REBECCA

REBECCA
episode 1



Namaku "Rebecca", aku adalah seorang yatim piatu dan hanya tingal bersama 1 adik laki lakiku yang bernama "Tony", ayah ibuku meningal karena kecelakaan, adikku Tony adalah seorang seniman yang cukup terkenal karena bakat menggambarnya, kami terlahir dari keluarga yang berkecukupan, hubungan ku dan adikku sedikit tidak dekat sejak kematian ayah dan ibuku, Tony sangat membenciku karena dia merasa ayah dan ibu meningal karena kesalahan yang di buat olehku, aku bekerja di sebuah toko makanan dengan gajih yang tidak terlalu besar dan mempunyai bos yang sangat pelit dalam hal apapun, aku mempunyai 1 teman yang bekerja denganku bernama "ingit", ingit adalah putri kedua dari bosku, dia sangat baik, ramah kepada semua orang, ingit adalah sosok seseorang yang sangat ku kagumi, dia begitu cantik, pintar dan mempunyai segalanya.


Disuatu hari saat aku akan berangkat bekerja, aku melihat adikku Tony pulang kerumah dengan wajah penuh lebam dan berjalan dengan kaki yang pincang, "hey Tony, ada apa denganmu, kenapa kau pulang dalam keadaan seperti ini, siapa yang memukulimu?, Tony tidak menjawab dan hanya menatap mataku dengan tatapan penuh kebencian lalu dia mendorongku, aku berusaha bertanya dan berteriak " hey Tony! Apa kau sudah gila hah!, Kau ini kenapa?". 'BRAK!' Tony membanting pintu dan berteriak " pergi!", Aku mengetuk ngetuk pintu kamar Tony 'tok..tok..tok..tokkk' " ya, Tony buka pintumu, kau kenapa!" 'tokk...tokk...tokkkk' " Tony cepat buka pintunya", terdengar suara Tony membanting sesuatu di dalam kamarnya 'BRAKKK' "KUBILANG PERGI!", Aku bingung dan berangkat bekerja dengan keadaan memikirkan adikku, aku bergunam "Tony kenapa dia pulang dengan keadaan seperti itu, siapa yang sudah memukulinya?" Aku sangat bingung kenapa adiku pulang dalam keadaan seperti itu.


Sesampainya di tempat kerja aku dimarahi bosku karena telat datang, " rebeca, kamu tau ini sudah jam berapa?" Tanya bosku.


"Jam 11 siang bos" jawabku.


" Jam 11 siang!, Kamu seharusnya datang jam 9 pagi!, Bukan jam 11 siang, kau tau kau itu ku gajih disini untuk bekerja, kau lihat pelanggan sangat banyak, saya kuwalahan mengantar makanan ke pelanggan, untuk apa saya memberimu gajih jika kau tidak bisa datang bekerja tepat waktu hah! Saya ini bos, bukan pelayan pengantar makanan, kau mau ku pecat hah!"


" Iya bos maafkan saya, tadi ada sedikit masalah dirumah jadi saya datang terlambat" jawabku, bosku semakin marah mendengar jawabanku dan kembali memarahiku.


" Masalah ya masalah kamu, bukan masalah saya!, Saya tidak mau ya melihat kamu berangkat telat lagi seperti ini, saya akan potong gajih kamu!, Rugi saya mempekerjakan orang sepeti kamu" lalu dia pergi.


Ingit menghampiriku dan menepuk bahuku dari belakang sambi berkata " sudahlah jangan terlalu di pikirkan, tenang saja gajihmu tidak akan dipotong, urusan gaji aku yang kasih, ayo cepat ganti baju lalu mengantar makanan ke pelanggan, semangat dong jangan lesu", hatiku sedikit tenang karena ingit berbicara seperti itu.


Dijam makan siang ingit menghampiriku, "re makan yu?", Ujarnya. " Aku tidak mempunyai waktu untuk makan siang, ibumu juga tidak akan mengijinkan ku istirahat, aku baru saja berangkat" ujarku, lalu ingit berkata " hmmm yasudah lah, ini, tadi pagi aku beli roti dan susu terlalu banyak, kau makan saja, aku sudah tidak mau lagi, rotinya terlalu manis" ujarnya lalu pergi.


Aku pergi ke toilet berpura pura ingin membuang air besar kepada bosku, lalu memakan roti pemberian ingit di dalam toilet, karena jika bosku melihat dia tidak akan mengijinkan ku makan dan minum karena aku datang terlambat, sambil memakan roti pemberian ingit aku mengirimkan pesan kepada Tony "Apa kau baik baik saja? Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Tapi dia tidak menjawabnya.


Hari sudah malam waktunya pulang kerumah, sesampainya di rumah aku tidak melihat Tony, aku coba menghubungi nya lewat telfon tetapi handphonenya tidak aktif.


" NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF, SILAHKAN ......." ' Tutt....tutt..tutt..'


" Tony sebenarnya sedang ada dimana?" Pikirku dengan cemas. Aku mencoba menghubungi teman teman Tony tapi mereka bilang dia tidak tau Tony ada dimana, aku pergi ke rumah teman Tony yang bernama Roy karena Tony sering menginap dirumahnya.


'Tok..tokk.tokkk, permisi, tokk.. tokk.., "Roy, apa kau ada di rumah, ini aku rebecca kakaknya Tony" 'tokk...tokk...tokk... Permisi...'


'CEKREK' Roy membuka pintu, " oh ka Rebecca, silahkan masuk".


" Roy apa Tony ada disini?". "Tony? Sejak kemarin dia tidak datang kerumahku kak?" Ujarnya.


" Apa?, Tony sebenarnya ada dimana?" Aku berkata sambil mengerutkan dahi, lalu berkata kepada Roy, " Roy begini saja, kalau nanti Tony kemari kamu segera menghubungiku ya? Aku sangat khawatir dengannya".


" Emm baik kak, nanti saya akan menghubungi ka Rebecca jika Tony kesini" jawab Roy.


Aku berpamitan pulang dan menitipkan uang kepada Roy untuk diberikan kepada Tony jika dia kerumahnya. "Roy ini uang untuk Tony, berikan kepadanya jika dia kemari ya, kakak pulang dulu" aku pamit dan pulang kerumah.


Ternyata Tony ada dirumah tetapi dia tidak mau menemuiku dan berkata kepada Roy ",jangan bilang kepada rebecca bahwa aku ada di sini" ujar Tony.


" Aghhhh sialan, aku tidak akan menemui si pembunuh itu" ujar tony.


Roy berteriak " Yaa!!.., bajingan..., Dia bukan pembunuh dia bahkan sangat menghawatirkan mu bodoh!", " Ashh... Dia telah membunuh ayah dan ibuku, kau taukan Roy, aku bisa menjadi sangat marah hanya dengan melihat wajahnya yang sangat menyebalkan" ujar tony. " Terserah kau saja, ini uang dari kakakmu" Roy memberikan uang kepada Tony tapi dia menolaknya, " pakai saja, angap uang itu biyaya hidupku selama menginap disini" ujar tony.


Roy memukul kepala Tony 'PLAK' " ah sialan ini, kau saja habis di pukuli preman karena tidak bisa membayar hutang, ini uang dari kakakmu cukup untuk melunasi hutangmu bodoh".


" Ya.. kenapa kau memukul kepalaku hah, mau mati ya" ujar tony. " Ah sialan kau menang harus kupukul agar kau sadar dasar bodoh" Roy dan Tony bertengkar.


setelah bertengkar, Tony bercerita kepada Roy kenapa dia selalu menyebut rebeca sebagai pembunuh, dan kenapa dia sangat membenci rebeca kakak satu satunya.


Hari hari berlalu dan Tony belum juga pulang kerumah, aku berangkat bekerja seperti biasa dan mengobrol dengan ingit menceritakan masalah Tony.


" Ngit, aku sedang sangat pusing, adiku tony sudah berhari hari tidak pulang kerumah" ujarku.


" Ada apa? Apa terjadi masalah, kenapa dia tidak pulang?" Jawab Inggit.


" Beberapa hari yang lalu dia pulang dalam keadaan babak belur, aku sangat khawatir, apa yang sebenarnya sedang terjadi", ujarku.


" Apa? Tony pulang dalam keadaan babak belur? Memangnya dia kenapa?" Ujar ingit.


" Aku juga tidak tahu, dia tidak menjawab pertanyaanku, bahkan dia mematikan ponselnya sampai sekarang aku tidak bisa menghubunginya" ujar ku.


" Sepertinya dia Menganti nomor polselnya, karena aku melihat sosial medianya masih aktif meng-upload hasil karyanya" ujar ingit.


" Aku tidak tau karena dia membokirku di semua sosial medianya, bolehkah aku meminjam handpone mu untuk melihat sosial media Tony?" ujarku.


" Iya ini pakai saja" ujar ingit.


Aku mengirimkan pesan ke sosial media Tony berpura pura menjadi ingit karena Tony tidak mengenalnya.


"HALO TONY, AKU SANGAT MENYUKAI KARYA KARYAMU, AKU ADALAH PENGEMARMU, BISAKAH KITA BERKENALAN, NAMAKU INGGIT, AKU TINGAL DI KOTA A, KAU TINGAL DIMANA? AKU BERHARAP KAU MEMBALAS PESANKU"


Aku mengembalikan ponsel ingit " ngit, ini aku sudah mengirim pesan kepada Tony, tolong hubungi aku jika dia membalas pesanku" ujarku.


" Oh iya baiklah, ayo kembali bekerja pelanggan sudah berdatangan" ujar ingit.