ayo sapa pemirsa yang sudah menonton, halo semua saya Roy suaminya Inggit" semua penonton heboh dan mempertanyakan dimana Rebecca "ah maaf, dimana kak Rebecca?" " Roy? Teman adik ka rebecca?, Tetapi dimana kak Rebecca" " mana Rebecca, aku ingin melihatnya"
Inggit langsunh menjawab " kak rebbeca sedang dalam perjalanan menuju kesini, harap bersabar dan tunggu saja ya teman", terus tonton siaran ini sampai akhir acara ya, aku cinta kalian" -inggit
1jam kemudian badan ingit terasa gatal gatal, "sayang ada apa, kenapa kau terus mengaruk tanganmu? -roy
" Aku tidak tau, badanku sangat gatal" -inggit
"Sebaiknya kau berganti pakaian saja, sepertinya ada yang tidak beres" - Roy
" Tidak, aku baik baik saja, pakaian ini sangat bagus aku mau memakainya sampai selesai acara" -inggit
"Apa kau yakin, kau terus mengaruk tubuhmu, kau terlihat aneh" -roy
" Apa? Aneh? Kenapa kau berbicara seperti itu?" -inggit sambil mengaruki tubuhnya
" Ayolah kau ganti saja gaunmu" -roy
"Tidak! Inggit memandang mata Roy sambil menahan tangis.
Mama inggit melihat ingit terus mengaruk tubuhnya dan menghampirinya, " Inggit, are you okey?" -bos
" Iya mah, aku baik baik saja" -inggit
"Kau terlihat tidak baik, ma tolong bujuk Inggit supaya mau berganti baju, mungkin bajunya bermasalah" -roy
" Apa?, Bajunya bermasalah?, Rebecca pasti menaburkan sesuatu di gaun ini, ayo Inggit, cepat ganti bajumu!" -bos
"Tidak ma, aku sangat suka baju ini, mama pergi saja menemui tamu" -inggit masih garuk garuk seperti monyet
" Apa? Ayo ikut mama ganti baju, kau terlihat sangat kacau, dan Roy dimana Rebecca?" -bos
" Kak Rebecca sedang dalam perjalanan kesini ma" -roy
Rebecca di perjalanan tertawa bahagia karena melihat siaran langsung di sosial media Inggit " hahahahahahahha, teruslah mengaruk sampai badanmu berdarah, dasar pembunuh, atau ganti saja gaunmu, eh, tapi gaun yang lain juga sudah kutaburi bubuk gatal, tingal menghitung jam mukamu juga akan gatal dan kau akan mengaruk mukamu sampai berdarah darah, ah Inggit , Inggit, rasakan balas dendamku, beraninya kau membunuh adiku, lalalalalalal aku senang sekali , Inggit monyet , Roy maafkan aku menghancurkan pesta pernikahanmu, tetapi jika kau tau faktanya kau juga akan marah sepertiku, Inggit Inggit kakak sebentar lagi sampai dan memberimu kejutan, HAHAHAHAHA"