
Tentu saja bos dan koki restoran sangat bingung, dan ingin menolak permintaan rebbeca , tapi di sisi lain mereka membutuhkan uang yang akan di berikan oleh Rebecca karena jumlahnya sangat besar, dengan terpaksa mereka mau menerima pesanan dari Rebecca dan memakai nama restoran yang baru saja Rebecca beli.
Rebecca pergi dari restoran itu dan berkata dalam hati sambil tersenyum bengis "ahhh akhirnya, tingal satu langkah lagi aku akan membuat hidupmu hancur, kesusahan dan malu seumur hidup ngit!!"
Rebecca pergi menemui M.U.A yang akan merias wajah Inggit dan berbincang bincang.
"Oh Hay, liat siapa yang Datang menemuiku, OMG ini rebbeca, aku sangat tidak percaya kau datang kesalonku" ujar M.U.A.
Rebecca " oh ya, Hay, aku datang kesini mau memberimu satu tawaran yang sangat banyak menghasilkan uang apa kau mau?"
" Oh ya?, Tawaran apakah itu nyonya?" -M.U.A
Rebecca mengelurakan satu set makeup mahal yang sudah dia campuri dengan bahan kimia yg berbahaya dan berkata " aku ingin kau merias Inggit dengan set makeup ini, ini kosmetik yang sudah kucampur dengan sesuatu, aku akan membayarmu dengan harga yang sangat tinggi jika kau mau menerima tawaranku ini?"
M.U.A menjawab dengan ekspresi wajah kaget " astaga nyonya, ini sangat berat, bagaimana jika ketahuan, aku pasti akan masuk ke penjara?"
" Ah.., kau tenang saja, kau tingal jual salon ini kepadaku, dan kau bisa memulai bisnis barumu di kota/negara lain" ujar rebecca.
M.U.A itu terdiam dan berfikir sangat lama lalu berkata " Apa kau yakin akan menjamin aku tidak akan masuk kedalam penjara?"
" Oh.. oh.. tentu saja, kau jangan khawatir, berapa uang yang kau minta? Aku akan berikan sebanyak yang kau mau?" Rebecca menjawab dengan wajah serius.
"Aku minta sebanyak mungkin yang kubutuhkan untuk pindah ke luar negri, dan siapkan rumah untukku, tiket pesawat juga" ujar M.U.A
" Baiklah, aku akan mempersiapkan rumah baru untukmu tingal, mau yang besar atau rumah yang biasa biasa saja?" -rebecca
" Aku ingin rumah yang sedang jangan terlalu besar/kecil" -M.U.A
" Oke aku akan mempersiapkan semuanya dan membuatkanmu identitas baru agar tidak bisa terlacak oleh siapapun" -rebecca
M.U.A itupun penasaran bahan kimia apa yang sudah rebbeca campurkan kedalam kosmetik tersebut dan bertanya. " Ah, nyonya aku ingin bertanya, bahan kimia apa yang sudah kau campurkan, dan akan memberi efek seperti apa jika di pakaikan ke wajah?"
" Untuk sekarang kamu tidak perlu tau , nanti juga kau akan tau sendiri, baiklah aku akan pamit pulang dulu" Rebecca berpamitan dan tersenyum dengan ketus.
Sehari sebelum pernikahan Inggit, Rebecca menyiapkan dres yang akan di pakai Inggit, dia menaburi bubuk gatal keseluruh baju, dengan bernyanyi " lalalalala....oh betapa senangnya hatiku, lalalala" benyanyi dengan keras.
Inggit menelfon Rebecca " halo kak, bagaimana persiapannya, apa kau mau menemaniku hari ini? Aku sangat gugup"
" Oh ya halo, tentu saja, kau sedang dimana?" Tanya Rebecca.
"Aku sedang di hotel, aku akan mengadakan party dihari terakhir kelajanganku bersama teman temanku, kuharap kau segara datang ya kak?" Ujar inggit
" Ya aku akan datang sekarang" -rebecca
" Ah baiklah, ku tungu ya, aku sayang kakak" -inggit.
