REBECCA

REBECCA
episode 3



Rebecca masih syok, tidak percaya bahwa yang sudah mencelakakan adiknya itu adalah Inggit, "kenapa ingit melakukan itu? Apa salah Tony?" Ujar rebecca dalam hati.


Di keesokan harinya Rebecca mengadakan acara pameran fashion dan launching perhiasan KILLTNY01ACC yang sangat elegan dan mewah, tidak butuh waktu lama KILLTNY01ACC langsung ludes di beli oleh tamu VVIP nya, rebecca bertemu Roy dan Inggit, Rebecca sebenarnya sangat marah dan ingin memaki ingit, tetapi dia memilih diam dan bertingkah seakan akan tidak tau apa apa. "Hey ngit, apa kau suka dengan accnya? ", "Sudah jelas aku sangat menyukainya, ini sangat indah dan elegan" ujar inggit. Roy menghampiri Inggit dan Rebecca, " wow..wow..wow.., kerja bagus kak, ACC ini langsung ludes terjual dengan harga yang tinggi, ayo kita rayakan bersama atas suksesnya acara ini" ujar Roy sambil memegang gelas minuman dan mengajak Rebecca bersulang.


Mereka merayakan keberhasilannya dengan acara minum minum dan pergi ke club' malam, Rebecca ingin sekali memukul ingit tetapi dia berusaha sabar dan mengatur strategi sebaik mungkin untuk balas dendam, ingit mabuk dan berteriak " mari bersulang semua untuk keberhasilan kak Rebecca", " ayo bersulang" jawab Rebecca dengan nada yang sedikit jutek, Roy sepertinya menyadari bahwa Rebecca terlihat tidak senang, tidak seperti biasanya " kak ? Are you okey? Tanya Roy. " Oh, ya! Aku okey, tetapi aku sedikit tidak mood, tiba tiba aku ingat Tony, aku masih tidak percaya bahwa dia sudah pergi" ujar rebecca, Roy tau perasaan Rebecca dan menenangkannya "oh iya kak, jika kau sudah tidak merasa nyaman ayo kita pulang saja?", Ujar Roy." Oh tidak usah Roy, mari lanjutkan lagi pestanya", Mereka berpesta sampai pagi.


Esoknya Rebecca pergi ke makam Tony, " Tony ini aku kakakmu, kuharap kau sudah bahagia di surga dan memaafkanku, aku sudah tau siapa yang sudah mencelakai mu, aku akan membalas dendam, aku berjanji" ujar rebecca sambil mengelus nisan Tony.


Setahun berlalu, pernikahan Roy dan Inggit tingal satu bulan lagi, mereka berdua terlihat sangat bahagia tapi tidak dengan Rebecca, "teruslah tertawa ngit, karena setelah pernikahan ini kau tidak akan bisa tertawa bahagia lagi, lihat saja ngit, aku akan membuat hidupmu tidak bahagia sebelum aku memasukanmu ke penjara!" ujar rebecca dalam hati sambil memandangi wajah ingit.


" Wah lihat, kau seperti Dewi yang turun dari kayangan" ujar Roy kepada ingit, " tentu saja, pakaian ini adalah pakaian pernikahan paling indah karena rebecca yang merancangnya" ujar ingit, " ah tidak usah berlebihan, ini hanya pakaian pernikahan saja, sama seperti pakaian lainnya" ujar rebbeca, " oh..no..no.., re ini adalah gaun pernikahan terbaik yang pernah ku lihat" ujar inggit sambil berkaca dan berputar putar. Roy berkata kepada rebecca " ya, ini adalah gaun yang sangat indah, terimakasih kak sudah merancang gaun yang sangat indah untuk Inggit", " tentu saja, sama sama Roy, kalian berdua kan sudah ku anggap seperti adik, jadi aku harus memberikan yang terbaik untuk adikku, oh ya aku tingal dulu ya, aku masih ada urusan, kalian silahkan lanjutkan dulu mencoba pakaiannya" ujar rebecca lalu pergi. Ingit tertawa tersenyum senyum sangat bahagia dan berfoto memamerkan gaun pengantinnya di media sosialnya.


Rebbeca pergi menemui seseorang, di dalam mobil dia melihat foto yang sudah di upload Inggit ke sosial medianya dan berkata " hah.. seseorang yang sudah membunuh adikku sedang sangat bahagia, kita lihat saja apa yang akan terjadi, padahal dulu aku sangat suka padamu, tapi ternyata hatimu busuk, pembunuh!"


Bos restoran sangat bingung dan berkata dalam hari " ada apa sebenarnya dengan wanita ini? Kenapa dia memberikan tawaran seperti itu?".


Dan bos restoran menjawab " kenapa anda memberikan saya tawaran seperti itu kepada saya?, Apa tujuan anda sebenarnya?" , Rebecca menjawab " ya saya hanya ingin membeli restoran ini, tempatnya sangat strategis, saya ingin membuka toko baju disini, tidak ada niat lain, bagaimana apa anda tertarik?, Kesempatan tidak datang dua kali loh?".


Setelah berbincang bincang cukup lama, akhirnya pemilik restoran setuju menjual restorannya kepada rebecca dan pergi membuka restoran yang lebih besar di kota lain dengan nama yang baru.


Rebecca pergi ke restoran lain yang hampir bangkrut dan memesan makanan dengan menu yang di pilih Roy dan ingit dan berkata kepada koki dan bos restoran " aku ingin memesan menu ini di restoran ini, dan ini obat sakit perut, campurkan obat ini kesemua makanan yang akan dihidangkan, saya akan membayar 10x lipat dari harga menu makanan ini dan menjamin bahwa restoran kalian akan baik baik saja tidak akan terlacak karena kalian bisa memakai nama restoran milik saya" ujar rebecca.


Tentu saja bos dan koki restoran sangat bingung, dan ingin menolak permintaan rebbeca , tapi di sisi lain mereka membutuhkan uang yang akan di berikan oleh Rebecca karena jumlahnya sangat besar, dengan terpaksa mereka mau menerima pesanan dari Rebecca dan memakai nama restoran yang baru saja Rebecca beli.