Rebecca pergi untuk menemui Inggit, dia mengemudikan mobilnya sendiri tanpa supir, dia bernyanyi dan terlihat sangat bahagia sambil berkata " hahahaha, asal kau tau saja ngit, ini akan menjadi hari terakhirmu untuk bersenang senang, karena besok sudah tidak bisa lagi, oh iya, aku lupa menghubungi Roy, sedang dimana dia, rebbeca menelfon Roy.
"Halo adikku kau sedang berada dimana?" -rebecca
" Halo kak, aku sedang mengadakan party bersama teman temanku, ada apa kak?" -roy
"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin bilang selamat ya Roy atas pernikahanmu besok, baiklah sekarang aku sedang menuju ke tempat Inggit untuk merayakan party bersama, maaf ya Roy aku tidak bisa datang ke partymu, have fun ya " -rebecca
" Terimakasih atas ucapannya kak, iya tidak apa, inggit pasti ingin party bersamamu, have fun juga kak" - Roy
Sesampainya di party Inggit mereka berpesta, memakan makanan yang enak meminum wine yang sangat mahal, dan berfoto foto untuk di upload ke sosial media dan Inggit mengadakan siaran langsung di sosial medianya " halo semua, ini aku Inggit , dan hari ini adalah hari terakhir saya menjadi wanita yang lajang/perawan karena besok saya akan menikah, dan lihatlah siapa yang datang ke pestaku, jeng... Jeng... Jeng... Ini kakakku Rebecca, seorang fashion designer yang sangat terkenal, dia adalah orang yang sangat hebat, Hay kak ayo sapa penontonku" -inggit
" Halo semua, saya Rebecca, semoga hari hari kalian menyenangkan" - Rebecca
Semua orang yang melihat memberi komentar yang sangat baik dan kaget karena ada rebeca " wow, ini sangat fantastik, dia Rebecca?, Aku melihatnya dia sangat cantik dan baik". " Inggit adalah adik Rebecca?, Aku sangat tidak percaya" bla..bla..bla... Dan masih banyak lagi.
" Ah. Pemirsa sepertinya saya harus menyelesaikan live ini, karena tamu banyak berdatangan, terimakasih semuanya, aku sayang kalian, bye bye " ujar inggit.
Disaat Inggit sedang setengah mabuk, Rebecca diam diam menyampurkan pil narkoba ke gelas minuman milik Inggit, ingit tidak tau bahwa Rebecca menyampurkan narkoba kedalam minumannya.
Esoknya di hari pernikahan Inggit, semua orang bersiap dan begitu juga Inggit dan rebbeca.
M.U.A datang untuk merias Inggit, tetapi rebbeca bertingkat seakan akan tidak mengenali M.U.A tersebut.
Ingit berkata " ahhh tuhan, aku sangat gugup" ujarnya.
" Relax jangan gugup, kau terlihat sangat cantik dengan riasan" -rebecca
" Oh iya kak aku lupa ini M.U.A yang cukup terkenal loh, jika kau membutuhkan M.U.A untuk merias modelmu aku merekomendasikan dia, dia sangat berbakat" - Inggit
" Ah nona ini sangat berlebihan" - M.U.A
Rebecca menjawab dengan tersenyum dan bertanya kepada M.U.A tersebut" oh ya, bolehkah aku meminta kartu namamu?"
" Oh tentu saja nyonya, aku sangat bahagia seorang fashion design yang sangat terkenal meminta kartu namaku" -M.U.A
" Tentu saja, adikku tersayang sudah merekomendasikan mu, tentu saja aku mau merekrutmu karena adikku ini sangat berjasa dalam kesuksesan Bisnisku, buat dia terlihat cantik, lakukan yang terbaik" -rebecca sambil tersenyum sinis.
Beberapa jam kemudian Inggit sudah rapi dan terlihat sangat cantik dengan riasannya dan gaun yang dirancang oleh Rebecca, lalu mereka pergi ke gereja dimana Inggit dan Roy menikah.
Didalam mobil Rebecca satu mobil dengan inggit dan orang tua Inggit, orang tua Inggit masih saja meremehkan Rebecca, tetapi Rebecca tidak memperdulikannya.